
Semua acungan senjata yang mengarah pada Owen telah diturunkan sesuai titah yang Richard berikan.
Owen diam saat Richard melayangkan tinju pertama ke arahnya. Ia justru tersenyum tipis mengejek kearah Richard.
Richard hendak melakukan pukulan kedua namun Owen menangkisnya. Perkelahian itu terjadi dan disaksikan oleh semua orang penjaga yang ada disana.
Owen melirik sekilas saat keadaan telah aman dan sesuai dengan rencananya. Tanpa satupun menyadari, Jeff telah digendong keluar dari ruangan bawah tanah untuk diselamatkan oleh seorang yang tadi menggendongnya. Dia adalah orang suruhan James. Inilah rencana mereka yang pertama, menyelematkan Jeff lebih dulu.
Owen jelas kalah dengan serangan yang Richard berikan. Selain karena kondisi tubuhnya yang masih lemah dengan luka dalam yang belum sepenuhnya mengering, yang menjadi fokusnya juga bukanlah kemenangan melawan Richard melainkan misi penyelamatan Jeff.
Richard terkekeh - kekeh saat melihat Owen terbatuk dan mengeluarkan banyak darah lewat mulutnya. Ia menyeringai puas, belum menyadari sesuatu yang hilang dari ruangan itu.
"Dengan kondisi lemah saja kau masih berani menantang ku!" sungut Richard disertai decihan keras.
Owen memegangi perutnya sendiri. Sepertinya luka diperutnya akan kembali memburuk, tapi itu akan memberi James kesempatan untuk menemuinya lagi untuk merancang rencana lain yaitu giliran mengeluarkan Owen dari ruang penyekapan.
"Rasanya aku ingin sekali membunuhmu! Tapi, aku tidak sabar melihat obat itu bereaksi. Aku ingin kau tunduk padaku dan benar-benar melupakan jati dirimu!" Richard menunjuk wajah Owen dengan kekehan keras.
Namun, suasana hening menyadarkannya seketika sebab tadinya ia masih mendengar sayup-sayup rengekan bayi.
Richard menoleh ke kiri dan kanan. Mencari sesuatu yang sempat ia abaikan. Jeff? Dimana Jeff?
"Bayinya? Mana bayi itu?" Richard bertanya pada semua pengawal yang ada disana. Namun keadaan selanjutnya justru kacau sebab semua orang disana tak ada yang mengetahui jika Jeff telah dilarikan keluar dari ruangan pengap itu.
"Breng sek!" umpat Richard. Ia menatap Owen yang kini justru terkekeh-kekeh diujung sana sambil masih memegangi perutnya sendiri.
__ADS_1
"Kau mengelabui ku, sia lan!" Richard mendengus-dengus keras. Nafasnya tak beraturan.
"Apa yang kalian tunggu! Cari bayi itu disekitar sini atau dimana saja!" pekiknya pada semua penjaga yang kebingungan karena semua yang terjadi tanpa disadari. Sejak tadi mereka mengalihkan atensi melihat pertikaian Owen dan Richard sehingga melupakan penjagaan pada Jeff, lagipula mereka tak menyangka jika ada seorang dari mereka yang akan membawa Jeff keluar dari ruangan itu.
_____
"Sudah ku bilang rencanamu sangat gila!" James menceramahi sembari mengobati luka jahitan diperut Owen yang jahitannya kembali terbuka akibat perkelahian dengan Richard beberapa saat lalu.
Owen meringis sambil terkekeh pelan. Yang terpenting baginya adalah Jeff sudah terselamatkan.
"Tapi berkat rencanaku kau jadi bisa datang mengobatiku lagi, bukan?"
James hanya berdecak lidah mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Lalu bagaimana dengan Jeff?"
"Sampai sekarang aku tidak tahu bagaimana bisa kau ada disini!" Owen menghela nafas pendek dan menatap James seolah menuntut jawaban pria itu.
"Sejak pernikahanmu dengan Gloria, aku mencurigai Celine."
"Celine? Apa hubungannya semua ini dengan Celine?"
"Kau terlalu cuek padanya!"
"Untuk apa aku memperhatikannya!" sahut Owen.
__ADS_1
"Dia wanita penuh ambisi. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraannya melalui telepon waktu itu!" James tahu pasti jika Celine tidak akan tinggal diam dengan pernikahan Owen dan Gloria, apalagi waktu itu dia menjadi wanita yang tersingkirkan. Kebaikan Owen terhadapnya tidak membuatnya ingat justru membuatnya lupa diri dan semakin ingin memiliki Owen.
"Apa yang kau dengar?" tanya Owen. ingin tahu.
"Dia mendekati Sean. Dia tahu hubunganmu dengan Sean tidak terlalu baik sejak lama."
"Jadi, kemunculan Sean dalam kehidupanku karena Celine? Tragedi Gloria dan Sean yang terjebak di lift dalam Mal adalah rekayasa?"
"Ku rasa begitu, itu sebabnya aku cukup terkejut saat kau membawa Gloria ke rumah sakitku akibat insiden itu. Kau juga mengatakan bahwa bertemu Sean. Aku jadi berinisiatif untuk menyelidikinya secara diam-diam dibelakangmu!"
"Seharusnya kau mengatakannya padaku sejak awal!"
"Aku berniat ingin mengatakannya padamu, tapi aku pikir ada baiknya aku menyelidiki lebih dulu karena aku tidak tahu motif Sean, kenapa dia mau menyetujui usul Celine untuk mendekati Gloria. Aku tidak menyangka dia akan menyusun strategi penculikan Jeff. Dari penyelidikan ku, aku hanya mengetahui rencana Celine saja!"
"Apa rencananya?"
"Celine berniat memfitnah Gloria didepanmu. Dia merencanakan cerita perselingkuhan Sean dan Gloria didepanmu! Dia semakin kesal saat kau memindahkannya bekerja dicabang lain. Dia juga mengacaukan perasaan Gloria sepulang bulan madu kalian, dia justru berharap Gloria benar-benar akan ada affair dengan Sean saat kau mengajak Sean tinggal di Mansionmu," terang James.
".... Sayangnya, itu tidak sempat terjadi karena kau justru menyuruh Sean tinggal di Apartmenmu dan ternyata Sean juga memiliki rencana sendiri waktu itu. Sean yang telah merusak rencana yang disusun Celine."
"Ya, dan waktu itu justru terjadi penculikan Jeff!" timpal Owen sembari mengusap kasar wajahnya sendiri.
"Yup! Itu rencana yang tidak ku ketahui, karena aku hanya mengikuti jejak Celine. Setelah kejadian itu dia sama sekali tidak muncul untuk datang ke Mansionmu!"
"Astaga ...." gumam Owen. "Lalu, bagaimana bisa kau menyamar menjadi seorang Dokter Mateo?"
__ADS_1
"Itu karena kakakku adalah orang yang cukup dipercaya Markus. Dia sudah lama bekerja dengan Markus dan aku meminta bantuannya untuk menolongmu. Dia merekomendasikan ku menjadi seorang Mateo, dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu."
*****