Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Berbicara


__ADS_3

Dengan perasaan bersalah yang masih melingkupi, mau tak mau Owen harus menerima kemarahan Gloria karena belum berhasil membawa Jeff kembali. Awalnya ia amat yakin jika semuanya akan mudah, tapi karena Sean menipunya, semua jadi tak semudah yang ia perkirakan.


"Jadi, Sean yang ada dibalik semua ini? Sean yang merencanakan ini?" Oxela benar-benar tidak menyangka dengan hal yang terjadi. Kenapa Sean harus memiliki ide dengan membawa Jeff dalam masalah ini. Jeff masih sangat kecil untuk disangkut-pautkan.


Owen mengangguki pertanyaan sang adik. Gloria yang sejak tadi tidak henti menangis pun, sudah mulai sedikit tenang kala Owen mengatakan bahwa mereka tak mungkin melukai Jeff.


"Sayang, istirahatlah.... kau pasti sangat lelah." Owen merangkul Gloria dan membawa wanita itu kedalam dekapannya.


Gloria memang sudah tak menangis, tapi bukan berarti dia merasa tenang karena Jeff belum kembali ke pangkuannya.


Entah kenapa Gloria justru beranjak dari duduknya, tanpa satupun kata untuk menjawab ucapan Owen, ia berlalu menuju kamarnya dengan langkah gontai.


"Sayang, aku ingin mengatakan satu hal padamu...." Rupanya Owen menyusul Gloria.


"Apa?" tanya Gloria tanpa minat.


"Sayang, jangan seperti ini.... aku minta maaf ini semua memang salahku!" mohon Owen sembari membalikkan tubuh Gloria agar menghadapnya. Namun, wanita itu seakan dikuasai amarah dan kekecewaan terhadap sang suami.


"Jika saja kau jujur padaku apa yang sebenarnya terjadi, semua ini tidak mungkin menimpa Jeff!" ucap Gloria dengan intonasi marah.

__ADS_1


"Aku tahu, aku tahu semua ini tidak luput dari kesalahanku. Aku hanya tidak mau membebanimu dengan problem keluargaku."


Gloria mendengkus menahan emosinya. Kali ini ia tak sepemikiran dengan Owen, sebab sejatinya Owen harus berterus terang padanya apapun yang terjadi. Bukankah pria itu yang meminta dia untuk selalu percaya dan akibat kepercayaannya yang besar pada Owen, semua ini jadi terjadi. Ia tidak menyalahkan Owen justru ia menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu naif.


"Sejak awal, aku memang tidak terlalu mengenalmu, Owen! Kau sangat asing bagiku. Kau memiliki kehidupan lain yang tidak bisa ku sentuh bahkan tidak boleh ku ketahui," sindir Gloria membuat Owen menghela nafas panjang saat mendengarnya.


"Sayang, aku sudah terbuka padamu dengan semua kehidupan masa laluku...." lirihnya.


"Tapi aku tidak mengenal Paman Markus atau Sean sebagai keluargamu."


"Karena aku memang menjaga jarak dengan mereka!" jawab Owen.


"Dan harusnya kau mengatakan itu kepadaku!" senggak Gloria.


"Baiklah, semua memang salahku!" kata Owen akhirnya dan Gloria kembali menangis di sudut kamar. Memikirkan dan membayangkan bagaimana nasib bayinya yang hampir seharian penuh tidak ia lihat lagi kondisi dan keadaannya.


"Sekarang, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" tanya Owen mencoba mendekati istrinya namun Gloria enggan disentuh kembali oleh Owen, ia menepis lengan Owen yang hendak memegang jemarinya.


Owen tak memaksa, sebab ia tahu istrinya sedang dalam mode marah. Ia hanya menatap lekat kearah netra sang istri.

__ADS_1


"Kau masih memiliki kepercayaan padaku, hmm?" tanya Owen yang bersimpuh dilantai, didepan kaki Gloria. Ia mengadah pada wanita yang duduk dipinggiran tempat tidur itu.


"Entahlah," kata Gloria menyeka airmatanya.


"Hhh...." Owen menghela nafas singkat. "Aku ingin menanyakan satu hal padamu mengenai Richard...." sambungnya.


Gloria mengernyit dan menatap heran pada Owen. Kenapa kini suaminya bertanya tentang Richard?


"Kenapa dengan dia?"


"Apa kau menjalin komunikasi lagi dengannya?"


Gloria menggeleng. "Kenapa kita jadi membahas Richard?" tanyanya tak mengerti.


"Aku tidak sengaja melihatnya berada dikediaman Paman Markus. Entahlah, aku tidak mengerti kenapa dia ada disana."


"Maksudmu, dia terlibat dengan hal ini? Itu tidak mungkin... Richard dan aku sudah benar-benar tidak berkomunikasi. Kau sendiri yang mengatakan jika Richard sudah menikah dengan wanita bernama Gabby. Setahuku Gabby adalah mantan pelayan yang pernah bekerja di Mansion Richard," kata Gloria sembari menggelengkan kepalanya bingung.


"Hubungan kalian berakhir tidak baik. Kau kabur dari Mansionnya.... aku merasa dia masih memiliki dendam pada kita," kata Owen menyampaikan pendapatnya.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi bukannya waktu itu kalian sudah bicara baik-baik.... semuanya sudah baik-baik saja Owen. Aku juga tidak tahu kenapa Richard bisa mengenal Paman Markus...."


******


__ADS_2