Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Berdiskusi


__ADS_3

Mungkin ada baiknya aku terbuka pada Oxela, dia kan wanita, mungkin dia lebih paham kenapa Gloria memutuskan untuk pergi dariku.


Aku pun menceritakan garis besar masalah yang sedang ku hadapi. Ku harap dengan berdiskusi seperti ini, aku bisa mendapat sedikit pencerahan tentang kepergian Gloria-ku. Ah, kenapa masih saja aku menganggapnya milikku padahal dia sudah meninggalkanku?


Dengan wajah tercengang dan sesekali mengangguk memahami, adikku itu terus mendengarkan dengan seksama segala problematika ku.


"Baiklah, aku sudah paham sekarang. Kakak terlibat skandal dengan wanita itu."


"Tidak separah itu, itu bukan skandal," ujarku sambil berdecak lidah.


"Tetap saja dia masih berstatus istri orang," papar Oxela bersikukuh.


"Richard yang mengantarkannya padaku," ucapku tak mau kalah.


"Apapun namanya, tetap saja anggapan publik adalah status Gloria yang adalah istri pria itu dan kakak sebagai orang ketiga."


"Per se tan dengan anggapan publik!" desisku.


Oxela geleng-geleng kepala, sementara aku memijat pelipis yang mendadak pening.


"Tapi...." Oxela mengetuk-ngetuk jari diatas meja. "Aku setuju dengan Jared, kita tidak boleh percaya hanya dengan pembelian tiket itu, kak. Biarkan orang-orangmu menyelidikinya dulu."


"Aku tidak sabar, aku mau segera menemukan Gloria."


Oxela mengangkat bahu. "Sesuatu yang ingin didapatkan tidak selamanya mudah untuk dicapai. Butuh kesabaran dan ketangguhan hati."


Ini yang membuatku malas bercerita pada Oxela, dia selalu punya kata-kata mutiara bak seorang pujangga yang akhirnya membuatku kesal. Bagaimana bisa dia menasehati aku disaat otakku tidak bisa berpikir seperti saat ini?


"Dari ceritamu ini, masalah diantara kalian itu sebenarnya hanya status Gloria saja. Jika dia sudah berpisah dari suaminya ku rasa semuanya akan sangat mudah."

__ADS_1


Aku hanya diam mendengarkan Oxela yang terus berceloteh.


"Jadi, aku simpulkan... sebenarnya kepergian Gloria ini ada kaitannya dengan suaminya itu."


"Maksudmu?" Akhirnya aku bertanya juga apa maksud ucapannya yang kali ini.


"Entah untuk menghindarimu atau untuk menghindari Richard, pasti Gloria memiliki alasan sendiri yang tidak bisa dia ucapkan. Coba ingat-ingat lagi apa permintaannya kepadamu, kak!"


"Dia jarang meminta apapun padaku, permintaan terakhir yang dia mau adalah hadiah ulang tahun berupa surat-surat penting yang berada dirumah Richard."


"Apa sudah kau berikan padanya?"


Aku mengangguk. "Tentu saja, dan hal itu malah dia jadikan kesempatan untuk kabur dariku sebab sudah memegang paspornya sendiri."


Oxela menggeleng tak percaya. Sepersekian detik berikutnya, dia bersuara lagi.


"Jangan fokus pada paspornya, Kak! Tapi.... surat apalagi yang ada diantara berkas-berkas penting itu!"


"Itu dia, kak!" jawab Oxela cepat.


"Itu dia, apanya?" tanyaku malas.


"Aku yakin, Kak. Gloria bukan pergi tapi dia mengurus perceraiannya dengan Richard."


"Kalau memang begitu, kenapa dia tak mengatakannya padaku!"


"I don't know, tapi... apa mungkin sebenarnya dia bersama Richard sekarang?"


Aku menatap tajam pada Oxela, tak mengerti arah pembicaraannya.

__ADS_1


"Lebih tepatnya bukan bersama, tapi Richard yang memaksanya untuk ikut dengannya," ralat Oxela.


Aku memikirkan perkataan Oxela ini, namun karena kepalaku terasa berat akhirnya aku menyerah karena benar-benar tidak bisa berpikir.


Bersamaan dengan itu, ponselku bergetar dan itu panggilan dari Jared.


"Tuan, kami sudah memastikan bahwa Nona Gloria tidak pernah kembali ke Indonesia dalam waktu delapan bulan terakhir. Keputusan Anda sudah benar, Nona Gloria masih berada disana."


Aku tertegun mendengar penuturan asistenku itu. Apa aku sedang dikelabui sekarang? Lalu, kemana Gloria sebenarnya?


"Anda masih disana, Tuan?"


"Ya," jawabku lesu.


"Sekarang kami bahkan berada dikediaman orangtua Nona Gloria, mengintai pergerakan dirumah itu."


"Jika memang Gloria tidak pernah pulang kesana, kembalilah kesini segera, Jared."


"Baik, Tuan."


Tidak ada gunanya Jared dan beberapa orang-orangku mengintai kediaman orangtua Gloria jika ternyata mereka sudah mendapatkan bukti bahwa Gloria tak pernah pulang.


Aku melirik Oxela yang memandangiku-- seolah ingin tahu tentang pembicaraanku dengan Jared.


Aku kembali mengingat ucapan Oxela yang terakhir.


"Richard yang memaksa Gloria untuk ikut bersamanya."


Sepertinya memang ada yang terlewat. Aku harus memastikannya sebelum mengambil langkah selanjutnya.

__ADS_1


*****


__ADS_2