Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Dikelabui


__ADS_3

"Apa yang kau sembunyikan dariku, Owen?"cecar Gloria begitu suaminya tiba di Mansion. Owen tak jadi ke kantor, ia ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan Paman Markus namun ia teringat akan kondisi istrinya, pasti Gloria sangat histeris saat tahu Jeff dibawa oleh Paman Markus.


"Gloria, tenanglah...." kata Owen mencoba meyakinkan sang istri padahal dirinya sendiri tidak merasa tenang.


"Bagaimana aku mau tenang, bayiku dibawa oleh Pamanmu tanpa seizin ku. Seharusnya kau terbuka padaku apa yang sebenarnya terjadi, Owen! Agar aku bisa lebih berhati-hati!" marah Gloria.


Owen tidak bisa menjawab ucapan istrinya lagi, ia melihat wajah Gloria yang begitu terpukul. Kenangan masa lalunya ketika melihat ibu kandungnya histeris saat melihat Ayahnya meregang nyawa mulai kembali berputar dikepalanya. Seolah bagai Dejavu yang datang kembali. Ia mengkhawatirkan keadaan psikis Gloria karena kejadian ini, demi apapun ia merutuk dirinya sendiri atas kejadian ini.


"Aku akan mengambil Jeff darinya. Aku akan membawa putera kita kembali, sayang." Owen berkata lirih, bertekad dalam hati, dia membawa Gloria kedalam pelukannya.


Tak lama, Oxela dan Jared datang ke rumah itu, padahal hari ini Oxela akan ke rumah sakit untuk check up terakhir sebelum persalinannya yang diperkirakan akan terjadi di akhir bulan ini, namun mendengar kabar diculiknya Jeff oleh Paman Markus, membuat Oxela dan Jade datang ke Mansion Owen dengan sangat tergesa-gesa.


"Xela, tolong jaga kakak iparmu! Aku akan mengurus semua ini," pinta Owen menatap pada sang Adik.


Oxela mengangguk. "Iya, Kak," jawabnya.


Jade menepuk pundak Owen. "Aku akan menjaga mereka," timpalnya.


"Thanks," kata Owen mengangguk sekilas kemudian berlalu bersama beberapa orang bodyguard yang ia pekerjakan. Tak lupa ia juga memberi penjagaan lebih ekstra untuk berjaga di Mansionnya.


_____


"Sudah ku katakan, si tua itu tidak akan tinggal diam, Owen!" ucap Sean saat tahu Jeff dibawa oleh Ayahnya.


"Jadi apa keputusanmu?"


"Kau tahu aku tidak mau tahta itu!" decak Sean.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi aku akan gila jika terjadi sesuatu pada Jeff. Gloria juga tidak akan memaafkanku!" senggak Owen frustrasi.


Dalam perjalanan menuju Mansion Paman Markus, Owen selalu bergerak gelisah. Ia tidak memiliki strategi untuk melawan Paman Markus karena saat ini kepalanya seakan tidak bisa berpikir.


"Aku pikir, semua belenggu dunia gelap itu sudah terlepas dariku. Ternyata melepas tahta tidak semerta-merta membuatku bebas. Bayang-bayang itu akan terus mengikutiku!" batin Owen menyadari segalanya, namun jika diminta untuk kembali ke dunia mafia, dia tetap tidak mau. Terserah Paman Markus hendak membuang cuma-cuma semua yang sudah Mendiang Ayahnya pertahankan seumur hidup, Owen tidak peduli.


______


Owen, Sean dan beberapa bodyguard yang ikut bersama pun tiba dikediaman Paman Markus.


"Mana puteraku?" tanya Owen dengan suara menggelegar di Mansion megah itu.


Paman Markus hanya menyeringai kecil. Apalagi ia melihat Sean ikut pulang bersama Owen.


"Kau kembali, nak?" tanya Paman Markus pada Sean.


"Sean?" gumam Owen yang mulai berpikir aneh.


"Maafkan aku Owen, aku tidak mau tahta itu jatuh kepadaku. Dengan berat hati aku bernegosiasi pada Ayahku mengenai puteramu. Jadi, Jeff akan tetap berada disini karena dia yang akan menjadi pewaris kerajaan gelap itu."


Ucapan Sean membuat Owen murka. Saat itu juga ia tahu kelicikan ayah dan anak ini. Ternyata mereka memang mengincar Jeff sebagai penerus mereka.


"Sean!!! Aku menolongmu dan kau menjebakku!" Owen emosi dan mengeluarkan pistolnya saat itu juga.


"Maaf Owen, aku tidak memintamu menolongku! Itulah akibatnya jika kau terlalu memiliki hati nurani. Jika mendiang Ayahmu masih hidup, dia akan kecewa karena kau tumbuh menjadi pria yang lemah!" Sean malah mengejek Owen dengan seringaiannya. Rencananya berhasil. Ia tak perlu menanggung beban menjadi pewaris tahta Sang Ayah, karena kerajaan itu akan tetap jatuh ke pewaris yang sebenarnya karena Jeff adalah darah daging Owen.


"Kita tinggal menunggu beberapa tahun lagi. Jeff akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan tidak sepertimu, Owen!" kekeh Markus menimpali ucapan puteranya.

__ADS_1


Owen mengacungkan pistolnya ke arah sang Paman, namun Pria itu tak bergeming seolah tak takut dengan tindakan yang Owen lakukan. Seolah Owen tak akan berani menembaknya. Jangan tanyakan perasaannya saat ini karena termanipulasi oleh kedua ayah dan anak yang hanya memikirkan tahta dan kedudukan. Owen sangat kecewa dengan Sean yang menipunya. Pria itu akan habis ditangannya.


"Mungkin kau bisa lepas dari jeratan tahtamu sendiri, tapi tidak ada yang bisa mencegah puteramu untuk mewarisinya. Dia akan tinggal bersamaku dan tumbuh dalam kehidupan yang seharusnya." Paman Markus tersenyum puas.


Dorr!


Dorr!


Owen tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dia menembak sang Paman dan membuat tubuh tua itu limbung. Sementara itu, suara tembakan lain pun menderu dalam ruangan yang sama, menyusul untuk membalas perbuatan Owen. Owen sempat melihat kilatan licik dimata Sean. Dialah yang menyebabkan semua ini terjadi dan akibat rencana nya lah Paman Markus mengetahui tentang puteranya, Jeff.


Jared menerjang tubuh Owen untuk melindungi atasannya itu agar segera merunduk. Hujan tembakan terjadi dan tentu saja itu akibat dari balas-balasan tembakan antara kedua kubu mereka.


"Kita harus kembali, Tuan." Jared menatap Owen dengan tatapan meyakinkan, saat mereka berlindung dibalik pilar besar.


Owen menggeleng, "Aku tidak akan kembali sebelum membawa puteraku ikut pulang."


"Disini sangat berbahaya. Orang-orang kita tidak mungkin bisa melawan orang-orang Tuan Markus."


"Lalu, Jeff?" lirih Owen.


"Jeff direncanakan akan menjadi pewaris mereka. Untuk itu, mereka tidak akan menyakitinya. Kita akan pikirkan lagi bagaimana cara membawa Jeff keluar dari sini nanti."


".... setidaknya kita harus memiliki siasat yang lebih tersusun untuk mengelabui mereka seperti mereka mengelabui kita," sambung Jared.


Dan disaat percakapan mereka terhenti, Owen dan Jared sama-sama melihat sesosok familiar ada didalam Mansion itu.


"Kenapa dia ada disini?" Owen dan Jared saling berpandangan satu sama lain.

__ADS_1


*****


__ADS_2