Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Menikmati kebersamaan


__ADS_3

"Sepertinya kita gagal menyaksikan terbitnya fajar Meteora," kata Gloria sembari mengeringkan rambutnya didepan meja rias.


"Hemm...." Owen hanya bisa berdehem demi menjawab istrinya. Gagalnya melihat fajar meteora dikarenakan mereka bangun kesiangan ditambah melanjutkan aktivitas tambahan di kamar mandi.


"Setelah ini, aku akan menemui Jeff dulu," kata Gloria yang diangguki oleh suaminya.


Selepas bersiap, keduanya meninggalkan kamar mereka lalu menuju kamar Karina, mengucapkan terima kasih pada wanita setengah baya itu-- yang telah menjaga Jeff semalaman. Sebenarnya, Gloria merasa bersalah karena mengabaikan Jeff, syukurnya puteranya itu seolah mengerti dengan keadaan. Jeff sama sekali tidak rewel dan tenang bersama Karina.


Mereka membawa Jeff untuk kembali ke kamar yang mereka tempati, lalu menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama-sama. Setelah puas dan Jeff kembali tertidur pulas, mereka kembali menitipkan sang putera pada pengasuhnya sebab perjalanan mereka selanjutnya tidak akan mengikutsertakan Jeff, mengingat situasi dan kondisi tempat yang akan mereka datangi tidak memungkinkan hal itu.


Tujuan mereka selanjutnya adalah Gunung Lycabettus.


Mereka pun memulai hiking untuk menjangkau gunung itu. Perjalanan itu penuh sukacita dan keakaraban dari keduanya. Owen selalu membantu Gloria dengan keahliannya dalam banyak hal apapun, termasuk mendaki seperti ini.


"Jika kau lelah, kita menggunakan metode lain... tidak perlu mendaki," usul Owen karena tak yakin dengan keadaan istrinya yang sudah ia gempur habis-habisan semalaman tadi.


"Benarkah? Apakah bisa?" Gloria tampak semringah dengan usul itu.


"Bisa sayang, kita bisa memilih moda transportasi kereta gantung yang berangkat dari Ploutarchou dan Aristippou," terang Owen.


"Baiklah, sepertinya itu lebih baik," kata Gloria tersenyum.


Akhirnya mereka menaiki kereta gantung dan menikmati pemandangan dari atasnya. Pemandangan itu sangat indah, dari atas sini mereka juga bisa sekalian melihat banyak tempat seperti Basin Attica, Laut Aegea, serta kapel St. George.


Saat mereka tiba di Gunung, bertepatan dengan momen pemandangan matahari yang terbenam disana. Tentu itu sangat membuat Gloria antusias. Mereka beberapa kali melakukan swafoto demi mengabadikan kebersamaan momen bulan madu mereka.


Di sini juga ada kafe kecil dengan sajian kuliner yang menggugah selera, sehingga mereka tak takut kelaparan. Mereka pun tertarik untuk mencoba beberapa menu yang disajikan sembari berbincang ringan.


"Apa kau senang dengan tempat pilihanku?"


"Tentu saja, berapa kali aku harus mengatakannya," ucap Gloria menggenggam tangan suaminya mesra.


Sebenarnya Owen membebaskan Gloria untuk memilih tempat tujuan bulan madu mereka. Namun, berhubung istrinya menolak untuk memilih sehingga ia memilihkan Yunani sebagai destinasi pilihan dan syukurlah Gloria sangat antusias saat berada di negara ini.

__ADS_1



Owen mengurung tubuh Gloria dengan tubuhnya, menatap netra wanita itu lekat-lekat. "Maukah kau berjanji satu hal padaku?" tanyanya serius.


"Apa?"


"Apapun yang terjadi, percayalah padaku...."


Gloria mengangguk. "Aku percaya padamu. Tapi, bisakah kau melakukan hal serupa? Percaya padaku?"


"Of course...." Owen mengecup puncak kepala istrinya dengan penuh kelembutan, menyalurkan semua cintanya khusus untuk sang wanita. Ia tidak tahu, kenapa ia bisa merasakan getaran dan rasa sehebat ini untuk seseorang yang juga telah melahirkan puteranya ke dunia.


"Terima kasih, kau telah mau menerimaku. Segala kekuranganku, keburukan ku, serta mau melahirkan darah dagingku," bisik Owen diceruk leher Gloria. Melupakan semua orang yang berada disana. Menganggap dirinya hanya berdua dengan Gloria.


Gloria sedikit terkesiap dengan aksi intens suaminya didepan publik. Sesungguhnya ia merasa menjadi wanita paling dicintai, namun ia masih merasa canggung apabila Owen selalu bersikap masa bodoh seperti ini. Ia memiliki rasa malu, apalagi kultur dan budaya yang telah melekat dalam dirinya seumur hidup membuatnya merasa tindakan Owen terlalu vul gar untuk dipamerkan pada khalayak ramai.


"Kau menolakku, Honey?" tanya Owen saat ia ingin menyatukan bibir mereka tetapi Gloria justru menghindar.


Owen terkekeh. "Mereka semua asyik dengan diri mereka sendiri dan juga pasangan mereka. Mereka yang ada disini tidak memedulikan kita. Mereka juga tidak mengenal kita, kau terlalu sering bersikap sungkan padahal orang lain tidak memperhatikanmu." Owen tertawa pelan.


"Jadi?"


"Jadi, abaikan mereka semua dan hanya fokus padaku saja!" ujar Owen dengan rasa cueknya. Tanpa menunggu jawaban Gloria, ia segera menautkan bibir mereka satu sama lain kemudian menciumi Gloria dengan penuh has rat.


Gloria membalas ciuman suaminya, ia turut larut dalam momen dan keadaan romantis diatas gunung ini. Ia mencoba tak memedulikan yang lainnya seperti saran Owen.


"Lihat, kau yang tidak mau mengakhirinya bukan," goda Owen saat ciuman itu terlepas. Gloria mengu lum senyum dan menunduk malu, ia benar-benar terbawa suasana yang diciptakan oleh suaminya.


______


Keesokan harinya, Owen dan Gloria menjelajahi pulau Zakynthos. Kecantikan atau keindahan dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti yang ada di Pulau Zakynthos.


Meski hanya sebuah pulau kecil di Yunani, Pulau Zakynthos menyimpan banyak kecantikan yang dapat ditemukan ketika menjelajahinya.

__ADS_1


Tak heran bila pulau ini dijuluki "To fioro tou Levante" alias "Bunga dari Timur".


Kecantikan pertama yang paling mudah ditemukan adalah pantai-pantainya, yang masih jarang dijamah manusia karena letaknya yang tersembunyi.


Pantai Navagio menjadi salah satu pantai ikonik di Zakynthos, yang menyajikan pantai di teluk kecil yang dikepung oleh lembah-lembah tinggi.


Uniknya, daerah ini tersembunyi sehingga hanya dapat dicapai menggunakan kapal kecil dan tepi pantainya berupa kerikil-kerikil putih dan bukan pasir.



Di Pantai Navagio, ada bangkai kapal MV Panagiotis, yang tenggelam dan terdampar di sana sejak 1980, lalu dijadikan destinasi wisata sejarah.


Owen dan Gloria tiba disana menjelang sore dengan keadaan tempat yang cukup hening dan menenangkan.


"Owen.... tempat ini sangat indah," puji Gloria takjub. Owen hanya berdehem pelan.


"Tapi, kenapa disini sepi sekali? Bukankah ini salah satu destinasi wisata yang digandrungi?" tanya Gloria keheranan.


"Ini bukan musim liburan. Dan lagi, tidak semua orang bisa kesini, apalagi sekarang aku menyewa penuh tempat ini," kata Owen tersenyum licik.


"Maksudmu?" Gloria memicing pada pria itu.


"Tempat ini sudah ku booking seharian. Khusus untuk kita berdua, tidak ada yang akan ke pantai ini selain kita," bisik Owen sensual ditelinga istrinya.


"Kau tahu apa artinya itu, bukan?" ucap Owen lagi.


Gloria menggeleng meski ia tahu intrik Owen kali ini.


"Kita akan melakukannya disini, seperti yang pernah ku katakan padamu. Aku akan melakukannya diruang terbuka. Tapi, tentu saja aku memberi privasi untuk kita, Sayang. Sebab aku tidak mau ada yang menonton kita secara gratis," bisik Owen nakal.


Seketika itu juga tubuh Gloria terasa meremang. Lapisan kulitnya mendadak merinding mendengar nada nakal yang disuarakan suaminya. Sepertinya ia akan larut kembali dalam fantasi yang telah direncanakan sang suami kali ini.


*******

__ADS_1


__ADS_2