
"Apa lagi itu?" tanya Owen saat melihat Jared membawa beberapa file ke ruangannya hari ini.
"Ini berkas yang tertinggal di RC Apartmen, Tuan. Petugas kebersihan menyerahkan padaku sebab merasa ini milik Anda. Apartmen itu akan segera ditempati oleh pemilik barunya, mungkin ada berkas penting, jadi saya membawanya kesini untuk diperiksa ulang," jelas Jared.
Owen memang menjual Apartment itu melalui sebuah iklan. Tak perlu waktu lama, Apartmen itu pun laku dijual. Apartmen itu menyimpan kenangan buruk untuknya, saat ia dalam kondisi mabuk justru mengira Celine adalah Gloria. Ah, mengingat itu selalu membuatnya frustrasi, jadi lebih baik ia segera menjualnya.
Owen mengangguk samar dan mengibaskan tangan pada Jared.
Jared mulai mengabaikan Owen dan fokus pada tumpukan file yang dibawanya, ia takut ada berkas penting terselip disana.
Sedangkan Owen, ia kembali mematut wajah datar didepan laptopnya.
"Tu--tuan..." Suara Jared tiba-tiba terdengar lagi setelah beberapa menit keadaan ruangan hening.
"Hmm?" sahut Owen tak bersemangat.
"Saya menemukan paspor Nona Gloria diantara tumpukan ini."
"Apa katamu?" Owen langsung bangkit dari duduknya, dengan langkah jenjang, ia pun menghampiri posisi Jared yang duduk di sofa sudut ruangannya.
"Ini..." Jared menyerahkan paspor milik Gloria pada Owen.
Owen menggeleng keras. "Bagaimana paspor ini bisa berada di RC Apartmen?" tanyanya.
"Mungkin Nona Gloria sempat membawanya kesana waktu itu!"
Owen bergerak gelisah didalam ruangannya, mencoba berpikir tentang hal apa yang mungkin terlewatkan.
"Setahuku, dia hanya mengunjungi RC Apartmen satu kali untuk menghindari Oxela waktu itu. Kemungkinan, saat itu dia membawa semua berkas penting miliknya dan menyembunyikan itu disana."
"Tapi...." Owen tak melanjutkan kalimatnya, kepalanya memikirkan lagi tentang kemungkinan lain yang bisa saja terjadi.
__ADS_1
"Berkas penting itu bukan cuma paspor, dokumen pernikahannya juga disana, Tuan. Nona Gloria sudah bercerai dengan Tuan Jensen, itu artinya dia sempat datang lagi ke RC Apartmen untuk mengambil dokumen pernikahannya!" papar Jared dengan pemikirannya.
"Kau benar! Dia pasti pernah berkunjung lagi ke Apartemen itu untuk mengambil semua berkasnya."
Owen menatap lagi pada paspor milik Gloria yang kini ada ditangannya.
"Kemungkinan paspor ini tidak sengaja tertinggal, dia hanya mendapatkan dokumen pernikahannya saja, right?"
"Sepertinya begitu, Tuan."
Jared langsung mencari-cari sesuatu lagi diantara tumpukan file yang tadi dia bawa dari RC Apartmen. Sepersekian detik berikutnya, dia menemukan apa yang dia cari.
"Saya akan melihat waktu kedatangan Nona Gloria ke RC Apartmen melalui ini," ucap Jared sembari menunjukkan flashdisk kehadapan Owen.
Owen mengangguk, penemuan paspor Gloria ini membuat mereka harus menyelami lebih dalam kejadian yang terlewat melalui rekaman CCTV Apartmen.
Namun secara mendadak, Owen mengingat saat dulu Oxela sempat melihatnya berhubungan dengan Gloria dari CCTV. Ia tak mau Jared juga melihat rekamannya saat bersama Celine di Apartmen pada malam itu.
"Tapi, Tuan..."
"Sudahlah, setidaknya paspor ini sudah menjadi jawaban bahwa Gloria masih berada di Negara ini meski entah dikota mana, karena dia tidak akan bisa bepergian tanpa paspornya."
____
Owen mengusap kasar wajahnya sendiri. Berkutat dengan laptopnya seharian suntuk, untuk menemukan waktu kedatangan Gloria ke RC Apartmen--saat wanita itu mengambil kembali semua berkas pentingnya.
"Pantas saja Richard mengatakan dia tak tahu dimana Gloria menyembunyikan dokumen itu! Aku pikir justru Richard yang menyembunyikannya agar mereka tidak berpisah, ternyata semua itu justru berada di Apartmen ku sendiri!" Owen berdialog dengan dirinya sendiri.
Mencari yang ingin dilihatnya dalam CCTV, tidak semudah kelihatannya, sebab ia harus fokus agar tak melewatkan apapun. Apalagi kejadian ini pasti terjadi sudah lumayan lama.
"Gloria..."
__ADS_1
Owen menghentikan rekaman yang berputar, dalam rekaman itu ia melihat Gloria didepan pintu Apartemennya dan sedang bergerak gelisah.
Owen kembali memutar rekaman itu lalu mengamatinya dengan seksama. Sekarang, tampilan CCTV itu kembali bergerak, menampilkan tangan Gloria yang terulur untuk menekan bel pintu.
Tidak menunggu lama, pintu itu dibukakan dari dalam dan Owen sangat terkejut saat melihat siapa yang membukakan pintu untuk kedatangan Gloria saat itu.
"Aku?" ucapnya, sedetik kemudian diapun tertawa sumbang. Matanya melirik waktu yang tertera pada rekaman CCTV itu, menunjukkan jika kedatangan Gloria saat itu adalah ketika hari sudah sangat larut malam.
Owen menyandarkan punggungnya dengan lemas. Kemudian, dia tertawa terbahak-bahak. Tepatnya dia sedang menertawakan kebodohan dirinya sendiri.
Owen tidak melanjutkan lagi tontonannya di rekaman itu, ia menghentikannya saat rekaman tengah menunjukkan adegan dia mencium Gloria dengan sangat ganas.
"Celine, aku ingin bertemu denganmu malam ini," ucapnya begitu panggilan tersambung pada Celine.
"Baiklah, aku akan menunggumu menjemputku di Apartmen." Celine menjawab dengan riang.
"Tidak, temui saja aku di rooftop Apartmenmu malam ini."
"Ada apa, Owen? Apa ada masalah?" Celine menangkap nada lain di suara Owen kali ini.
"Ya dan kita akan membereskan masalah itu," jawab Owen sembari memutus panggilannya.
Owen pun geleng-geleng kepala, bagaimana bisa dia begitu bodoh. Padahal dia sudah sangat yakin jika malam itu adalah Gloria, namun karena dia mabuk, dia pun menjadi ragu lalu langsung menanyakannya pada Celine.
Tidak disangka, Celine justru mengakui bahwa yang datang ke Apartmen Owen itu memanglah dirinya. Lalu, tanpa berdosa Celine juga mengatakan tentang traumanya mengenai kejadian malam itu, membuat Owen merasa bersalah pada Celine selama setahun belakangan ini.
Apa kata yang tepat untuk wanita itu? Dia telah memperdaya ku! batin Owen menyesal telah mempercayai Celine selama ini.
"Jelas saja aku mengenali Gloria malam itu! Sia lan..." umpatnya kemudian.
******
__ADS_1