
Para pion berusaha untuk menghindari setiap serangan demi serangan, mereka mencoba untuk terus melindungi nyawa mereka.
Mereka mencari siapa yang melontarkan boomerang ke arah mereka, tetapi tidak seorang pun melihatnya. Kabir menembakkan senjata lasernya hingga membuat boomerang jatuh, mereka berlarian menyusuri hutan bambu.
Mereka tidak ingin bertarung dengan hal yang tidak pasti, semua pion berlarian meninggalkan hutan bambu.
***
Sementara jauh di Kota New York, Alberto sedang menikmati hidupnya di atas perut seorang wanita yang sangat menggairahkan dan meruntuhkan iman seorang pria mana pun.
Ia benar-benar mencari kepuasannya setelah ia melihat Yahmen, ia teringat dan terbayang wajah Yahmen yang cantik yang telah mencuri hatinya.
Akan tetapi, ia tidak menyangka saat ia membunuh Bahale Yahmen dan Muti melihatnya. Beberapa pertempuran mengubah Yahmen kecil menjadi seorang gadis belia yang luar biasa cantiknya.
Sehingga membuat Alberto jatuh hati kepadanya saat Yahmen selalu saja menyerang semua kawasan pulau. Lewat layar monitornya ia sudah jatuh cinta dengan pujaan hatinya,
Ia berkeinginan untuk menjadikan Yahmen istrinya, akan tetapi Yahmen lebih memilih mati membusuk dari pada bersama pembunuh ayah ibu dan seluruh klannya.
Ia mendengus kesal, sebuah suara ponselnya berdering. Ia membiarkannya dan terus menumpahkan hasratnya, setelah selesai ia mengangkat ponselnya. Ia melihat Crabs meneleponnya, "Ada apa?" ucapnya ketus.
Ia sedikit kesal harus terburu-buru menyelesaikan permainannya,
~Crabs
"Tebing hatter telah, hancur! Dan semua pemegang saham memintamu untuk memberikan klarifikasi," ucap Crabs di seberang.
~Alberto
"Brengsek! Aku akan segera, pulang!" ucap Alberto.
Ia menutup ponselnya dan beranjak memakai jubahnya dan pergi, si wanita mengejarnya. Ia menyentuh lengan Alberto, "Tuan, bagaimana dengan bayaran saya?" ucap si wanita. Ia masih berusaha menutupi tubuhnya dengan selembar jubahnya.
Dor!
__ADS_1
Alberto menembak si wanita tepat di dadanya, darah mengucur. Alberto tidak peduli ia secepatnya meninggalkan wanita dan ke luar melalui lift, menuju pesawat pribadinya pergi ke Pulau Kematian.
Di dalam pesawat ia memakai bajunya, berselang beberapa jam. Ia sudah tiba di atas kastilnya, ia keluar dari pesawatnya dan secepatnya berlari turun.
Para pengawalnya berjejer melindunginya dengan setelan jas yang lengkap dengan senjata laras panjangnya. Alberto memasuki ruang rahasia kerjanya, ia menyuruh asistennya Joe untuk menyambungkannya dengan semua penanam saham di pulaunya.
Seluruh wajah-wajah di monitor sudah menegang karena kesal, "Apa-apaan ini, Al. Kau belum juga mampu mengatasi kerusuhan di Pulau Kematian.
Aku sudah mengirimkan banyak orang, ke sana!" ucap seorang jendral bintang enam dengan wajah bulenya.
"Apa aku harus mengirimkan tentara yang lebih profesional lagi?" ucap monitor paling ujung di sebelah kiri Alberto. Seorang wanita bermata sipit berdandan ala Jepang, menghisap cerutu langsingnya.
Alberto hanya diam, "Aku akan mengirim seratus orang, untuk menumpas para pion sialan itu. kau tahu rangking penonton membludak.
Tetapi pulau akan hancur bila terus-terusan kekacauan terjadi," pria berwajah Asia dari daratan Cina yang berbicara.
Lagi-lagi Alberto hanya diam, ia mencoba memahami dan menampung semua keluh kesah 30 orang penanam saham di pulaunya.
Ia muak, "Selama ini, kalian selalu mendapatkan uang yang berlipat ganda dan kalian tidak pernah mengeluh selama 10 tahun terakhit ini."
Semua orang berkasak-kusuk dengan berbagai bahasa di belahan dunia bersama asisten masing-masing, Alberto hanya diam.
Ia masih kesal dengan hasratnya yang tanggung di atas perut wanita yang telah terkapar tewas di hotel. Ia masih membayangkan wajah Yahmen yang cantik,
"Bagaimana bila kami tidak mau mengirimnya?" ucap pria berkebangsaan Moskow.
Semua orang ribut ada yang setuju untuk melanjutkan ada yang ingin mumdur, mereka mulai sedikit ketakutan akan semua hal yang telah terjadi.
Alberto hanya tersenyum tipis, "Silahkan, jika ingin mundur. Akan tetapi, semua akan tersiar ke dunia. Siapa saja yang telah ikut ambil bagian di pulau ini? Bahkan, anak cucu kalian akan menjadi pion ke depannya," ucap Alberto.
Ia mengancam mereka dan ancamannya bukan main-main, ia benar-benar telah mengirimkan anak buahnya untuk mengikuti setiap langkah gerak pemegang sahamnya.
Ia merasakan sedikit kekhawatiran di dalam menghadapi pionnya kali ini, ia begitu sulitnya menaklukkan meeeka. Alberto menjadi sedikit kesulitan, hingga ia mengambil inisiatif itu.
__ADS_1
Agar seluruh pemegang sahamnya tidak lagi mampu berlari dari hidupnya, Ia mrnggunakan cara licik untuk menghadapi orang-orang licik dan rakus di depannya.
Mereka adalah orang-orang petinggi suatu negara tetapi sangat haus akan harta kekayanan hingga rela menghancurkan kehidupan orang lain.
Mereka adalah orang-orang licik di dunia, yang menghalalkan berbagai cara di dunia. Termasuklah dirinya, yang menghalalkan segalanya hingga ia lupa caranya untuk bersyukur dan membalas budi.
Mereka adakah orang-orang yang selalu mengkali-kalikan semua orang tanpa berniat membagi-baginya.
Alberto hanya membagi sedikit hartanya hanya untuk menarik simpati masyarakat dan pemerintahan agar memuliskan semua keinginannya.
Keributan berakhir setelah Alberto menayangkan di layar monotornya anak buahnya telah mengikuti seluruh keluarga mereka, uang yang mengatur segalanya.
Alberto tersenyum puas setelah membungkam semua keributan, yang pada akhirnya ia jualah si pemenangnya. Pada akhirnya semua orang bersedia untuk mengirimkan tentara dan kaki tangan mereka lagi,
"Terima kasih! Bapak dan Ibu sekalian, aku rasa rapat kali ini kita akhiri. Segeralah kirim pasukan kalian, jika nyawa keluarga dan kalian ingin selamat!" ucap Alberto Kuro.
Ia berbicara dengan dinginnya, semua orang mematikan sambingan layar virtual. Alberto terdiam ia lelah, ia memandang ke layar kala para pion menghancurkan tebing hatter, ia tidak menyangka klan beeluf begitu banyaknya di pulau.
Ia sedikit bingung, " Aku ingin kerahkan semua orang untuk menyelidiki di mana mereka bersembunyi di pulau ini. Baik lewat jaringan teknologi maupun manual," teriak Alberto.
Joe hanya menganggukkan kepalanya, ia ke luar dengan cepat dari ruangan Alberto ia takut akan menjadi sasaran kemarahan Alberto.
***
Jauh di Hutan Kegelapan para pion berlari mendekati pohon gerowong, lagi-lagi mereka dikejutkan dengan boomerang yang masih melayang, kali ini jumlah boomerang bukan hanya satu saja tetapi sekitar lima boomerang terbang di atas kepala mereka.
Menantikan untuk memenggal kepala mereka, kembali mereka berjumpalitan merunduk dan tiarap ke bumi. Semua orang berusaha untuk menembakkan senjata lasernya, di saat mereka terjatuh ke bumi.
Boomerang semengkin menderu, Zai dengan kecepatannya menembak boomerang hingga hancur berkeping. Mona dan Marta mengamati asal boomerang mereka bersembunyi di balik salah satu pepohon,
keduanya saling pandang, dan berlari ke arah boomerang mengendap dengan mengintainya. Mereka melihat dua orang pria dengan memakai hoody mengarahkan boomerang mereka.
Marta dan Mona melemparkan sangkurnya ke arah dua orang tersebut hingga salah satu boomerang mereka menangkis sangkur keduanya.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya, bila kalian memang menyukai karya saya. Agar saya lebih rajin up