
Gloria tidak bisa tertidur sebab suaminya belum tiba dirumah padahal hari sudah sangat larut.
Begitu mendengar suara mobil, ia gegas turun dari ranjangnya dan memakai kimono tidurnya. Ia berjalan menuruni tangga demi menyambut kepulangan suaminya.
Gloria terkesiap saat melihat Owen pulang ke Mansion tidak sendirian, melainkan dengan seseorang yang wajahnya terlihat familiar dipandangan mata wanita itu.
"Sayang?" Owen menyapa Gloria, lalu tersenyum tipis. Tapi, Gloria menatapnya dengan kernyitan dalam, apalagi penampilan suaminya yang tampak berantakan.
"Apa yang terjadi? Dan dia... aku seperti mengenalnya," kata Gloria pelan.
"Ah, tidak ada... dia Sean. Kau ingat?"
Gloria mengangguk, kemudian menatap Sean yang tampak seperti orang kurang sehat karena pandangan mata pria itu terlihat sayu dan tubuhnya yang lemas kini ditopang oleh Owen.
"Sean adalah sepupuku."
"Oh benarkah? Aku baru mengetahuinya karena kau tidak memberitahuku waktu itu," kata Gloria terus terang.
"Ya, Sean akan tinggal disini sementara waktu."
Gloria mengangguk samar, meski begitu ia masih merasa ada kejanggalan.
Seorang pelayan berlari masuk dari paviliun belakang kemudian menghampiri ketiganya.
"Maaf Tuan, Nyonya... saya terlambat membuka pintu," kata pelayan itu yang sepertinya terpaksa bangun karena kepulangan Owen yang larut.
"Tak apa, aku sudah membukakan pintu untuk suamiku," jawab Gloria sekenanya.
"Tolong kau antar dia ke kamar tamu." Owen meminta pelayan itu mengurus tentang Sean. Sang pelayan mengangguk dan membantu membawa Sean ke kamar yang ada di sayap kiri ruangan lantai dasar.
Owen merangkul Gloria, hari ini rasanya sangat lelah. "Ayo kita ke kamar, Sayang," ucapnya pelan. Gloria mengangguk dan mengikuti langkah Owen yang membawanya masuk ke kamar mereka.
Sesampai dikamar, Gloria memperhatikan gerak-gerik Owen yang tampak biasa saja seolah tak ingin menjelaskan apapun padanya mengenai Sean. Owen memasuki kamar mandi dan keluar beberapa menit kemudian dalam keadaan yang sudah lebih segar.
"Kenapa tiba-tiba kau membawa Sean kesini?" tanya Gloria saat Owen sudah selesai mandi.
"Tak apa, Sean sepupuku. Tak masalah, bukan?"
Gloria terdiam. Perasaannya menangkap sinyal bahwa ada sesuatu yang Owen sembunyikan darinya.
__ADS_1
"Ku lihat dia seperti kurang sehat. Tidak seperti pertama kami bertemu," gumam Gloria.
"Ya begitulah, Sean sedang kurang enak badan."
Owen naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Gloria ikut melakukan hal yang sama. Mereka saling berhadapan satu sama lain.
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Gloria mengelus wajah suaminya.
"Tidak ada, tidurlah.... sudah sangat larut, lain kali tidak perlu menungguku pulang." Owen mengecup bibir istrinya sekilas lalu kembali ke posisi ya dan memejamkan matanya.
Sebenarnya Gloria juga ingin menanyakan perihal ucapan Celine siang tadi, mengenai tempat bulan madu yang membuat hati Gloria memanas. Tapi melihat suaminya tampak lelah, akhirnya Gloria memilih diam dan memutuskan untuk tidur.
______
Pagi-pagi sekali, Owen dan Gloria sudah berada di meja makan untuk sarapan. Kali ini, Sean ikut serta disana bersama mereka. Sedangkan Oxela dan Jade memang tidak ada karena sudah pulang ke Mansion mereka sejak sore kemarin.
"Bagaimana keadaanmu, Sean?" tanya Owen sambil mengunyah sarapannya.
Sean mengangguk pelan. "Sudah lebih baik," jawab pria itu.
Gloria menuangkan kopi untuk Owen dan Sean lalu menyajikannya pada kedua pria tersebut.
Gloria hanya mengangguk pelan.
Owen berdehem. "Sean, hari ini Jared akan mengantarmu ke Apartmenku. Lebih baik kau disana karena aku tidak mau istriku merasa tidak nyaman dengan keberadaanmu disini," katanya.
"Baiklah," jawab Sean menurut.
Gloria memperhatikan interaksi keduanya. Ia dapat menebak jika ada sesuatu yang terjadi dan kedua pria ini sedang menyembunyikan darinya. Namun, sebisa mungkin Gloria tak mau memasang wajah curiga. Ia akan mencari tahu secara diam-diam.
"Owen, bisakah aku bicara padamu?" tanya Gloria.
"Tentang?"
"Tentang kita," jawab Gloria. Ia tidak tahan ingin menanyakan mengenai pernyataan Celine, karena Gloria adalah wanita yang terbiasa mengungkapkan hal-hal yang tak ia sukai.
"Kita akan membicarakannya nanti," kata Owen sembari melirik Sean yang ada diantara mereka. Seolah mengisyaratkan pada Gloria bahwa ia tak mau membahas tentang mereka berdua jika masih ada Sean diantara mereka.
"Oke...."
__ADS_1
Selesai sarapan, Gloria dan Owen memutuskan untuk berbicara di ruang kerja pria itu.
"Owen, benarkah jika Athena adalah tempat pilihan Celine?" tanya Gloria to the point.
Owen terkekeh pelan. "Kau ingin bicara padaku mengenai hal ini? Sayang, apa ini penting?"
"Jawab saja!" kata Gloria marah.
"Kenapa jadi marah?"
"Apakah tempat itu benar-benar tempat untuk bulan madu kalian?"
Owen kembali tertawa. "Celine mengatakan itu padamu?" tanyanya.
"Ya!" geram Gloria.
Owen menangkup kedua pipi istrinya. "Jika aku bilang dia berbohong, apa kau percaya padaku?" Owen menatap lekat netra Gloria dengan serius.
"Aku percaya padamu," kata Gloria.
"Ya sudah, kalau begitu jangan membahas hal ini."
Owen merasa tidak penting membahas hal yang justru akan membuat mereka bertengkar. Ia ingin Gloria percaya padanya. Soal Athena, ia tak pernah mendengar jika Celine mengatakan soal tempat itu, jelas-jelas Celine hanya berbicara asal kepada Gloria. Entah apa maksud wanita itu.
"Kalau soal Sean?" tanya Gloria hati-hati.
Owen mengernyit. "Sean? Kenapa dengannya?" tanya pria itu.
"Apa yang kau sembunyikan dariku tentang Sean?"
"Sean sedang sakit. Dia akan berobat di kota ini. Itu saja," jawab Owen berdusta. Owen tak mau semua masalahnya akan membebani pikiran Gloria.
"Benarkah?"
"Kau bilang percaya padaku, bukan?"
Gloria pun mengangguk, namun kali ini dia menangkap keanehan dari sikap suaminya. Dia merasa tidak puas dengan jawaban Owen kali ini.
******
__ADS_1