
"Ini laptop yang kamu butuhkan Will!" Kabir memberikan sebuah laptop kepada Will.
Will begitu senangnya menerima laptop pemberian Kabir, ia langsung mengotak-atik di sana. Cukup lama ia meretas akun Alberto Kuro, dengan berbagai sandi yang hanya Willlah yang memahaminya.
Hingga ia akhirnya ia berteriak kegirangan, “Yes, akhirnya! Kena kau Kuro,”ucapnya. Benar saja, semua terlihat di layar laptop semua kegiatan Alberto Kuro dan kaki tangannya di dalam kastil.
Semua pion merubungi Will dengan Laptopnya, “Sial, si Crabs masih hidup juga!” umpat Mona kesal.
Ia tidak menyangka, bahwa Crabs masih selamat dan menggunakan tangan palsunya.
Mereka melihat bala bantuan Alberto lebih banyak lagi, dengan berbagai jenis tentaranya.
Alberto benar-benar mengumpulkan berbagai jenis tentara, mereka terlihat begitu terlatih di balik tampang seram dan innocentnya.
Mereka juga melihat helikopter dan persenjataan sudah semangkin lengkap. Crabs sedang memodifikasi para tentara dengan sebuah suntikan di urat nadi mereka,
Membuat para tentara gadungan sedikit kejang-kejang dan pingsan di brankarnya.
Di brangkar lain, mereka melihat para pria sudah bangun dan berjalan seperti robot, “Diam!" perintah Crabs.
Si pria langsung saja diam, ”Putar ke kanan, ke kiri.“ perintah Crabs dengan berbagai aturan dan si pria mengikuti dengan patuh.
Crabs memberikan sebuah pisau bedah, si pria menerimanya.
”Iris nadi pergelangan tanganmu!" perintah Crabs.
Lagi-lagi si pria menurutinya tanpa bantahan, hingga darah mengucur deras dari pergelangan tangannya.
Si pria pun jatuh pingsan,
Crabs tersenyum bahagia. Ia merasa uji cobanya berhasil kemudian ia menyuruh salah satu asistennya untuk menyemprotkan botol obat ke luka pria.
Dengan seketika luka itu menutup seperti semula tanpa bekas sedikit pun di tangannya, "Bangunlah!" ucap Crabs.
Si pria langsung saja bangun dan berdiri kemudian Crabs menyuruhnya berdiri di belakangnya bersama pria lainnya yang sudah dimodifikasi.
__ADS_1
Crabs menyuruhnya pergi lagi lagi si pria mengikuti semua perintahnya tanpa perlawanan sedikit apa pun. Asisten Crabs seorang wanita yang sangat cantik, membantu semua kegiatan Crabs.
Mereka bagaikan pasangan gila yang begitu senangnya memotong-motong tubuh manusia, Kabir dan semua pion menonton dengan perasaan yang tidak terkatakan.
Mereka beralih menonton ke dalam ruangan latihan, Kabir mengetahui bahwa ruangan itu di sebelah kiri kastil. Di dalam ruangan latihan mereka melihat puluhan orang sedang melakukan latihan tembak dan beladiri.
Bukan itu saja Kabir dan semua pion melihat Alberto mengumpulkan berbagai orang dari mancanegara, Kabir dan lainnya Saling pandang,
"Alberto benar-benar mempersiapkan dirinya kali ini untuk memburu kita,"kata Kabir.
"Aku rasa perlawanan kita kali ini, benar-benar menghancurkannya hingga ia berusaha untuk mempertahankan dan mempersenjatai dirinya," ucap Marta.
Mereka beralih ke ruang lainnya lagi, di ruangan itu mereka melihat beberapa pion yang tertangkap yang tidak mereka kenal. Beberapa orang berjubah putih mirip dengan kostum yang dipakai Crabs,
sedang melakukan pembedahan untuk mengambil organ-organ dalam tubuh mereka, dengan cekatan mereka memindahkan jantung, mata, hati, dan ginjal.
Mengangkat dan meletakkannya ke dalam sebuah boks khusus, kemudian mayat dari si pion langsung di bawa ke sudut ruangan.
Pria yang memakai kostum putih menekan sebuah tombol di dinding, sebuah pintu di dinding terbuka. Sebuah ruangan kecil dan sempit yang hanya muat 2 atau 3 orang yang sedang berbaring saja.
Dua orang pria berbaju putih mengangkat si mayat dan membuangnya ke dalam ruangan,
yang sedang terbuka. Kemudian mereka menekan tombol tutup dan menekan tombol lain lagi, dari kaca pintu ruangan oven mereka melihat api yang menyembur ke arah si mayat.
Hanya dengan hitungan detik tubuh itu pun berubah menjadi abu, tidak tersisa dan tidak dikenali lagi.
Kabir dan yang lainnya Saling pandang, "Berarti mereka mengumpulkan kita, kemudian memburu kita untuk mendapatkan uang di meja perjudian,“ kata Heru,
”setelah kita kalah. Mereka Mengambil organ kita dan menjualnya, dan Alberto dapat untung lagi. Mereka tidak perlu menguburkan mayat kita cukup mengkremasinya dan Alberto tidak memiliki jejak sedikitpun," ucap Heru.
Ia merasa sedih mengenang semua teman-temannya dulu, yang bernasib malang hanya dialah yang bebas bersama sepasang temannya.
Entah di bagian Pulau Kematian belahan mana, "Aku tidak menyangka bahwa nasib kita akan setragis itu, Alberto harus membayar semuanya.“ Junaid mengepalkan tangannya.
Ia sudah muak dengan semua ini ia Ingin rasanya mencincang tubuh Alberto Kuro dan itu pun rasanya tidak cukup. Mereka berpikir di benak masing-masing segala cara untuk membalaskan dendam dan menghukum Alberto Kuro,
__ADS_1
dan semua kaki tangannya. Bagaimanapun caranya mereka harus berhasil keluar dari Pulau Kematian dan mengatakan kepada dunia luar,
siapa sebenarnya Alberto Kuro yang mereka kenal sebagai jutawan berhati emas yang tidak lain adalah manusia kejam.
Kemudian Will membawa mereka ke lokasi lainnya, ke sebuah gurun pasir yang luas.
Will dengan mudahnya melihat semua lokasi di Pulau kematian, will benar-benar jenius.
Di gurun pasir mereka hanya melihat hamparan pasir yang luas, tanpa sebuah pohon apa pun tidak ada mata air di sana.
Mereka hanya melihat beberapa orang yang menunggangi beberapa ekor unta, mereka berpakaian seperti orang Arab mereka memanggilnya orang-orang Beeluf.
Di punggung mereka terdapat pedang dan senapan laras panjang seperti m60, mereka beriringan menuju sebuah posko yang tidak jauh dari trafo listrik.
Kabir dan semua pion mengamati semua yang mereka lakukan, mereka memasuki sebuah bangunan yang mirip kubah yang tidak memiliki atap seng melainkan semuanya terbuat dari batu.
Kabir dan yang lainnya melihat mereka menekan sebuah tombol dengan menekan-nekan beberapa batu bata, hingga sebuah pintu masuk terbuka kebar.
Will mengulangi adegan itu berulang, cara mereka membuka pintunya dan mencatatnya di sebuah Drive untuk mengingat apa yang mereka lihat.
Mereka bagaikan menonton sebuah film di layar laptop, mereka dengan sabar menunggu apa pun yang dilakukan oleh orang-orang beeluf untuk bertahan hidup di gurun pasir.
Hingga membuat Kabir dan para pion lainnya dengan mudah menyusup untuk menyabotase listrik, tiba-tiba sebuah video virtual muncul dengan sendirinya di layar laptop.
Will langsung membukanya dan mengamankannya agar Alberto Kuro tidak menyadari bahwa akunnya sedang diretas,
panggilan virtual yang sedang berlangsung antara Alberto Kuro dengan seorang yang sama sekali mereka tidak menyangka nya.
Salah satu menteri Pertahanan dan Keamanan Negara, para pion sama sekali tidak menyangka akan menemukan suatu kejutan lain lagi.
Ternyata semua ini tidak diketahui oleh petinggi-petinggi negara karena adanya penghianat di dalamnya,
Tuan Balian adalah salah seorang Menteri Pertahanan dan Keamanan, ia yang terkenal dengan sejuta kebaikannya.
Untuk mempertahankan wilayah Bumi Pertiwi, siapa sangka di balik semua itu Ia merupakan penjahat kerah putih.
__ADS_1