
Yahmen dan Aoi walaupun tua masih begitu gesitnya membabat semua orang, mereka begitu semangatnya. Mereka langsung menduduki pintu bagian barat.
Mano dan Balian di pintu bagian Timur mereka masih bertempur dengan para hatter dan tentara bayaran dengan tampang bule, mereka mendapat lawan yang lumayan seimbang.
Mano dan Balian berkali-kali kewalahan menghadapi mereka sebagian beeluf berpakaian putih, sudah banyak yang gugur akibat beromdongan senjata.
Mano begitu murkanya, ia bergerak secepat elang memenggal si penembak senjata mesin. Akan tetapi, sebuah tombak melesat menerjang ke tubuhnya Balian melihatnya dengan secepat kilat melemparkan pedangnya ke arah tombak yang meluncur,
Trang!
Tombak dan pedang beradu dan jatuh mengenai seorang tentara yang sedang berkelahi dengan seorang beeluf pria.
Balian berlari mendekati Mano, keduanya saling bertatapan dengan penuh syukur, "Aku mencintaimu, srigala tebingku!" ucap Mano.
Mereka saling bergandengan dan melompat turun, mereka kembali memasuki pertempuran mereka bahu membahu saling menghungi dan langsung masuk ke dalam kastil.
Di bagian pintu selatan para pion Hendro, Mona, Will, Nara, mulai menyerang masuk. Mereka dengan mudahnya memasuki pintu selatan, karena senjata yang laser yang mereka gunakan begitu luar biasanya.
Dan kelincahan mereka menyusup, tetapi beberapa beeluf bersama mereka banyak juga yang jatuh berguguran di medan tempur.
Kirana, Ayesha, Toto, Zai dan Sukuna di bagian pintu utara. Mereka juga sudah masuk, mereka melalui celah ledakan yang dibuat oleh Junaid dan ketiga pion yang sudah menyusup ke dalam kastil.
Mereka dengan mudahnya mendudiki kastil, semua orang bertemu di lantai dasar pertama kastil mereka berusaha untuk naik ke atas. Mencari Alberto Kuro dan yang lainnya, tetapi mereka tidak mengetahui jika Alberto dan kawanannya sudah meninggalkan kastilnya.
Kabir dan yang lain sudah melumpuhkan Joe dan yang lain tetapi sebuah ledakan menghantam mereka, Alberto ingin menghancurkan kastilnya.
Ia sudah muak dengan segala tuntutan para pemegang sahamnya, ia telah berpikir ulang untuk merubah kembali semua kendali Pulau Kematiannya.
Ia ingin meratakan kastilnya dengan tanah berserta para pion dan beeluf yang tersisa dari semua masa lalunya, "Nikmatilah, para pion! Kastil itu akan menjadi kuburan kalian. Hahaha!" tawa Alberto.
__ADS_1
Alberto menyuruh Joe yang asli menembakkan sebuah peluru, "Lakukan, Joe!" ujarnya. Ia duduk dengan santai bersandar di kursi zet pribadinya terbang menjauhi pulau.
Sebuah peluru bazoka menghantap sayap kastil di sebelah kiri membuat semua pion dan beeluf berlarian keluar dari kastil menyelamatkan diri masing-masing.
Layar virtual kembali melayang di angkasa, menampilan segala kehancuran kastil, "Apakah Alberto sudah gila? Dasar sialan!" ucap Yahmen.
Ia mencoba lari dengan begitu kesulitannya, umurnya yang sudah mulai memasuki 60 tahun membuatnya sedikit kesulitan, ia melihat sekelilingnya api dan bangunan kastil mulai runtuh.
Ia tidak tega melihat para pion dan beeluf yang jatuh bangun untuk ke luar, Mona terhimpit batu runtuhan kastil hingga kakinya retak, Hendro menyuruh rusa nakal membawanya.
Kawanan rusa yang terbatas jumlahnya pulang pergi berusaha menyelamatkan pion dan beeluf, akan tetapi tidak sebanding dan secepat runtuhan kastil yang berjatuhan bak hujan.
Yahmen berderai air mata berusaha berdiri dari jatuhnya, ia telah terjatuh tersungkur di salah satu tangga, bongkahan batu beton melayang di atas tubuhnya.
Aoi berusaha melindungi kekasih hatinya, ia mencoba untuk menyelamatkam Yahmen yang terhimpit. Yahmen mengeluarkan sihirnya sisa dari semua kekuatannya, batu seakan melayang di udara.
Semua sibuk menyelamatkan diri dari reruntuhan kastil yang mulai hancur dan runtuh.
Kabir, Darmanto, Junaid dan Kevin berlari secepat kilat menghindari bongkahan reruntuhan gedung. Mereka mencoba ke luar dari kastil, Kabir melihat Kirana di seberang sedang memapah Nara, Marta masih mencoba bersiaga dengan senjata mereka.
Ayesha mulai membuat sihir di sekitar mereka untuk menghindari bongkahan batu yang berjatuhan. Semua pion ke luar dengan selamat, akan tetapi para beeluf banyak yang gugur begitu juga dengan hatter.
Mereka berlari menjauhi kastil yang sudah mulai rata dengan tanah, semua memandang dengan tatapan kesedihan. Layar virtual masih menggema di angkasa, menampilkan semua kehancuran dari sebuah kastil indah yang penuh dengan tirani.
Sisa kejayaan dari Alberto dan tiraninya lenyap seketika, sisa-sisa api dan asap juga reruntuhan menimbun semua yang terluka dan yang sudah menjadi mayat.
Semua orang memandang dengan oenuh kesedihan dan kebahagiaan, walaupun mereka tidak menemukan Alberto beserta kroco-kroconya yang lain.
Setekah semua bangunan hancur, mereka ingin melihat heli di hangar. Kabir fidak melihat satu heli lagi di hangar, Alberto benar-benar telah mengosongkan hangarnya dan tentara lain yang sengaja telah ia pindahkan.
__ADS_1
Kabir dan semua orang begiti kecewanya, mereka mencona berlari ke dermaga. Mereka juha tidak.melihat adanua kapal yang akan mengangkut mereka pulang, Kabir dan semua pion jatuh terduduk di sisi pantai.
Semuanya merasa segalanya sia-sia, "Aaagghh!" teriak Kabir dan semua pion yang ingin kembali ke peradapan.
Yahmen, Aoi, Balian, dan Mano juga para beeluf begitu bersedihnya mereka tidak menyangka akan mendapatan suatu kesedihan untuk semua itu.
Para wanita menangis berlutut memukul pasir pantai yang tenang, layar virtual masih bersinar di angkasa.
Trio mekanik masih menatap, "Ada yang aneh, mengapa layar virtual masih ada?" tanya Will. Ia masih menatap ke angkasa, semua orang terhenti dari tangis dan jeritan kekecewaan.
"Ayo, berlindung! Jangan-jangan semua ini jebakan!" ujar Toto.
Semua orang berlari menjauhi pantai memasuki hutan bambu, mereka berusaha mencapai tanah tak kasatmata.
Kembali deru heli menggema di udara menembaki mereka, para beeluf mencoba berlari menjauh dan terpecah dengan para pion.
Berusaha menghindari semua peluru yang tiada hentinya, Kabir meminta senjata lasernya yang dibawa oleh Kirana.
Ia benar-benar murka, ia menembak jatuh heli. Para pion pun berusaha untuk mengikuti apa yang Kabir lakukan, mereka berpencar dan menembak heli di angkasa.
Beberapa heli berjatuhan, mereka mencoba untuk menyelamatkan beeluf dan yang lain untuk mencapai tanah tak kasatmata.
Yahmen sudah tidak memiliki kekuatan lagi, begitu juga dengan Ayesha yang sedang hamil. Mereka hanya bisa pasrah dan berharap adanya suatu keajaiban bersama semuanya, Alberto benar-benar sudah merencanakan dengan matang.
Kevin berusaha untuk sekuat tenaga membantu para pion, ia mengira jika Alberto hancur ia akan kembali ke peradapan.
Namun, semua mimpi setiap orang tidak sesuai dengan realita. Membuat mereka semangkin kebingungan dan resah, "Alberto sialan! Akan kucincang kau!" umpatnya kesal.
Ia masih terus menembakkan senjata m60-nya, tetapi tidak begitu berpengaruh banyak ketimbamg laser milik para pion yang benar-benar hebat.
__ADS_1