Pesona Lelaki Simpanan

Pesona Lelaki Simpanan
Berpura-pura


__ADS_3

"Gloria sudah ditemukan dan dalam keadaan baik-baik saja. Apalagi yang kau tunggu?"


Pria itu diam mencerna ucapan seseorang-- yang terdengar lewat saluran telepon-- yang tersambung padanya.


"Aku tidak bisa membohongi Oxela terus-menerus. Lagipula, Jeff sudah terlalu lama di kediaman James. Biarkan Gloria dan Jeff bertemu," kata seseorang itu lagi.


"Aku akan memikirkannya. Aku masih menunggu si tua bangka itu membusuk dengan sendirinya didepan mata kepalaku dan Richard akan habis ditanganku."


"Baiklah, Owen. Balaskan dendammu secepatnya, sebelum posisi Gloria sekarang, kembali diketahui oleh Richard!"


"Hmm, perketat penjagaan Mansionmu."


"Itu pasti," sahut seseorang dari seberang sana.


Telepon pun terputus, pria itu segera menonaktifkan ponselnya, lalu menyimpan benda itu disebuah kotak rahasia yang dia sembunyikan dibawah ubin kamar yang ia tempati.


Dia membuka lemari pakaiannya dan mulai bersiap untuk melakukan misi hari ini.


Setelah berpenampilan rapi, ia keluar dari kamar pribadinya yang ada di paviliun belakang Mansion megah itu.


Ia kembali memasang wajah datar dan bersiap mengikuti instruksi yang akan Richard berikan hari ini walau sebenarnya ia amat muak melakukannya.


"Nico, apa Tuan Richard menyalahkanmu atas kaburnya wanita itu kemarin?" Seorang rekan yang bekerja sebagai pengawal pribadi Richard--menyapanya-- ketika ia berada di koridor.


"Begitulah," jawabnya singkat.


"Aku dengar wanita itu mantan istri Tuan Richard."


"Bersiaplah untuk kerja, Alex! Apa kau mau dipecat karena bergosip?" sindirnya.


Pria bernama Alex itu menyengir, kemudian berjalan beriringan bersamanya untuk menuju ruangan Tuan Richard yang terhormat.


Sesampainya disana, mereka berkumpul dengan yang lainnya, membentuk barisan rapi dihadapan pemimpin mereka sekarang yaitu Richard.


"Seharusnya kalian sudah tahu tugas kalian hari ini... sebagian menjaga Mansion seperti biasa dan sebagian lagi mencari Gloria!" titah Richard dengan gaya memimpinnya yang arrogant.


"Dua kemungkinan, wanita itu kabur ke Mansion lamanya. Atau pergi ke Mansion adik iparnya!" kata Richard lagi.


"Kami harus mencari kemana, Tuan?" tanya seseorang dari perkumpulan mereka.


"Carilah di Mansion adik iparnya!" ucap Richard, membuatnya terkekeh dalam hati, karena itu sudahlah ia duga sebelumnya.

__ADS_1


"Nico..." Rupanya Richard memanggilnya.


"Ada apa, Tuan?"


"Kau tidak usah ikut, berjagalah di Mansion ini. Temani Prof. Jamie untuk mengontrol keadaan Ayahku."


"Baik, Tuan." Ia merasa Richard mulai takut jika ia akan menyelamatkan Gloria lagi kali ini, sehingga membiarkannya tetap berada di Mansion.


Apa Richard mulai mencurigainya, sekarang? Tidak, Richard sudah mengira bahwa ia telah kehilangan ingatan masa lalunya.


Kelompok orang-orang yang bekerja dibawah tangan Richard mulai bubar dan ambil posisi masing-masing. Ada yang pergi melakukan misi pencarian Gloria, menjaga Mansion dan ada pula yang mengurus keperluan lain untuk bisnis gelap yang masih dipegang oleh Paman Markus.


Meski ia kecewa karena ditugaskan untuk tetap di Mansion dan bukannya mencari Gloria, namun pekerjaannya kali ini juga cukup membuatnya senang.


Mengontrol keadaan Paman Markus yang mulai sekarat. CK!


Richard berjalan cepat didepannya dan ia berjalan tegap dibelakang pria itu. Meski statusnya sekarang adalah kacung untuk Richard, namun siapa sangka jika ia bisa tahu jelas apapun pergerakan orang-orang di Mansion ini sekarang.


Dengan berpura-pura melupakan segalanya, membuatnya bisa mengontrol dan tahu gerak-gerik serta rencana jahat Richard.


Seperti saat ini, ia tahu pasti jika orang-orang Richard akan mencari Gloria di Mansion Jade, sehingga sejak awal ia sudah meminta Jade untuk memperketat penjagaan disana, itu sebabnya ia cukup tenang sekarang. Perkiraannya benar bahwa Richard pasti menyuruh orang-orangnya mencari Gloria disana.


"Prof. Jamie...." Richard menyapa profesor andalan yang kini berada dihadapan mereka.


"Apalagi yang harus kita lakukan untuk pengobatan Ayahku? Sudah dua bulan ini aku melihat lukanya tidak membaik bahkan semakin parah."


Prof. Jamie meliriknya sekilas, ia pura-pura tidak melihat pada sang Profesor.


"Hari ini saya akan kembali menyuntikkan obat yang biasa. Tapi kali ini saya akan menambahkan formula baru untuk mempercepat pengeringan luka bakarnya," terang prof. Jamie.


"Apakah itu ampuh?" Richard bertanya sembari tampak memikirkan ucapan sang Profesor.


"Anda tidak usah meragukannya. Formula baru ini sudah di uji coba sebelumnya. Luka bakar yang diderita Tuan Markus cukup parah, jadi memang tidak bisa membaik dengan sangat cepat. Ini akan berproses. Meski begitu, keadaan di organ dalam tubuhnya sudah lebih baik sekarang, walau yang tampak diluar masih sangat parah," pungkas sang Profesor.


"Baiklah, aku menyerahkan semuanya padamu. Aku mengandalkan mu, Prof!" imbuh Richard.


Sekali lagi Prof. Jamie melirik padanya dan ia hanya tersenyum tipis pada pria itu. Tentu lirikan dan senyuman itu punya arti tersendiri bagi mereka berdua.


Paman Markus memang tengah sakit saat ini. Pria tua itu menderita luka bakar yang cukup parah hampir di 80% tubuhnya. Itu semua terjadi karena peristiwa pembakaran ruang bawah tanah yang dulu menjadi tempat penyekapannya.


Jangan tanyakan kenapa ruangan itu bisa terbakar, tentu semua adalah rencananya. Ia yang membakar tempat itu untuk menyelamatkan diri. Disaat bersamaan, Paman Markus sedang berada disana untuk melihat keadaannya bersama dua orang penjaga dan tanpa didampingi Richard. Ia berkelahi dengan Paman Markus, menyebabkan pria tua itu jatuh, lalu ia pun membakar tempat itu.

__ADS_1


Seorang penjaga tewas karena terpanggang si jago merah. Sementara, Paman Markus menderita luka bakar yang cukup parah. Satu penjaga lainnya berhasil lolos, sama seperti dirinya.


Meski begitu, Richard memanfaatkan hal itu. Mengatakan pada keluarganya bahwa dialah yang meninggal dalam insiden kebakaran itu.


Jade dan Jared dibiarkan mengurus pemakaman jenazah itu dan ia tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan keadaan itu dengan memberitahu yang sebenarnya pada saat Jade dan Jared datang berkunjung ke Mansion Paman Markus-- untuk mengurus jenazah yang ternyata bukanlah dirinya.


Flashback On


"Owen?" Jade terkejut mendapati Owen yang masih hidup dan menemuinya. Padahal ia yakin baru saja mengurus jenazah Owen untuk di otopsi di Rumah Sakit. Ia mengurungkan niat untuk ikut ke Rumah Sakit, biarlah Jared yang mengurus itu agar tidak ada yang mencurigai jika dirinya masih berada dikediaman Paman Markus sekarang. Ia pun justru mengikuti langkah Owen yang mengendap-endap di puing-puing bekas kebakaran itu.


Sampai ditempat paling sudut, Owen menghentikan langkah dan berbalik menatap Jade.


"Biarkan semua orang tahu bahwa aku telah tewas seperti ucapan Richard. Beritahu Jared apa yang terjadi. Aku akan menghubunginya nanti. Bisakah kau memberiku akses untuk itu?"


Jade tak segan memberikan satu ponsel miliknya untuk memudahkan Owen melakukan komunikasi ke luar Mansion terutama untuk menghubunginya dan Jared.


"Ambilah. Tapi, apa yang harus ku katakan pada Oxela?"


"Katakan juga padanya aku sudah tewas, ini semua untuk melindungi kalian. Aku akan bergerak pelan untuk membalas semua perbuatan Paman Markus, Sean dan Richard setelah Gloria ditemukan. Mereka yang membuat keluargaku terpecah belah," tekad Owen.


"Baiklah. Apa kau baik-baik saja?"


Owen mengangguk.


"Aku pikir kami memang sudah kehilanganmu....” lirih Jade.


Owen tersenyum tipis. "Aku titip Oxela. Ah, sekalian lihatlah kondisi Jeff di Mansion James sesekali. Jangan katakan pada Oxela mengenai ini. Aku hanya ingin melindungi kalian semua agar tidak dicurigai," pinta Owen.


"Lalu, bagaimana denganmu? Apa tidak sebaiknya kau ikut kabur denganku saat ini?" tanya Jade lagi.


"Tidak, awalnya aku ingin berniat kabur. Tapi aku punya misi lain. Kakak James adalah profesor kepercayaan Paman Markus. Selama ini dia memberiku suntikan yang semua orang mengira akan melumpuhkan daya ingatku. Awalnya aku juga mengira begitu, tapi ternyata itu hanya suntikan vitamin dan obat penenang."


"Jadi?"


"Jadi setelah ini aku akan berpura-pura tidak mengingat masa laluku. Biarkan mereka menangkapku dan memberikanku identitas baru."


"Apa kau yakin?"


"Ya, dengan begitu aku akan tahu rencana mereka selanjutnya. Aku juga ingin tahu keberadaan Gloria. Pergilah dengan cepat, Jade! Jangan ada yang tahu mengenai hal ini. Aku akan menghubungimu atau Jared nanti. Thanks untuk ponselnya," kata Owen sembari berbalik menuju sebuah pintu yang ada disana.


Flashback Off

__ADS_1


****


__ADS_2