Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Ajakan menikah


__ADS_3

1 tahun kemudian ....


_


Owen tengah melakukan joging pagi bersama Jade di taman khusus olahraga.


Sedangkan Oxela, dia merekam kegiatan kakak dan suaminya dari bangku taman yang ia duduki. Ia mengabadikan momen kebersamaan mereka pagi ini dalam bentuk video dan akan menjadikan itu sebagai bahan konten disalah satu situs yang sedang ia geluti saat ini.


"Honey, ayo sapa aku!" seru Oxela pada Jade sembari mulai mengaktifkan kameranya.


"Hi, Honey..." jawab Jade, ia melambaikan tangan pada sang istri, tak lupa juga memberi kecupan jarak jauh.


Owen hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan itu, ia hanya bisa mengembuskan nafas panjang.


"Kakak! Sekarang giliran mu!" pekik Oxela lagi.


Owen hanya melambaikan tangan kearah kamera Oxela tanpa menunjukkan minat, ia memasang wajah datar dan senyum yang amat dipaksakan.


Oxela menggerutu dan lantas mematikan kameranya. "Kenapa wajahnya tak bersahabat begitu!" keluhnya.


Owen dan Jade tertawa pelan melihat Oxela yang sudah tak sibuk merekam kegiatan mereka lagi.


"Dia semakin aneh saja!" kata Owen pada Jade.


"Tidak, dia semakin menggemaskan!" jawab Jade tersenyum.


"Oh my...." Owen memutar bola matanya.


Kalau sudah cinta, jangankan bersikap aneh, sikap yang menjengkelkan pun akan terasa menggemaskan. Baiklah, Owen mencoba memaklumi pasangan ini.


"Xela..."


Oxela menoleh ke belakang dan mendapati Celine disana, ia membalas sapaan wanita itu dengan melambaikan tangan.


"Mana Owen?" tanya Celine yang mulai mendekati tempat Oxela duduk.


Oxela menunjuk ke satu arah menggunakan dagunya, lalu Celine pun mulai melambaikan tangan ke arah Owen diujung sana.


”Bagaimana kandunganmu, Xela?" tanya Celine kembali beralih pada wanita yang ada disampingnya.


"Semuanya baik," jawab Oxela.


"Baguslah, aku juga ingin hamil suatu saat nanti," kata Celine dengan senyuman mengembang.


"Ya, itupun kalau kakakku mau."


"Dia pasti mau mempunyai keturunan," jawab Celine percaya diri.


"Huum... bagaimana hubungan kalian?"


Celine tersenyum kecil. "Semua usahaku akhirnya membuahkan hasil, Owen mulai serius dengan hubungan kami," jawabnya.

__ADS_1


"Benarkah?"


Celine mengangguk, kemudian dia menunjukkan cincin yang tampak terpasang di jari manisnya. "Dia mengajakku menikah!" ujarnya senang.


Oxela tertawa. "Akhirnya kakakku akan menikah juga."


"Tapi...." Wajah Celine berubah murung dalam sepersekian detik berikutnya.


"Kenapa? Apa ada masalah?" tanya Oxela lagi.


"Entah kenapa aku tidak pernah melihat cinta dimatanya...." lirih Celine.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja! Kakakku tidak akan mempermainkan sebuah pernikahan!"


"Dia juga tidak mau menyentuhku, Xela! Bahkan menciumku juga tidak pernah. Katanya, cukup malam itu saja dia melakukannya."


Oxela memahami yang dimaksudkan oleh Celine, ia tahu hati Owen sudah terpaut pada wanita dimasa lalu. Tapi, hidup kakaknya harus terus berlanjut. Owen harus membuka hati pada wanita lain, dan memang yang paling pantas mendapatkannya adalah Celine. Wanita itu sudah cukup lama mencintai Owen, terlebih Owen juga sudah melakukan kesalahan pada Celine dimalam terkutuk-- satu tahun yang lalu.


"Mungkin dia akan menyentuhmu lagi setelah kalian menikah!" pungkas Oxela dengan berbagai pemikirannya.


_______


"Owen, bagaimana hubunganmu dengan Celine?" Dilain sisi, Jade juga menanyakan Owen.


"Aku memutuskan untuk menikahinya."


Jade mengangguk. "Tapi, kau tidak terlihat antusias," ucapnya dengan niat berkelakar.


"Aku hanya berusaha menjadi pria yang bertanggung jawab padanya."


Owen terkekeh. "Tidak, aku hanya melakukannya sekali, itupun karena mabuk, sekitar setahun yang lalu. Aku tidak terpikir untuk memiliki keturunan dengannya," jawabnya.


"Kalau begitu, untuk apa kau menikahinya?" tanya Jade yang cukup heran. Apa Owen menikahi Celine hanya karena cinta? Tapi, kenapa tak mau memiliki keturunan? Meski sekarang banyak pasangan yang memilih childfree, tapi Jade tak menyangka jika Owen termasuk dalam golongan yang seperti itu.


"Aku hanya kasihan padanya, Celine cukup menderita, dia trauma akibat perbuatanku setahun lalu. Sejak itu, dia tidak mau menjalin hubungan dengan lelaki manapun lagi, jadi aku hanya berniat membantunya."


Jade mengernyit menatap Owen.


"Jika dia tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun lagi, itu urusannya, bukan urusanmu, Owen!"


"Tapi, karena aku dia jadi seperti itu!"


"Kau yakin? Bukan karena dia yang teramat menginginkanmu sehingga dia membuat alasan seperti itu?" selidik Jade.


Owen mengangkat bahunya, ia pun tidak terlalu memikirkan hal itu. Baginya, menikahi Celine mungkin bisa membuatnya melupakan masa lalu yang manis-- hingga sulit dilupakan. Meski pada awalnya ia tak mau melibatkan orang lain, tapi lambat laun ia juga butuh seseorang untuk membantunya move on.


"Dengar, jangan pernah mengambil keputusan yang bertolak belakang dengan hatimu. Menikah itu bukanlah hubungan yang sebentar, itu hubungan yang akan melibatkan seluruh kehidupanmu dan akan terjadi disisa hidupmu. Paling tidak, kau harus memiliki sedikit rasa cinta untuk memaklumi segala sikap menyebalkan istrimu nantinya." Jade pun menepuk pundak Owen sebagai bentuk penyemangat.


Owen tertegun dengan penuturan Jade, ia jadi memikirkan hal itu.


"Ku dengar dari Oxela, Celine pernah gagal berumah tangga. Aku harap dia tidak akan gagal lagi saat denganmu. Maka dari sekarang, aku hanya berniat memberitahumu... sebelum semuanya terlambat dan akhirnya dia gagal untuk kedua kalinya."

__ADS_1


"Ya, kau benar... apa yang kau katakan itu benar."


"Berpikirlah, Owen! Kau mengatakan jika kau mengasihaninya, tapi bukankah akan lebih kasihan lagi jika dia sampai gagal lagi di pernikahan kedua nya?"


Owen terdiam, selama ini ia terlalu gegabah mengambil keputusan hingga mengajak Celine menikah tanpa memikirkan efek kedepannya.


"Jadi menurutmu... apa aku salah telah mengajaknya menikah?" tanya Owen.


"Begitulah," tandas Jade.


Owen sudah tak fokus pada jogingnya, ia melambatkan langkah, membiarkan Jade mengunggulinya didepan sana. Ia memikirkan ucapan Jade yang entah kenapa sangat membuatnya terhenyak.


Diambang rasa itu, tanpa sengaja Owen menabrak seorang wanita yang juga sedang berada ditempat yang sama. Wanita itu pun terjatuh karena ketidaksengajaan itu.


"Sorry..." ucap Owen mencoba membantu wanita itu. Namun, belum sempat Owen membantunya, seorang pria berlari kearah mereka dan dengan sigap menarik lengan sang wanita agar bisa segera berdiri kembali.


"Kau tidak apa-apa, Gabby?" tanya pria itu pada sang wanita.


Owen jadi memperhatikan pria yang belum menatapnya itu. Pria itu tampak tidak asing dimatanya. Dan ketika pria itu menoleh pada Owen, mereka pun sama-sama terkejut.


"Owen..."


"Richard..."


"Siapa dia?" sarkas Owen merujuk pada wanita yang tadi ditabraknya. Tampak Richard menggenggam erat jemari wanita itu.


"Dia istriku!" jawab Richard.


"Istrimu? Lalu Gloria?"


Richard menggeleng. "Kenapa kau menanyakan Gloria padaku? Bukankah seharusnya kalian kembali bersama?" ujarnya yang malah balik bertanya pada Owen.


"Dia tidak pernah kembali padaku!" jawab Owen marah.


"Aku tidak tahu, setahuku dia bersamamu!"


"Apa maksudmu?" geram Owen.


Celine, Oxela dan Jade yang melihat Owen tengah beradu mulut dengan seseorang, langsung berjalan untuk menghampiri posisinya.


"Ada apa ini, Owen?" tanya Celine menatap Owen dan Richard bergantian.


Owen tak menggubris Celine. Ia masih terfokus pada pria dihadapannya.


"Apa kau sudah bercerai dengan Gloria?" tanya Owen.


Richard mengangguk. "Ya, dan aku menikahi Gabby," paparnya.


Celine menatap Oxela seolah bertanya 'ada apa ini?' Namun, Oxela hanya mengendikkan bahu mengartikan ketidaktahuannya.


"Bisakah aku bicara padamu empat mata?" tanya Owen pada Richard.

__ADS_1


Richard pun mengangguk setuju. Ia juga ingin tahu apa yang terjadi setelah kepergian Gloria dari Mansionnya.


*****


__ADS_2