
Saat asyik mengobrol pembahasan konyol itu, rupanya Zeno pun telah kembali, dia mengangsurkan secarik dokumen berisi surat kontrak kerja milik Gloria.
"Owen, jangan membayar denda ini," mohon Gloria pada Owen.
Zeno diam saja memperhatikan interaksi Gloria dan Owen yang membuatnya cukup terganggu.
"Kalau aku tidak membayar, kau tidak bisa keluar dari pekerjaan ini," jawab Owen.
"Ya sudah, biar aku bekerja disini dulu sampai tiga bulan lagi, itu tidak lama."
Owen menatap tajam pada Gloria. Apa katanya tadi? Tidak lama? Bukankah Gloria sudah meninggalkannya terlalu lama, sekarang ia disuruh menunggu dan membiarkan Gloria bekerja di Bar selama tiga bulan lagi?
"Are you kidding me? Kau menyuruhku membiarkanmu tetap bekerja disini dengan berbagai resikonya?" tanya Owen tak habis pikir.
"Tidak, aku bekerja aman, bukan menjual diri."
"Jika ada pelanggan seperti Tuan Brandy atau sesama pekerja yang melecehkanmu, bagaimana?" Owen melirik sekilas pada Zeno.
"Tapi denda itu sangat banyak," ucap Gloria tak enak hati.
"Aku tidak peduli, aku akan tetap membayarnya agar kau segera keluar dari pekerjaan ini," tegas Owen.
Gloria tertunduk, ia sadar bahwa ucapan Owen tak bisa diganggu gugat lagi.
Owen mengeluarkan ponselnya, kemudian mentransfer sejumlah dana ke nomor rekening yang sudah tertera dalam surat itu juga.
"Transaksinya sudah berhasil," ucap Owen pada Zeno. Sang manager Bar pun tak bisa berkata-kata lagi melihat Owen yang dengan mudahnya mengeluarkan uang hanya untuk membebaskan Gloria dari pekerjaan ini.
"Honey, ayo kita pergi dari sini..." Owen menarik tangan Gloria agar mereka segera keluar dari area Bar.
"Owen, aku jadi banyak hutang padamu," keluh Gloria saat mereka sudah tiba di koridor kamar.
"Ya, kau harus menghitung jumlah hutangmu padaku!" seloroh Owen tersenyum culas.
"Baiklah, nanti aku akan mencicilnya," jawab Gloria polos.
Owen terbahak. "Bagaimana caramu mencicilnya? Apa kau berniat kerja lagi ditempat lain?" tanyanya.
"Iya, beberapa hari lagi aku akan dapat pekerjaan baru."
"Hah? Benarkah? Kau pikir aku mengizinkannya?"
"Kau pasti mengizinkannya karena pekerjaan baruku itu adalah bekerja menjadi istrimu, aku akan mencicilnya dengan cara....." Gloria menjeda kalimatnya.
"Cara apa?"
Gloria berbisik ditelinga Owen, membuat Owen terperangah mendengarnya.
______
__ADS_1
Keesokan harinya, Gloria sibuk mengemasi barang-barangnya dan barang milik Jeff. Mereka akan segera kembali ke kota menggunakan Yacht siang ini juga.
Owen datang mengunjungi kamar Gloria untuk mengajaknya sarapan bersama.
"Jeff sudah bangun?" tanya Owen.
Gloria mengangguk. "Masuklah," ucapnya.
"Kau sedang apa?" Owen melangkah masuk dan melihat bayi kecilnya yang berada ditempat tidur, bayi itu sudah harum dan tampan sebab Gloria telah memandikannya.
"Boleh jaga Jeff dulu, aku akan segera siap mengemasi semua ini."
"Oke," jawab Owen sembari mendekati tempat tidur yang diberi beberapa tumpukan bantal dan guling untuk melindungi Jeff agar tidak jatuh.
Gloria mulai sibuk kembali, memindai barang-barangnya agar tidak ada yang tertinggal di Resort. Sementara Owen mulai bercengkrama dengan bayinya.
"Jeff, maafkan Daddy selama ini tidak tahu kehadiran Jeff... kita juga jarang mengobrol sebab Jeff selalu tidur jika Daddy ingin mengajak Jeff bicara," kata Owen berbicara layaknya pada orang yang telah memahami maksudnya saja.
Gloria hanya senyum-senyum saja mendengar ucapan Owen itu.
"Iya, Daddy Jeff yang tampan, Jeff sudah memaafkanmu, Daddy...." Rupanya Owen menirukan suara bayi seolah-olah Jeff tengah menjawabnya, membuat Gloria terbahak ditempatnya.
"Astaga..." gumam Gloria sambil geleng-geleng kepala, tapi kemudian dia mendengarkan lagi interaksi Owen pada puteranya itu. Gloria tidak menyangka jika Owen bisa bersikap seperti itu, sungguh diluar prediksinya. Dia mengira Owen akan cuek dengan bayi mereka.
"Jeff, nanti kita jaga Mommy sama-sama ya, biar Mommy gak kabur-kaburan lagi dari Daddy. Soalnya Mommy itu hobby nya kabur, senang melihat Daddy tersiksa."
Gloria mendekat kearah Owen, lalu menarik telinganya dengan tidak begitu kuat, Owen pun berlagak meringis.
"Ampun Mommy...." jawab Owen sambil menyatukan jemari membentuk sikap memohon. Dia juga memasang raut wajah yang menyesal.
Rupanya Jeff yang melihat itu jadi tertawa kesenangan.
"Ba.. Ba...Ba...." Jeff mengoceh riang.
Gloria dan Owen pun melihat pada bayi mereka.
"Lihat! Jeff bahagia melihat kita, sayang."
Gloria tersenyum lalu mendaratkan beberapa kecupan ke pipi puteranya. Saat ia hendak berlalu, Owen mencegat lengannya.
"Ciuman untuk Daddy, Mi?" tagihnya.
Cup
Gloria mengecup pipi Owen singkat, lalu berlalu saat Owen masih membeku ditempat.
"Jeff, tahu tidak, seumur hidup .... cuma Mommy yang berani tarik telinga Daddy," kata Owen melanjutkan bercengkrama dengan sang bayi tapi dengan niat menyindir calon istrinya itu.
Gloria pun terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
_______
Setelah sarapan pagi, Owen mengajak Gloria keluar dari Resort. Tapi, kali ini mereka tidak berdua saja, sebab Jeff ikut dalam gendongan Gloria.
"Mau kemana?" tanya Gloria pada Owen.
"Kita ke pusat perbelanjaan dulu, membeli beberapa kebutuhan sebelum pulang ke Mansion."
Owen menggenggam tangan Gloria dan mereka berjalan menuju sebuah tempat perbelanjaan yang paling lengkap di pulau itu.
"Aku belum pernah membelikan Jeff apapun, sejak dia dalam kandunganmu sampai dia seusia sekarang, jadi biarkan aku membeli beberapa kebutuhannya," pungkas Owen.
Owen memang mengatakan beberapa, tapi nyatanya dia membelikan begitu banyak, mulai dari pakaian, stroller, mainan, bahkan barang yang bahkan bayi mereka pun belum bisa menggunakannya.
"Owen, Jeff belum bisa naik sepeda!" cegah Gloria saat Owen mengajaknya ke area lain yang banyak memajang mainan serta sepedaan anak.
"Biar saja, nanti dia akan menaikinya, kan?" ujarnya bersikukuh sehingga Gloria tidak bisa mengucapkan kata lagi.
Gloria lebih memilih pergi ke area lain dan membeli diapers Jeff untuk persediaan sebulan kedepan, namun Owen justru mau memborongnya seperti untuk stok satu tahun.
"Tidak bisa begitu, nanti Jeff akan tumbuh besar, ukuran diapersnya juga akan berganti size!" keluh Gloria dan Owen hanya mengendikkan bahu cuek.
"Haissss...." Gloria menggerutu melihat ulah pria itu. "Lain kali aku tidak mau mengajaknya berbelanja lagi. Aku tidak mau berbelanja dengannya," gumamnya kesal.
"Jeff minum susu formula yang mana?" tanya Owen saat mereka berdiri didepan store penjualan susu anak.
"Aku tidak bekerja lagi, jadi biar Jeff minum Asi saja," kata Gloria dengan sabar.
"Oh, baiklah...."
Gloria pun bernafas lega sebab kali ini Owen tidak ngotot untuk tetap membeli seperti yang sebelumnya.
"Kau ingin belanja apa?" Kini Owen menanyakan pada Gloria.
"Tidak, kebutuhanku sudah ada semuanya."
"Benarkah?"
"Iya, jika ada yang kurang aku akan membelinya di kota saja nanti."
"Okay."
Setelah membayar begitu banyak barang yang mereka beli, semua barang belanjaan mereka diminta Owen untuk dikirimkan langsung ke Yacht pribadinya yang sudah menunggu di pinggir pantai, agar mereka tidak perlu repot mengemas dan membawanya lagi.
Kemudian, mereka pun kembali ke Resort untuk menemui Hans disana.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Hans sambil melihat gemas pada Jeff yang kini sudah tertidur didalam stroller yang baru dibeli beberapa saat lalu.
Owen mengangguk. "Yacht nya sudah tiba satu jam yang lalu. Kita kesana sekarang," jawabnya.
__ADS_1
******