Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Teledor


__ADS_3

Owen akan mulai bekerja seperti biasanya setelah memastikan jika Sean aman berada di salah satu Apartmennya. Namun, saat memasuki area kantornya, mobilnya dihadang oleh beberapa orang. Tentu ia sudah mengetahui siapa dalang dibalik kejadian ini.


Inilah konsekuensinya karena kemarin ia membawa Sean kabur dari Mansion Paman Markus serta membuat keributan disana. Hidupnya kembali tidak tenang.


Jared ingin menuruni mobil namun Owen mencegahnya. "Biar aku yang bicara pada mereka semua," kata Owen.


Owen turun dari mobilnya. Kemudian menatap pada seorang yang ia yakini sebagai ketua dari pimpinan geng penghadang mobilnya itu.


"Katakan pada Paman Markus untuk tidak mengusikku!"


Pria berkacamata hitam itu menggeleng. "Kau yang mencampuri urusan Tuan Markus," jawabnya dingin.


"Ini menjadi urusanku sebab menyangkut tahta yang ku berikan pada pria tua itu."


Pria itu membuka kaca matanya. "Tuan Zwart, lepaskan Tuan Sean. Biarkan Pamanmu yang mengatur anak itu!" katanya.


"Minggir, aku tidak mau membuang waktu untuk hal ini."


Namun beberapa pria yang juga menjadi komplotan penghadangan itu, ikut andil mencegah kepergian Owen yang hendak memasuki gerbang kantornya. Perkelahian pun tidak terelakkan.


Jared dan beberapa ajudan yang bekerja untuk Owen juga ikut turun dalam perseteruan itu.


Suara tembakan nyaring terdengar memekakkan telinga, sekaligus menghentikan adu fisik yang terjadi diantara mereka semua.


Owen menatap ke sumber suara dan Paman Markus sudah berada disana dengan posisi masih memegang pistolnya yang mengacung ke langit.

__ADS_1


"Aku membuang waktu untuk menemuimu, Owen! Dalam waktu 5 jam, Sean harus kembali padaku. Jika tidak.... jangan salahkan aku yang juga mengambil puteramu!"


Suara ancaman Paman Markus menyadarkan Owen tentang sesuatu. Ia terpaku, terdiam dengan lidah kelu. Saat samar-samar ia melihat siluet tubuh Karina--pengasuh Jeff--berada didalam mobil yang ada di belakang tubuh Paman Markus.


"Kau terlalu serakah, Paman!" gumam Owen sambil mengepalkan tangannya. Owen menghela nafas panjang.


"Jangan kira aku akan diam setelah kau berhasil membawa Sean bersamamu," kata Paman Markus tersenyum smirk.


"Kau akan mati ditangan ku jika sampai terjadi sesuatu pada Jeff," batin Owen geram. Ia tak akan memedulikan status pria tua itu lagi yang adalah Pamannya. Selama ini ia masih menghargai Paman Markus. Namun jika begini, Paman Markus benar-benar mengibarkan bendera perang padanya.


"Aku akan mengembalikan Sean, jangan bawa puteraku dalam hal ini," kata Owen menahan emosinya hingga suaranya terdengar amat tertekan.


"Baiklah jika begitu.... ku tunggu itikad baikmu."


Pria tua itu masuk ke dalam mobilnya, kemudian berlalu dari sana. Diikuti oleh mobil yang diisi beberapa orang yang tadi menghadang mobil Owen.


"Anda tak apa-apa, Tuan?" tanya sang Asisten.


"Bagaimana bisa dia membawa puteraku?" tanya Owen frustrasi.


______


Gloria sedang membaca majalah sambil menikmati kopinya dan sesekali melihat Karina yang menggendong Jeff untuk menikmati matahari pagi.


Sampai pada saat beberapa orang dengan setelan hitam datang memasuki Mansion dan mengatakan bahwa salah satu Paman Owen datang berkunjung.

__ADS_1


Gloria yang tak tahu ada perseteruan antara Owen dan Paman Markus justru mempersilahkan pria tua itu duduk. Ia bahkan meminta pelayan untuk menyajikan minuman karena merasa Paman Markus adalah tamunya.


"Apa ini putera Owen?" tanya Paman Markus menatap Jeff yang mengoceh senang dalam gendongan Karina.


"Iya, Paman. Dia putera kami." Gloria menjawab ramah pada pria itu, tak sedikitpun curiga dengan kedatangan Paman Markus yang tiba-tiba, ia mengira hanya kunjungan biasa semacam Paman yang hendak menemui keponakannya.


"Kenapa Paman tidak mengunjungi Owen ke kantornya? Dia sudah berangkat sejak tadi," kata Gloria tersenyum memberi saran.


"Ya, nanti aku akan kesana. Aku ingin melihat putera Owen lebih dulu."


Saat Gloria lengah, ternyata Jeff sudah berada dalam gendongan Paman Markus. Gloria sempat melihat itu dan tidak merasa itu sebuah permasalahan karena sejatinya Paman Markus adalah kerabat Owen. Ia justru mengira Paman Markus sedang bersikap hangat pada puteranya.


"Aku merindukan cucu, tapi Sean belum mau menikah," kata Paman Markus yang mengayun-ngayunkan Jeff dalam gendongannya.


Gloria hanya tersenyum kecil. Pastilah Paman Markus juga menyayangi sosok bayi kecilnya seperti cucu sendiri.


"Bisakah aku meminta gula tambahan untuk kopiku?"


Gloria yang tak berprasangka pun mengiyakan, sayangnya itu ternyata sebuah kekhilafan. Saat ia berlalu menuju dapur sendiri tanpa meminta bantuan pelayan, ternyata Paman Markus membawa puteranya berserta Karina.


Saat ia kembali ke ruang tamu, keadaan sudah senyap tanpa ada tanda kehidupan. Ia berlari ke arah pintu keluar dan beberapa mobil yang tadi mengunjungi Mansionnya baru saja berlalu.


Gloria yang kebingungan, berlari sampai keluar gerbang Mansion, namun seolah suara jeritannya tak didengar. Jeff telah dibawa oleh pria tua itu untuk ikut bersamanya.


Saat itulah Gloria tersadar dengan keteledorannya. Ia menyadari bahwa Paman Markus berniat menculik puteranya. Ia terlalu naif mempercayai pria yang baru sekali ia temui dan mengaku sebagai Paman Owen.

__ADS_1


******


__ADS_2