
Rayan selalu tersenyum melihat mereka semua yang selalu nenyayangi, begitu juga Yura yang selalu setia menemani Muti ke mana pun.
"Mengapa kau menghukum Mano begitu kejam Muti? Kau lihat, untuk 5 bulan ini keadaan sedikit aman!" ujar Yura.
"Aku hanya tidak ingin anak itu menderita dan mati sia-sia Yura. Kau tahu, perjuangan Pulau Kematian ini sangat lama.
"Kelak, ada sekumpulan pion yang akan menghancurkan Alberto sampai tidak tersisa dan menghancurkan semua komplotannya. Kita hanya bisa bertahan," ucap Muti.
Ia memandang ke hamparan hutan bambu di saat mereka berjalan di malam hari.
"Maksudmu?" tanya Yura.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Awasi, Ambah! Kelak bila aku mati, teruslah di sisi Yahmen. Dukung dia, dan jangan biarkan Yahmen dan Mano saling membunuh. Mereka akan menjadi sejarah dari sejarah di pulau ini.
"Yahmen, Mano, Balian, dan Aoi keempatnya harus kau jaga. Mungkin, aku dan Sepuh Rayan, tidak akan pernah menikmati kemenangan dan kemakmuran semuanya.
"Berjanjilah kepadaku, jangan mengatakan hal ini kepada keempatnya. Biarlah takdir sesuai dengan jalannya, dan kuminta kuburkan aku di Hutan Kegelapan di hutan tersembunyi.
"Yahmen, tahu caranya membuka pintu." ucap Muti. Mereka masih meyusuri hutan bambu.
"Muti, aku rasa jika kita bersatu menyerang Alberto kita akan menang! Apalagi dengan kekuatan sihirmu, Yahmen, dan Sepuh Rayan?" ujar Yura.
Muti hanya tersenyum, "Takdir yang sudah digariskan hanya bisa ditepis dengan doa dan usaha. Bila kelak segalanya tidak terjadi dengan yang kita inginkan, berjanjilah untuk terus bertahan dan jangan menyerah,
"Allah telah mengatur segala-Nya. Percayakan saja kepadanya, hidup dan mati hanya Dialah ya g memiliki-Nya."
Muti terus berjalan membelah hutan Bambu, di sekitar mereka rerumputan menggulung tinggi melindungi mereka dari tentara Alberto.
Keduanya menembus hutan bambu terus berjalan ke gurun pasir dan ke Tanah Tak Kasatmata.
***
Ambah memasuki kastil Alberto di mana ia akan bertemu kekasih hatinya, ia sangat mencintai Alberto. Sayangnya, ia tahu jika Alberto menyukai Yahmen.
Alberto pernah melihat Yahmen menari dan berlarian di gurun pasir dengan rambutnya yang panjang, baju merahnya melambai tersapu badai pasir.
__ADS_1
Alberto tidak pernah berani mendekati Yahmen dan Muti atau beeluf lainnya. Ia hanya mengawasi dari layar monitornya, ia selalu bermimpi dan berhayal tentang Yahmen.
Ia hanya mengagumi kecantikan Yahmen yang jauh di bawahnya selisih umur mereka. Alberto tidak menyangka jika Yahmen berubah menjadi wanita cantik.
Ia bagaikan mawar merah indah yang sedang mekar-mekarnya di gurun. Cadarnya terbuka kala ia berlarian di gurun dengan badai pasir yang nengejarnya,
Alberto tidak pernah bisa memahami mengapa badai itu selalu berkejaran di sana dan selalu saja ada. Membuat ia enggan untuk mengerahkan tentaranya ke gurun.
Ia ingin menciptakan beeluf yang mampu menjaga pasokan listriknya. Akan tetapi, beeluf ciptaannya tetap tidak mampu mengimbangi beeluf aslinya.
Ambah berkata, "Yahmen, Muti, dan Sepuh Rayan memiliki sebuah sihir!"
"Zaman modern seperti sekarang ada sihir? Bulshit!" umpat Alberto. Ia tidak percaya akan semua itu.
Ia merasa badai pasir adalah fenomena alam, Alberto melihat Yahmen masih berlarian di badainya dengan meniup seruling bambunya.
"Mengapa ia tidak memakai seruling peraknya? Apa yang terjadi?" umpat Alberto.
Ia menyadari jika Yahmen dekat dengan Aoi, ia terbakar api cemburu. Mata-matanya Ambah selalu melapor segalanya kepadanya, "Mengapa wanita bodoh itu tidak datang juga?" batin Alberto.
Ia sudah menyusun rencana untuk memecah belah antara Yahmen dan Mano, "Kedua wanita itu harus mati! Aku menjadi kesulitan untuk menaklukkan pulau secara mutlak," umpat Alberto.
Ambah masuk di antar Joe, "Kemarilah!" perintah Alberto.
Ambah yang juga memiliki paras yang cantik mendekati Alberto, ia mendapatkan kepuasan, kasih sayang dan pernah diajak ke luar pulau menikmati dunia peradapan.
Ambah ingin tinggal di sana, tetapi Alberto menginginkan dan berjanji kepadanya.
"Kelak, jika kita berhasil membunuh, Yahmen, Mano, Muti, Rayan, Aoi, dan Balian maka kita akan menikah dan kita akan tinggal di Paris!" janji Alberto saat pertama kaki ia merenggut kesucian Ambah.
Ambah yang terperdaya dan mengikuti segala keinginan Alberto, ia kembali ke Klan Beeluf dan mencari informasi. Ia juga memberikan informasi kepada Alberto juga tubuhnya.
Ia begitu menginginkan dan ketagihan dengan tubuh Alberto, sehingga ia rela melakukan apa pun.
"Mengapa kau terlambat sayangku?" tanya Alberto meraih pinggang ramping Ambah dan mendudukkannya di pangkuannya.
__ADS_1
Ambah melihat sekilas di layar monitor Yahmen berlarian di gurun, ia merasakan sedikit cemburu. Ia benci jika kecantikannya mampu menghipnotis semua orang.
Ambah lupa Yahmenlah yang menolongnya dari kejaran tentara Alberto di hutan bambu. Ia melupakan semua kebaikan Klan Beeluf dan Yahmen kepadanya.
Ia jatuh cinta kepada Alberto saat pertama kali melihatnya di layar monitor di angkasa. Ia mengikuti Mano menyellinap mencuri di kastil dan ia berakhir di dalam kamar bersama dengan Alberto yang sedang mabuk.
Alberto mengira Yahmen yang datang, "Akh, Yahmen! Aku mencintaimu," lirih Alberto menarik tubuh Ambah dan mendaratkan kecupan di sekujur tubuh Ambah.
Ambah yang tidak pernah merasakan hal itu langsung tergoda dengan hasrat membara ia membiarkan Alberto menyentuh segala harta berharga di tubuhnya.
Ia begitu bahagianya kala Alberto menyentuhnya, walaupun di sepanjang malam Alberto menyebut nama Yahmen.
Di pagi hari di kala sadar, Alberto begitu murkanya. Ia hampir saja membunuh Ambah yang tidak melawan kala Alberto memukul dan menghajarnya, walaupun pada akhirnya mereka kembali berakhir di tempat tidur Alberto.
"Aku akan menjadikanmu istriku, jika kau mengikuti semua keinginanku!" ucap Alberto.
"Katakanlah!" balas Ambah.
"Aku ingin kau kembali ke komplotan beeluf, laporkan semua kegiatan mereka kepadaku. Maka aku akan menjadikanmu istriku," ujar Akberto.
Tangannya merambah ke tubuh Ambah yang tidak memakai selembar benang pun.
"Baiklah, aku berjanji!" ujarnya tersengal, ia kembali tergoda akan segala hal yang dilakukan oleh Alberto yang mampu membuatnya melayang ke langit ketujuh.
Pada akhirnya Ambah sebagai pelampiasan hasrat Alberto saja, dan mendapatkan segala yang diinginkannya dari Ambah.
Ambah memberikan segala informasi kepada Alberto, tetapi selalu saja Alberto gagal untuk membunuh semua beeluf.
Beeluf selalu menang melawan Alberto hingga ia semangkin murka.
Ambah bergelayut mesra di pangguan Alberto melingkarkan kedua belah tangannya ke leher Alberto dan mengecup bibirnya.
"Aku sudah menjalankan semua rencanamu, seminggu lagi mereka akan menyerang kastil. Aku sudah mengatur anak buahmu akan menjadi Mano dan Aoi.
"Aku sendiri akan memakai wajah Mano untuk membunuh Muti. Sekarang biarkan aku menikmati dirimu sayangku," ujar Ambah.
__ADS_1
Ambah langsung saja membelai sekujur tubuh Alberto meninggalkan tanda kepemilikannya dan menyesap segala kenikmatan yang ingin di raihnya dari tubuh Alberto.