Pulau Kematian

Pulau Kematian
Srigala hutan bambu dan elang beeluf


__ADS_3

Aoi menikmati wajah cantik di depannya ia berpura-pura masih tertidur kala Yahmen menggeliat bangun.


Aoi malu jika Yahmen tahu ia menikmati wajah cantiknya, ia begitu terpesona kepadanya. Aoi merasa kecil berhadapan dengan orang nomer 3 penguasa Pulau Kematian setelah Rayan dan Muti.


Yahmen menempelkan telapak tangannya di kening Aoi, "Syukurlah, demamnya sudah hilang!" ujar Yahmen.


Yahmen senang mengetahui jika Aoi telah sembuh, ia ingin beranjak pergi. Tetapi ujung gaun beelufnya tersangkut ke salah satu kimono milik Aoi.


Membuat Yahmen terjatuh ke tubuh Aoi, untung saja ia secepat kilat menjulurkan tangannya bertumpu ke batu di mana Aoi terbaring.


Se-inci lagi bibirnya hampir menyentuh bibir Aoi. Gemuruh di jantungnya hampir meledak, ia merasa ngeri. Secepatnya ia menarik tubuhnya membuat rambutnya menyapu wajah dan tubuh Aoi.


Aoi terkesiap keharuman rambut Yahmen menggelitik jiwa raga dan kelelakiannya, ia tidak tahu.


"Mengapa wanita ini begitu mengerikan? Dasar penyihir!" umpat batin Aoi.


Yahmen bergerak ringan melompati batu demi batu menuju air terjun, ia memandang elangnya yang masih mencari mangsa di gurun.


Yahmen pergi ke balik batu di tepian air terjun, ia mandi di bawah air terjun. Memampangkan bahu indahnya yang putih mulus bak awan.


Aoi terkesiap melihat indahnya pemandangan di depannya melebihi, segala keindahan yang ada di muka bumi.


Sejak saat itu ia rela mati demi Yahmen, ia benar-benar jatuh cinta terlalu dalam kepada Yahmen seorang. Akan tetapi, ia berusaha untuk menutupi segalanya.


Ke mana pun Yahmen pergi ia selalu di sampingnya, ia melindungi dan mengasihi Yahmen. Aoi, Balian, Mano, dan Yahmen selalu bersama ke mana pun. Berlarian di seluruh sudut Pulau Kematian.


Memburu dan menghancurkan semua tentara Alberto, mereka berempat membuat Alberto menjadi pusing tujuh keliling.


Sehingga ia berinisiatif menggunakan kelicikannya saat ia pergi ke New York, salah satu desainer ternama dan seorang sutradara menggunakan silikon untuk membuat peralatan make up dan alat shooting film.


Alberto mendapatkan ide untuk menggunakannya dengan bantuan seorang wanita teman Crabs, wanita ilmuan yang sama gilanya dengan Crabs.


Yahmen sangat lihai berburu dan menangkap ikan, ia juga pintar menenun dan menganyam bambu menjadi kerajinan tangan.


Sejak saat itu mereka berdua dan kedua sahabat mereka saling membahu membantai dan melindungi semua klan.


Mereka berhasil menyudutkan Alberto di hutan bambu, akan tetapi Ambah menghianati mereka hingga Yahmen terluka.

__ADS_1


Aoi menyelamatkannya dan menggendongnya berlarian di sepanjang hutan bambu sampai ke hutan kegelapan, ia begitu merasa takut kehilangan Yahmen.


Siang malam Aoi memeluk dan merawat kekasih hatinya, hingga di suatu malam di saat bulan purnama Aoi dengan jantung berdebarnya mengutarakan isi hatinya.


"Yahmen, aku mencintaimu! Maukah kau menjadi Ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Aoi. Ia memberikan sepelukan tangkai bunga hutan berwarna lila.


Yahmen terkesiap memandang Aoi, ia baru saja memainkan serulingnya dan kawanan rusa berlarian di sekitar mereka di salah satu pohon besar di hutan kegelapan.


Yahmen terkesiap ia tidak menyangka jika Aoi juga memiliki perasaan yang sama besar dengannya. Diam-diam Yahmen mencintai Aoi.


Ia tersenyum mengambil sepelukan bunga berwarna lila, ia tahu bunga itu hanya terdapat di tebing hatter hanya ada di musim kemarau.


Ia tidak menyangka jika Aoi begitu romantisnya, ia rela mendaki tebing hatter nengambil bunganya di sela tebing curam.


"Aku, mau!" dua kata yang meluncur dari bibir Yahmen. Ia tidak tahu bagaimana merangkai kata untuk menjawabnya, ia mengecup wangi bunga berwarna lila.


Aoi berlonjak kegirangan seperti anak-anak yang mendapatkan lolipopnya, meraih tubuh Yahmen di dalam gendongannya.


Keduanya tertawa riang, Aoi dengan beraninya mengecup bibir Yahmen untuk pertama kalinya. Itulah kecupan pertama bagi mereka berdua.


"Setelah pertempuran nanti, aku akan melamarmu kepada ketua Muti!" ucap Aoi.


Yahmen mengira di sepanjang hidupnya ia tidak akan pernah menikah dan tidak ada satu pria pun yang mau menikahinya karena di kedua belah tangannya sudah berlumur darah dari musuhnya.


Namun, semua itu sirna dengan kehadiran Aoi. Mereka berlarian di gurun di kala purnama menyelinap masuk di antara badai pasir dan tertawa di sana saling berpelukan dan berkecupan.


Mano dan Balian hanya tertawa memandang keduanya, mereka sangat bersyukur jika Yahmen pada akhirnya akan tertawa lepas.


Selama ini ia hanya diam dan memandang ke angkasa, melihat elangnya dan hanya berbicara kepada elangnya dan hal-hal penting saja.


Ia selalu menutup dirinya, Muti yang selalu berbicara banyak kepada kaumnya. Berbeda dengan Yahmen yang lebih senang menyendiri, di atas tebing hatter atau berlarian bersama badainya di tengah gurun.


Ia lebih senang di hutan kegelapan di pedalaman bersama Sepuh Rayan, di antara semua beeluf hanya Yahmenlah yang bisa menguasai sihir tingkat tinggi yang diwariskan Rayan.


Yahmen lebih senang berbicara kepada alam, mendengarkan semuanya dan ia bisa tahu di mana keberadaan Alberto.


Sehingga membuat Alberto begitu murkanya kepada Yahmen. Sehingga ia merayu Ambah dan membuat duplikat wajah dari silikon untuk mengecoh musuhnya.

__ADS_1


Pertempuran terakhir seharusnya mereka menang, tetapi Alberto menggunakan kecurangannya.


Mempergunakan wajah Mano untuk membunuh Muti,


dan mengecoh Yahmen jika Mano berselingkuh dengan Aoi.


Sehingga pertempuran terpecah, Muti meninggal. Semua orang menyangka Manolah yang membunuh Muti, dan semua orang melihat Mano dan Aoi bercinta di gurun.


Kekalahan terjadi dipihak Yahmen ia kehilangan Muti dan permusuhan kepada Mano dan Aoi.


Sementara Mano dan Balian sendiri masih bertempur di pintu barat kastil, sedangkan Aoi sendiri terluka di pintu selatan.


Aoi mengira Yahmen terluka hingga Aoi menyelamatkan Yahmen. Aoi menggendongnya ke luar dari pertempuran,


tetapi musuh yang memakai wajah Yahmen menikamkan belatinya ke punggung belakang Aoi hingga ia tersungkur dan jatuh ke sungai di gua air terjun.


Malapetaka terjadi, perseteruan dan tuduhan kepada Mano hingga Mano meninggalkan Menara Pasir.


***


Yahmen di dalam dekapan Aoi masih memandang ke pulau di seberang, mereka tidak pernah menyangka di pulau tersebut terdapat kehidupan.


Samar-sama Yahmen mengingat seorang anak lelaki bernama Meang, salah satu anak Ketua Hideng. Keturunan dari Sepuh Rayun.


Ia tidak menyangka di usia senjanya ia masih bisa bertemu dengan Rayun, dan Meang. Aoi mengecup lembut puncak kepala Yahmen.


"Sayang, jangan terlalu memaksakan diri! Bersabarlah ... Ada masanya kita pasti tersenyum dengan semua kemenangan," ujar Aoi.


Ia berusaha menghibur istrinya, Yahmen memutar tubuhnya menghadap Aoi. Melingkarkan kedua belah tangannya dan mengecup sekilas bibir Aoi.


"Andaikan, waktu bisa diulang kembali. Aku akan melahirkan ke-7 anakmu, Aoi!" tukasnya.


Yahmen menatap lembut ke dalam bola mata Aoi yang hitam sepekat malam, "sayangnya, aku terlalu bodoh dulunya!" sesalnya.


Aoi memeluk erat istrinya, "Semua sudah digariskan Ilahi, biarlah yang sudah terjadi ya terjadilah. Sekarang, kau dan aku sudah menikah itu lebih baik.


"Paling tidak, batu nisanku dan nisanmu akan berdampingan. Kelak, orang-orang akan mengenang kita sebagai sepasang suami-istri.

__ADS_1


"Si Srigala Hutan Bambu dan Si Elang Beeluf adalah pasangan yang memiliki sejuta cinta yang indah."


Aoi menangkupkan kedua tangannya di kedua belah pipi Yahmen yang mulai tergambar jelas guratan menua dan sarat akan segala perjuangan.


__ADS_2