
Setelah Ambah menemui Alberto ia mendidik beeluf berpakaian putih di gurun di gedung pemasok listrik.
Ia benar-benar membuat tiruan beeluf lain, Ambah ingin meniru Mano yang berpakaian beeluf putih. Ia sangat membenci Mano, karena dengan kehadiran Mano.
Ia melihat Yahmen begitu ceria dan bahagia memiliki sahabat seperti Mano dan kekasih hatinya yaitu Aoi.
Dari dulu ia sangat ingin dekat dengan Yahmen, tetapi Yahmen selalu menganggapnya biasanya. Ia selalu menyendiri di tebing hatter.
Selain itu Ambah pernah menyukai Balaian, tetapi Balian tidak pernah menyukainya. Muti dan Rayan pun sangatmenyayangi Mano, bahkan Mano tidur dengan Muti.
Selama ini hanya Yahmenlah yang berani tidur dengan Muti karena ia adalah kakak kandung Yahmen.
Namun, Muti menganggap Ambah biasa saja. Ambah seperti ada dan tiada di antara mereka, membuat sifat irinya semangkin melambung tinggi ke angkasa.
Ia ingin menyingkirkan Mano, akan tetapi ia selalu saja menemui kegagalan. Mano memiliki sifat setia kawan yang luar biasa kuat kepada Yahmen dan Klan Beeluf.
Ia rela mati untuk mereka yang tidak memiliki hubungan apa pun dengannya.
Apalagi, dengan kehadiran Balian di sisinya. Ambah benar-benar ingin menghancurkan persahabatan Mano dan Yahmen.
Agar Yahmen dan Klan Beeluf membenci Mano dan mengusir atau membunuhnya.
"Aku sangat menginginkan kematian Mano dan Yahmen, bila perlu Muti pun harus mampus! Aku akan menguasai beeluf, hahaha. Tunggulah kematian kalian," ujar Ambah di gurun.
Ia sangat membenci Muti dan Rayan, yang tidak pernah mengajarinya menggunakan sihir. Padahal Ambah memiliki bakat lahir keahlian sihir.
Namun, Muti dan Rayan tidak mengajarinya karena ia gagal di ujian kebaikan hati. Ia tidak lulus dengan alasan tidak jelas, sejak saat itu ia begitu dendamnya kepada keduanya.
Ditambah cintanya kepada Balian tidak terbalas, dan Mano anak baru yang berhasil mencuri hati mereka. Kini, Alberto sendiri pun jatuh cinta akan kecantikan Yahmen.
Ia sudah berulangkali untuk mencelakai Yahmen tetapi ia selalu gagal sebaliknya ia sendiri yang selalu menuai hasil dari jebakannya.
Ambah mengajari wanita-wanita beeluf yang dibuatnya dan Alberto untuk menghancurkan Muti dan Yahmen.
***
Sementara Muti duduk di dalam rumah pohonnya, ia menyuruh Yura untuk memanggil Mano.
"Yura, panggillah Mano. Aku ingin berbicara kepadanya," ujar Muti.
__ADS_1
Yura ke luar dari ruang tengah rumah Muti, ia pergi ke bawah Menara Pasir di mana Mano sedang mengajari anak-anak menulis dan membaca.
Terkadang ia mengajari anak-anak menari dan menyanyikan lagu anak-anak dan lagu Kebangsaan Negara Indonesia.
Mano yakin Pulau Kematian masih berada di wilayah Indonesia. Walaupun ia sendiri tidak tahu ada di bagian pulau mana.
Rayan sendiri pun mengatakan, "Jika Pulau Beeluf adalah wilayah negara Indonesia,"
Sehingga membuat Mano tidak merasa bersalah untuk mengajari anak-anak menyanyikan lagu-lagu Kebangsanaan Indonesia dan berbicara banyak hal tentang peradapan.
Ambah selalu marah dan mencibir, "Dia pembual! Jangan percaya, dia hanyalah orang yang tidak jelas asal-usulnya!" teriak Ambah.
Walaupun sebenarnya ia sendiri sudah pernah berada di luar pulau bersama dengan Alberto.
Mereka mengunjungi Paris dan berjalan-jalan di Bali.
Membuat anak-anak ketakutan dan menangis, "Aku berasal dari Kota A, dan aku tahu di mana itu?" balas Mano.
"Hah! Kau bermimpi jangan kau racuni anak-anak, dengan ide tololmu!" ucap Ambah.
Mano malas meladeni Ambah, ia pun meninggalkan Ambah. Namun, Ambah melontarkan tombaknya ke arah Mano.
"Mano, apa yang kau lakukan? Pergilah, Muti memanggilmu!" ujar Yura.
Yura melihat semua apa yang dilakukan oleh Ambah sehingga ia tidak terlalu memperdulikan Ambah.
Yura tahu Ambah sangat keras kepala dan ingin menang sendiri, daripada harus berrengkar dengannya Yura hanya diam saja dan melihat ke arah Ambah yang berlalu dari hadapannya.
Yura hanya mengelus dadanya, ia pergi berpatroli di sekitar gurun dan Hutan Kegelapan.
***
Mano memasuki kediaman Muti, "Assalamu'alaikum!" ujar Mano.
"Wa'alaikumsalam!" balas Muti.
"Ayo, ikutilah aku!" ajak Muti.
Mano mengikutinya, ia berjalan di belakang Muti. Mereka menyusuri gurun dan sampai di sebuah oase, di depan pohon gerowong Muti mengetuk pohon dengan tombaknya.
__ADS_1
Sebuah pintu terbuka, keduanya memasuki pintu dan terus berjalan di sebuah tempat yang nyaman dan rindang, Mano melihat ke sekelilingnya ia merasa heran.
"Di manakah ini Mak?" tanya Mano. Dari semua orang hanya Manolah yang memanggil Muti dengan sebutan Emak.
Mano sangat menginginkan kasih sayang seorang ibu, hingga ia merasa Muti adalah ibunya.
Mereka herdiri di bawah pohon beringin yang rindang, "Mano, di sinilah kelak kau menghabiskan waktumu. Bila aku tidak ada lagi, ingatkah satu hal.
"Kelak, bila terjadi kesalahpahaman antara kau dan Yahmen. Tolong, cobalah hindari pertempuran. Mengalahlah untuk sebuah kebaikan dan kebenaran,
"Jangan saling bermusuhan dan saling membunuh, karena kalian adalah saudara, sahabat, dan segalanya bagiku. Kalian adalah penerus beeluf," ujar Muti.
Ia menatap rembulan purnama di angkasa, seruling Yahmen terdengar dari tebing hatter. Yahmen menggunakan kekuatan sihirnya untuk melantunkan kidungnya.
Yahmen bernyanyi untuk alam setiap purnama datang, lagu yang sedih dan menyayat hati.
Muti meraih tangan Mano dan membimbingnya duduk di bawah pohon beringin, keduanya duduk.
"Berjanjilah kepadaku Mano, bantulah Yahmen walaupun kalian berseberang jalan kelak." Muti memandang Mano.
"Maksudnya, Mak? Aku tidak paham, aku rasa aku tidak akan meninggalkan Yahmen?" balas Mano.
Di dalam benak Mano tidak sedikit pun ia pernah untuk meninggalkan Yahmen.
Muti tersenyum, "Aku tahu, makanya aku memintamu berjanji untuk itu!" balas Muti,
"akan tetapi, perjalanan dan takdir kehidupan selalu penuh dengan kejutan yang tak terduga. Segalanya akan mengantarkan kita kepada ketegaran dan perjuangan hidup yang panjang.
"Tetaplah perjuangkan kebebasan pulau dan semua orang-orang, bantulah Yahmen. Walau apa pun yang terjadi?" ujar Muti.
Mano tersenyum menggenggam tangannya Muti, "Aku berjanji Mak, akan selalu ada untuk Yahmen. Walaupun ia tidak menginginkanku kelak," janji Mano.
Muti tersenyum membelai rambut Mano. "Ayo, aku akan mengajarimu ilmu sihir lain lagi," ujar Muti.
Muti mengajari Mano dengan seluruh kepandaiannya, Mano begiti cepat dan piawainya belajar. Secepat kilat ia mampu menyerap seluruh ilmu yang diajarkan oleh Muti.
Seminggu Mano dan Muti belajar di Tanah Tak Kasatmata, Muti mengajari Mano seluruh ilmu sihirnya begitu juga Mano yang sangat giat belajar untuk melindungi pulau dan orang yang ia sayangi.
***
__ADS_1
Setelah Muti mengajari Mano. Muti pergi menemui Yahmen di tebing hatter ia melihat adiknya bermain pedang dan tombak bersama si rusa nakal.