Pulau Kematian

Pulau Kematian
Dendam Terbalaskan


__ADS_3

Aoi menghunuskan pedangnya, ia menyerang 4 orang ninja di depannya. Mengayunkan pedangnya


Dengan mudah Aoi menebas musuh-musuhnya ditambah kawanan srigala pun turut membantunya.


Aoi membiarkan mayat-mayat musuhnya bergelimangan di gurun. Ia meninggalkannya begitu saja, tanpa Aoi sadari sepasang mata mengawasinya.


Seorang wanita cantik berpakaian merah berambut panjang mengawasi kelihaian Aoi bermain pedang menebas musuhnya.


"Ooh, jadi itu Si Srigala Tebing Hatter. Tampan dan baik juga," batinnya.


Yahmen bersembunyi di balik lapisan gurunnya, awalnya ia ingin membantu salah satu anggotanya yang dikejar di gurun oleh empat orang ninja.


Akan tetapi, seorang pemuda datang menyelamatkan Nini dari kejaran ninja yang ingin memperkosa dan membunuhnya.


Yahmen tidak perlu repot-repot untuk turun tangan karena dengan mudahnya si pemuda menghajar semua ninja.


Yahmen hanya memperhatikan Aoi yang berlari dengan srigalanya menembus gurun


Yahmen hanya memandang dengan tatapan takjub.


Baru pertama kali ini ia melihat pemuda yang selalu mengejarnya di gurun dan hutan bambu sejak ia kecil.


Namun, Aoi mengira badai pasir dan gulungan rumput yang tinggi itu adalah fenomena alam. Sehingga ia ingin mengalahkan alam.


Yahmen selalu diam-diam menggoda Aoi, ia tidak mengetahui jika selama ini yang selalu mengejarnya dari kejauhan dan mengintainya dari tebing seberangnya di tebing hatter adalah Aoi Si Srigala Tebing Hatter.


Yahmen selalu mendengar tentang kepintaran dan kesadisannya di dalam memburu ninja dan tentara.


Sebaliknya Aoi hanya mencari ninja yang bernama Kenji. Yahmen selalu melihat Aoi berlarian di sekitar Hutan Bambu, gurun, dan berjalan di atas tembok pembatas.


Terkadang Yahmen melihatnya melompat dari tembok pembatas ke lautan, Yahmen sering berpikir si pria telah bebas meninggalkan pulau.


Namun, beberapa hari kemudian Yahmen sudah melihat Aoi berlarian lagi di tebing hatter dengan kawanan srigalanya.


Yahmen dengan diam-diam selalu melihat dan mengamati Aoi. Sejak Yahmen kecil, anak kecil berkimono itu selalu saja mengejarnya dan Muti.


Akan tetapi, Aoi tidak pernah berhasil mengejarnya. Yahmen tersenyum atas kegigihan Aoi mengejar mereka.


Terkadang Yahmen menggodanya menjauhkan badainya sampai sejauh-jauhnya mereka saling berkejaran.


Terkadang Aoi kelelahan dan tertidur di tengah gurun dengan srigala yang merubunginya. Yahmen selalu tertawa bila melihat Aoi kelelahan, tanpa Aoi sadari ia hanyalah mengejar bayangan sihir.

__ADS_1


Bukan fenomena alam yang sesungguhnya, Aoi pria yang unik dan lugu.


***


Aoi berjalan menyusuri hutan bambu, ia melihat beeluf merah menyerang ninja. Aoi mengamatinya dari persembunyiannya.


Ia melihat Kenji menyerang beeluf merah yang sudah mulai kewalahan.


Saat pedang Kenji mau menebas leher si wanita beeluf, Aoi langsung melompat dari persembunyian dan menangkis serangan Kenji.


"Aku baru bertemu denganmu, selama ini kau ke mana saja Kenji?" tanya Aoi.


Kenji mengerutkan keningnya, "Apakah aku mengenalmu?" tanyanya.


"Hahaha kau lupa dengan Koichi dan Mayo yang kau bunuh di Hutan Bambu? Kau melepaskan seorang anak kecil.


"Kau mengatakan bila aku ingin membalas dendam maka aku akan mencarimu. Dan kini, aku sedang mencarimu," ujar Aoi.


Kenji menatap Aoi, "Oh, syukurlah akhirnya kita bertemu. Kalau kau sudah cukup kuat lawanlah aku, agar kau tidak mati penasaran.


"Aku harap, kau sudah siap untuk menyusul kedua orang tuamu di neraka!" ujar Kenji.


Aoi yang masih muda seketika darahnya mendidih mendengar ucapa Kenji. Aoi menyerang Kenji, menebaskan pedangnya ke arah Kenji.


"Ya, dan pedangmu ini jugalah yang akan mencabut nyawamu. Pedang ini telah merenggut masa kecilku dari kasih sayang ibuku!" teriakan Aoi.


Ia menebas dan memutar pedang begitu lihainya ia berhasil melukai Kenji di kedua belah tangannya.


Kenji menangkis serangan Aoi dengan mudahnua, ia begitu lihai memainkan pedangnya. Tusukan pedangnya menyabet lengan kanan atasnya.


Darah mulai mengucur deras, Aoi mengeratkan pegangan kedua tangannya, darah terus mengalir ke ujung pedangnya.


Kenji menatap pedang yang dulu miliknya, ia tidak menyangka pedang itu benar-benar bersatu dengan Aoi. Pedangnya yang mematikan dan berbahaya, berhasil ditaklukkan oleh Aoi.


Aoi kembali menyerang Kenji dengan sebuah semangat yang luar biasa, kekuatan dan dendamnya membuat pendar merah nenyala dari pedang Aoi yang mengerikan.


Kenji terperangah dibuat oleh kekuatan pedang miliknya yang sudah menjadi milik Aoi. Kenji berusaha untuk menangkis serangan demi serangan, ia tersudut.


Ia tidak menyangka dendam dan kekuatan Aoi bersatu dengan pedangnya yang menyeramkan. Dulu, Kenji tidak pernah bersatu dengan pedangnya.


"Sial, mengapa bocah ini bisa menguasai pedang itu?" batin Kenji.

__ADS_1


Pedang samurainya sendiri dulu selalu saja menolak keberadaan Kenji. Tetapi tidak dengan Aoi, ia mampu menaklukkan dan menguasai pedang begitu lihainya.


Dentingan-demi dentingan membelah hutan bambu, berulang kali Kenji kewalahan dan mengelak serangan sehingga tebasan pedang menebas hampir semua batang bambu di sekitar mereka.


Aoi terus menyerang Kenji, membuat Kenji tedesak. Ia melarikan diri melompati pohon bambu demi pohon bambu.


Kenji bermaksud melarikan diri dari amukan Aoi, ia tidak menyangka kali ini ia bertemu dengan lawan yang seimbang.


Aoi pun tidak ingin menemui kegagalan ia pun bergerak secepat kilat mengejar Kenji. Ia telah menerapkan ilmu ninja yang sering ia latih sejak ia mengintai dari balik persembunyiannya.


"Kau tahu, jika kau ingin mengalahkan harimau maka kau pun harus menjadi harimau itu juga! Kau telah mengajarkan vanyak hal kepadaku, Kenji!" teriak Aoi.


Ia terus mengejar dan menebas batang bambu yang menjadi pijakan Aoi. Kenji terus berusah untuk menghindar dan melarikan diri.


"Menyerahlah, jangan bisanya kau dan kelimpokmu membunuh orang-orang lemah, wanita, dan anak-anak. Lawan aku, sialan?" teriak Aoi.


Mereka terus berkejaran di sepanjang Hutan Bambu hingga perbatasan. Keduanya tidak peduli dengan luka dan darah mereka yang menganga di tubuh.


Aoi benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan kesempatannya, dan Kenji berusaha untuk menyelamatkan nyawanya.


Keduanya sampai di gurun, darah terus menyatu di pedang Aoi. Begitu pun dengan keadaan Kenji yang sudah mengerikan penuh darah dan luka akibat sabetan pedang Aoi.


Tubuhnya sudah penuh luka, Aoi benar-benar ingin membalaskan semua dendam dari kedua orang tua dan seluruh kampungnya.


Ia menghajarnya dengan penuh kemarahan sudah berulang kali tebasan pedang Aoi mendarat ke tubuh Kenji.


Kenji terjatuh dan tersungkur di tanah, Aoi langsung menusukkan pedangnya ke dadanya.


Darah mengucur deras, Kenji meregang nyawanya di gurun. Darahnya memenuhi pasir gurun.


Aoi menarik pedangnya dan jatuh terduduk, "Aaaa!" teriaknya dengan tetesan air matanya.


Segalanya telah terbalaskan tetapi rasa kosong di hatinya tetap menganga tidak terisi.


Kedua orang tua dan semua kawan dan seluruh warga di kampungnya tidak juga kembali pulang. Ia tetap merasakan kehampaan.


Di dalam tangisan dan jeritannya sebuah panah melesat menembus bahunya, beberapa ninja datang menyerangnya.


Melontarkan kunai dan shuriken. Aoi meraih pedangnya berjumpalitan menghindari kunai dan shuriken.


Mencoba untuk berdiri, lengan dan bahunya sudah terluka parah ia menggunakan sebelah tangan kirinya untuk memegang pedangnya.

__ADS_1


Sepuluh orang ninja terus menyerangnya, Aoi berusaha untuk menebas dan mengalahkan ninja.


__ADS_2