
Junaid diam saja, ia malas berdebat dengan musuhnya. Ia menggunakan taktiknya untuk membunuh Karjo.
Ia menyerang Karjo dengan gencarnya membuat Karjo tersudut ia berusaha mengubah taktiknya di tengah pertempuran.
Junaid memberi celah kepada Karjo untuk menancapkan pedangnya ke dada Junaid, dengan percaya dirinya.
Namun, semua itu adalah jebakan Junaid kepada Karjo. Junaid langsung menghindari pedang Karjo, walaupun mata pedang mengores sedikit bajunya hingga api menjalar.
Junaid dengan gilanya tidak peduli. Ia langsung memenggal kepada Karjo. Meang, Sukuna, dan Rani berlari ke arahnya memadamkan api.
"Kau gila, sekali!" teriak Sukuna. Meang membalurkan obat berwarna hitam ke tubuh Junaid yang terbakar.
"Tidak, masalah! Aku rela mati. Asal bajingan itu mati, juga!" balas Junaid.
Ia merasa puas telah membunuh parasit negara selama ini.
Keempatnya kembali berlari ke arah pertempuran, membantai tentara dan hatter dan juga tentara-tentara modifikasi Crabs.
***
Sementara Hendro dan Nara berlarian membunuh semua tentara di depan mereka. Keduanya saling pandang dan berlari mengejar Joe.
Keduanya menghalangi Joe untuk ke luar dari gedung. Joe tidak menyangka ia akan dengan mudahnya ditangkap oleh pion.
Selama ini tiada seorang pun yang berhasil menangkap dirinya. Joe selicin belut, tetapi kali ini Hendro dan Nara berhasil menangkapnya.
"Bunuh, Mereka!" teriak Joe. Memerintahkan pasukannya.
Barisan pasukan Joe yang melindungi Alberto menyerang Hendro dan Kabir, Nara dan Hendro sudah mempersiapkan diri menangkis balasan serangan pasukan khusus Joe.
***
Sementara trio mekanik berlari ke arah lorong lain. Mereka tidak menyangka jika ketiganya berakhir di suatu ruangan informasi dan jaringan telekomunikasi.
Ketiganya langsung membunuh semua kaki tangan Alberto di dalam ruangan tersebut.
Ketiganya langsung mengutak-atik semua komputer yang berada di situ. Ketiganya langsung menyiarkan semua pertempuran dan keburukan Alberto ke seluruh dunia.
Ketiganya memberikan nama-nama penanam saham di Pulau Kematian dan Pulau Tak Bertuan.
Kehebohan terjadi di dunia, mereka tidak menyangka apa yang mereka tonton selama ini adalah kenyataan perjuangan nyawa akibat permainan seorang Alberto.
__ADS_1
Kericuhan terjadi di seluruh dunia. Trio mekanik senang bukan kepalang, mereka berhasil membuka kedok Alberto ke dunia luar.
Namun, di saat merka sedang mengunggah semua pertempuran dan kekacauan juga kekejaman yang dilakukan oleh Alberto.
Hatter robot datang menyerang mereka, ketiganya harus berusaha untuk berjuang mempertahankan diri mereka dari serangan.
Will berusaha untuk menjaga agar siaran langsung yang sedang ia tayangkan tidak terputus.
Begitu juga dengan Zai yang beusaha untuk mengkopi banyak hal,Toto berusaha melawan hatter yang masuk ke ruangan.
Ia berusaha untuk menjauhkan hatter yang ingin membunuh dan menghancurkan isi ruangan telekomunikasi.
Toto menebaskan pedang lasernya ke arah musuhnya. Sehingga hatter yang sedang berusaha menghancurkan semua jaringan terkapar.
Toto dan Zai berusaha untuk menutup pintu, agar hatter robot tidak masuk ke dalam ruangan dengan berbagai cara.
"Cepat lakukan, Will! Mereka semangkin banyak berdatangan." Toto di sela tebasannya berteriak ke arah hatter.
Mereka sedikit kesulitan melawan hatter karena ketiganya kurang begitu piawai di dalam kekuatan dan pertempuran.
"Sedikit, lagi! Ayo, cepatlah!" teriak Will berusaha menunggu loading dari semua kopian dan siaran yang sedang ia lakukan ke seluruh penjuru dunia.
Will masih terus menoleh antara layar demi layar di depannya dan sahabatnya yang sedang bertarung di depan pintu yang sudah mulai terdesak.
Sukuna, Kevin, Rani, dan Meang muncul. Mereka membantu Toto dan Zai.
"Apakah aku datang terlambat, sayang?" tanya Sukuna dengan manisnya.
Zai hampir saja jatuh tersungkur mendengar setiap kata manis yang terucap dari bibir Sukuna.
Ia tidak menyangka jika kata-kata manis Sukuna mampu memberikan suatu kekuatan lain di jiwa raganya.
Zai semangkin semangat membantai hatter, "Aku kira kau lupa kepadaku, Una?" balas Zai.
Ia tidak peduli dengan semua kesakitan luka yang ia rasakan. Perasaan bahagianya yang telah membuncah.
Ia tidak peduli dengan tunangannya di kampung. Untuk saat ini, ia hanya menginginkan Sukuna di sisinya.
Andaikan ia mati, ia ingin berada di sisi Sukuna dengan segenap rasa cintanya. Ia tidak ingin mengingkari rasa cintanya kini.
Sukuna di sisinya membantai hatter bersama dengan semua temannya. Zai begitu terpesona dengan Sukuna, "Una, jika kita selamat. Maukah kau menonton bioskop, bersamaku?" pinta Zai.
__ADS_1
Sukuna tersenyum ke arahnya, melompat mendekati Zai berbisik lembut di telinga Zai.
"Lebih dari nonton pun aku, mau! Tapi, kita harus selamat dulu. Jika tidak? Bisa kacau balau, kita cuman nonton di neraka atau syukur-syukur di surga!" ujar Sukuna.
"Sip, Pegang janjimu!" balas Zai tersenyum.
Zai semangkin semangat untuk menghancurkan semua hatter dan kaki tangan Alberto.
Mereka bersama menghancurkan hatter yang datang, mereka tertawa dan bergembira membantai hatter.
Dengan cepat mereka menghajar dan menewaskan hatter. Will berlari ke arahnya setelah mengunggah ke seluruh dunia di segala laman sosmed yang ia tahu.
Ia juga sudah menyimpan semua kopiannya ke dalam emailnya sendiri. Sehingga ia tidak lagi memerlukan chip atau pun USB.
Ia dengan pintarnya, telah membuat segalanya akan tersiarkan melalui email dan jaringan teman-teman cybernya.
Mereka kembali berlari menembus lorong dan ke luar dari dalam gedung. Di luar ia melihat tentara dan beeluf juga Suku Hideng sedang bertempur.
Mereka membantu mereka di sana. Mereka berjuang dengan semangat yang membara, menghancurkan semua tentara yang menembakkan meriam dan bazokanya.
Trio mekanik dan pion yang ke luar dari gedung langsung menembak dengan senapan laser mereka, menghancurkan penembak bazoka dan meriam.
Memenggal kepala musuh mereka, Yahmen dengan kekuatan bertempurnya di sela kerentaan masih begitu gesitnya bertempur.
Di sisinya suami dan sepasang sahabatnya yang gesit juga masih bertempur dengan penuh semangat.
Heru, Darmanto, dan Marta masih di dalam gedung sedangkan Kabir masih berlarian membunuh tentara dan ia masih mencari Alberto.
Ia belum juga menemukan Alberto, ia sudah sangat kesal dengan semua yang dilakukan oleh seorang Alberto.
Ia ingin mengakhiri semua penderitaan semua orang. Ia ingin bebas begitu juga semua orang yang sudah teraniaya oleh seorang Alberto.
***
Sementara Nara dan Hendro masih bertempur dengan tentara pengawal khusus Alberto dan Joe. Sementara Joe sudah menemani Alberto.
Nara semangkin murka dengan semua ini, ia menebaskan goloknya membunuh semua musuhnya dengan secepat kilat.
Hendro berusaha untuk menebas semua musuhnya secepat ia bisa, tetapi pasukan khusus pengawal yang dilatih Joe berbeda.
Mereka sangat kuat dan terlatih, mereka belum bisa menembus pertahanan brikade pasukan khusus.
__ADS_1
Mereka benar-benar terlatih secara fisik dan mental juga kekuatan yang mengagumkan yang diciptakan oleh Joe.