Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Pasca menikah


__ADS_3

Gloria harus merelakan kakak beserta kedua orangtuanya kembali ke Indonesia hari ini setelah hampir seminggu melewati waktu bersama-sama. Ia, Owen dan Jeff mengantarkan kepulangan keluarganya sampai Bandara.


"Kau baik-baik saja, Sayang?" tanya Owen padanya yang mematut wajah lesu.


"I'm fine, hanya saja aku masih heran kenapa Hans tidak mau menetap disini dan menerima tawaran pekerjaan yang kau berikan," jawabnya lesu.


"Sudahlah, itu sudah menjadi pilihannya dan kita harus menghargai itu," kata Owen sembari merangkul sang istri.


Mereka keluar dari area Bandara dan memasuki mobil.


"Apa kau ingin makan siang diluar?" tanya Owen.


"Boleh juga."


"Mau makan apa?"


"Ehm...." ia mengetuk-ngetuk jari didepan bibir, mencoba berpikir. "Chinese food, boleh?" usulnya.


"Tentu saja boleh," kekeh Owen sambil mengacak rambutnya gemas.


Mobil yang dikendarai Owen mulai berjalan membelah jalanan, setelah berkendara beberapa saat mereka tiba di sebuah Restoran Cina yang ada di kota itu. Owen membantunya mendorong stroller Jeff, lalu mereka duduk di sebuah meja yang dipersilahkan oleh seorang pelayan Restoran dan memesan beberapa menu makanan.


"Kenapa kau senyum terus?" tanyanya pada Owen yang tampak sering mematut senyum.


"Tidak boleh?"


"Tentu saja boleh, aku hanya ingin tahu alasannya," jawabnya terkikik.


"Alasannya karena sekarang aku sudah bersamamu dan Jeff... aku bahagia," terang Owen sembari mengelus tangannya yang ia letakkan diatas meja.


"Aku juga bahagia," jawabnya sembari menatap Owen dengan senyum tercerah.


Tak lama, makanan mereka datang dan mereka mulai menikmatinya. Kalimat bahagia yang ia sampaikan pada Owen bukan hanya dibibir saja, sejak dulu, tepatnya sejak mengenal Owen, memang hidupnya terasa berbeda.


Dulu, saat ia tiba di Negara ini. Ia seperti orang bodoh. Richard jarang mengajaknya berkeliling, bahkan mengajaknya makan bersama diluar pun tidak pernah. Ia merasa hidup terpenjara didalam Mansion Richard, meski sebenarnya Richard membebaskannya untuk kemanapun.


Sekarang, hidupnya terbilang berubah drastis, Owen memanjakannya. Hingga terkadang ia nyaris tak pernah menghadapi kesulitan jika bersama Owen. Bukan setelah menikah saja, perasaan semacam itu bahkan sudah ada sejak dulu, saat mereka masih tinggal bersama.


"Honey, kau melamun?" Pertanyaan Owen membuatnya tersadar dari lamunan. Ia tidak bermaksud membandingkan Richard dengan Owen, bagaimanapun Richard pernah menjadi pilihannya, dulu.


"Tidak, aku hanya memikirkan tentang kita," sanggahnya.


"Tentang kita? Ada apa tentang kita? Semuanya baik-baik saja, bukan? Apa ada yang tidak baik?"

__ADS_1


"No.... aku hanya berpikir kenapa akhirnya kau bisa jatuh cinta padaku, padahal dulu kau sangat sulit mengartikan perasaanmu," kilahnya.


"Hahaha, dulu aku saja yang terlalu naif, Baby .... setelah kau pergi aku baru merasakan cinta itu begitu kuat. Dengar, jangan pernah mencoba untuk pergi lagi dariku!" Owen menatapnya lekat, namun disertai senyuman penuh intimidasi.


"Baik, Tuan. Jika Hamba pergi lagi, itu berarti Hamba wanita terbodoh. Sebab Tuan adalah yang terbaik," kelakarnya dengan suara yang dibuat-buat, membuat Owen tergelak geli.


________


Kehidupan pasca menikah yang dijalani Owen dan Gloria benar-benar membuat keduanya sama-sama ingin belajar. Bukan hanya belajar menjadi pasangan pengantin baru yang saling memahami, tapi juga belajar menjadi orangtua yang lengkap bagi baby Jeff.


Lengkap dalam arti tidak berat sebelah. Tidak hanya Gloria yang lelah merawat Jeff, namun Owen juga ikut andil menjagai puteranya itu. Ia merasa sudah cukup banyak melewatkan momen-momen terpenting dalam hidup Gloria dan ia sangat merasa bersalah.


Bukan hanya tidak menemani Gloria saat mengandung, tapi juga saat terberat Gloria ketika menahan sakitnya proses melahirkan. Ia bertekad tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, ia tidak mau menyakiti Gloria sedikitpun. Ia akan berusaha menjaga Gloria dan puteranya.


Namun, kedatangan Celine siang itu menjadi awal pertengkaran mereka untuk pertama kalinya sejak berstatus suami istri.


_______


"Owen...." suara seseorang yang memasuki Mansion dan langsung memanggil Owen, cukup mengganggu pendengaran Gloria, sebab itu adalah suara seorang wanita.


"Celine... kau disini?" tanya Gloria dengan kernyitan heran.


Celine mengangguk. "Apa Owen ada?" tanyanya.


"Ada, sedang dipekarangan belakang bersama Jeff," jawab Gloria.


Sebenarnya, sebagai seorang wanita dan seorang istri, Gloria cukup merasa terganggu dengan sikap Celine yang tetap mengakrabkan diri dengan Owen. Benar jika Celine sudah menyesali perbuatannya dimasa lalu, benar juga jika wanita ini telah mengucapkan permintaan maaf pada Owen maupun pada Gloria, namun tetap saja didalam hati Gloria merasa tidak pantas jika Celine terus bersikap seperti ini.


Tapi, apa Gloria bisa mencegahnya? Ia tidak tahu seberapa penting Celine dimata suaminya.


"Baiklah, biar aku panggilkan."


"Tidak usah repot, Gloria. Biar aku yang menemuinya di belakang." Celine berucap sembari melangkahkan kaki, tanpa menunggu persetujuan dulu dari bibir Gloria.


Gloria menghela nafas pendek, kemudian mengikuti langkah Celine, tentu ia tak mau membiarkan suaminya hanya berdua bersama Celine meski ada baby Jeff diantara mereka.


Gloria memperhatikan dalam diam saat Celine menyapa Owen. Rupanya wanita itu ingin menyerahkan beberapa berkas kantor kepada suaminya karena seminggu ini Owen tidak datang ke perusahaan sejak mereka resmi menikah.


"Kau tidak perlu repot, Celine. Biar ini diantarkan oleh Jared," tandas Owen saat menerima berkas itu dari Celine.


"Jika hanya ingin menyerahkan itu, kau juga bisa menitipkannya padaku tadi ...." timpal Gloria, membuat Celine dan Owen menatap kearahnya.


"Tidak apa, Gloria. Aku juga sekalian ingin menanyakan kabar Owen," jawab Celine tersenyum.

__ADS_1


Gloria menggeleng samar. Tidak habis pikir dengan jawaban Celine.


"Aku sangat baik, seperti yang kau lihat," kata Owen terkekeh.


"Ya, untuk itu aku ingin memastikannya dengan melihatmu langsung."


"Oh my...." gumam Gloria sembari semakin berpikiran tak baik mengenai Celine.


Apa benar wanita itu sudah rela Owen menikah dengannya? Kenapa tiba-tiba ia menjadi kesal? Sikap Celine memang ramah, tapi tidak pernah ada yang tahu apa yang dipikirkan seorang Celine, bukan?


"Sebaiknya kau segera kembali ke kantor, Celine." Owen melihat Gloria yang wajahnya berubah suram. Sepertinya istrinya tengah cemburu. "Lain kali tidak usah repot menyerahkan ini sampai datang kesini di jam kerja, biar nanti Jared saja," pungkas Owen.


"Baiklah, setelah kau tanda tangani, apa mau ku jemput semua berkas itu?" tanya Celine yang tak merasa sikapnya salah.


"Tidak usah, sudah ku katakan ini biar menjadi urusan Jared."


Celine pun berpamitan pada Gloria, bahkan mencium kedua pipi Gloria dengan akrab. Namun, Gloria sudah hilang respect terhadap wanita itu.


"Kau kenapa, Sayang? Kenapa mendiamkan aku seharian ini?" tanya Owen saat mereka sudah bersiap untuk tidur di malam harinya.


"Aku tidak menyukai Celine," jawab Gloria terus terang.


"Bukannya kemarin masih baik-baik saja?" tanya Owen heran.


"Seharusnya dia bisa menitipkan berkasnya padaku, jika benar-benar hanya ingin meyerahkan berkas itu padamu. Kenapa harus bertemu dan tatap muka, lalu menanyakan kabarmu. Apa dia pikir aku menyiksamu?" omel Gloria membuat Owen menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jadi karena itu.... mungkin dia hanya ingin menyerahkan langsung kepadaku."


"Apa dia pikir aku akan menyembunyikan berkasnya dan tidak memberitahumu, begitu?"


"Bukan begitu sayang," kata Owen pelan. Ia memegang kedua pundak Gloria untuk menenangkannya.


"Lalu, karena dia merindukanmu, kan? Kau tidak masuk ke kantor selama seminggu dan dia merindukanmu. Ya, jelas saja begitu!"


Owen terkekeh pelan. "Are you jealous, Baby?"


"Tentu saja aku cemburu!" jawab Gloria cepat.


Owen mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Tidak usah cemburu, aku tidak memilihnya, kau yang menjadi pilihanku...."


Gloria menggeleng. "Kau pernah memilihnya, jika saja kenyataan itu tidak pernah kau ketahui, mungkin sekarang kalian sudah menikah," marah Gloria.


"Astaga sayang...."

__ADS_1


"Sudahlah, aku mau tidur!" Gloria memunggungi Owen yang tampak kebingungan sebab baru kali ini ia melihat sikap cemburu Gloria.


********


__ADS_2