
"Lalu ini rumah milik siapa?"
Tanya Asha cepat ke arah Eden, bangunan megah dengan konsep yang tertata apik, dari depan terlihat begitu asri, tidak berisik dan sangat nyaman sedangkan dari arah belakang bagian atas menjulang tinggi menembus langsung pemandangan kota metropolitan.
Setelah selesai acara sesi makan malam bersama mereka, mereka duduk manis sembari menatap lampu-lampu kota yang bertaburan di mana-mana.
"Rumah kita"
Jawab Eden cepat sambil mengulas Senyuman.
"Ya?"
Asha tampak terkejut.
"Apa kamu menyukai nya? aku membeli lahan ini dan mempersiapkan semuanya sejak 1 tahun yang lalu, baru bisa merealisasi pembangunan nya sejak ½ tahun yang lalu, semua di pilih oleh Belle, dia bilang kamu suka warna alami serba putih yang berarti suci, seperti pakaian kerja kamu"
Cerita Eden.
Seketika Asha terdiam, dia menatap dalam bola mata Eden, cukup tidak percaya jika Eden telah lama merencanakan semuanya.
"Kenapa...?"
Dia ingin sekali bertanya jika memang di siapkan sejak lama, lalu kenapa mencoba menyakiti dirinya bersama ramira?.
__ADS_1
"Aku masih ragu untuk maju, seorang laki-laki yang tidak baik seperti aku rasa nya tidak pantas untuk kamu, berbulan-bulan memikirkan nya dan mencoba untuk melepaskan kamu, nyatanya semakin aku berusaha menjauh dari kamu semakin perasaan ku sakit dan hancur"
Kenang Eden.
Yah dia berkali-kali mencoba menyakiti perasaan Asha, meninggalkan gadis itu dengan membawa ramira, kesalahan terbesar nya menjadi laki-laki breng..sek yang bahkan tidur dengan ramira agar bisa melupakan Asha, realita nya hati memang tidak bisa di bohongi dan kenyataan lainnya, sebejad-bejad nya seorang laki-laki mereka tetap mencari sosok yang pantas untuk menjadi ibu dari anak-anak nya.
Pada akhirnya Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Ibu adalah seorang pengajar yang memberi nasehat tentang petunjuk kehidupan ketika seorang anak membutuhkan petunjuk bimbingannya. Ibu adalah manusia ciptaan Allah yang memberikan sesuatu tanpa batas dan tidak mengharapkan imbalan apa-apa atas semua pemberiannya.
Seorang anak yang senantiasa mendambakan ibu yang baik nan taat dengan kepercayaan nya, taat menjalankan ibadah sesuai kepercayaan nya, tahu menjalankan hukum sesuai dengan aturan agama, memberikan kasih sayang yang tulus, mendidik dengan baik dan berbudi pekerti yang luhur. Itulah yang disebut dengan ibu ideal.
Bahkan seorang perempuan tidak pernah lupa bahwa tanggung jawab ibu dalam mengasuh anak dan membentuk kepribadian mereka lebih besar dari pada tanggung jawab ayah. ada istilah kokoh dalam sebuah agama Islam jika Ibu merupakan Madrasah yang paling utama dalam pembentukan kepribadian anak.
Disamping ibu sangat berperan sebagai figur central yang dicontoh dan diteladani dengan perilaku atau moralitas melalui arahan dalam berbagai keutamaan yang mulia.
Untuk mencapai keutamaan ini seperti menanamkan akhlak- akhlak terpuji baik terhadap keluarga maupun di kalangan masyarakat maka para ibu perlu sekali memperhatikan anak-anaknya sejak dini, setiap muncul sifat-sifat negatif seperti sombong, congkak, hendaknya mereka segera mengobatinya. Jika sifat ini dipelihara maka di masa yang akan datang perangainya akan cenderung tidak mau menerima nasehat dan tidak mau berkecimpung dengan kelompok-kelompok yang baik.
Sejatinya yang dia pertimbangan bukan hanya untuk meraih kebahagiaan Dirinya melainkan untuk keluarga nya, Eden ingin sosok seorang istri yang bisa menghargai mama nya dan juga begitu menyayangi belle, dan Asha punya porsi yang cukup pantas dia pinang pada akhirnya.
Asha mengembangkan senyumannya, lagi-lagi air mata nya jatuh, secepat kilat Eden meraih tangan Asha dan menggenggam nya Begitu erat.
"Mari melupakan masa lalu, membuka lembaran baru,mulai menulis dan menggambar kisah baru di dalam nya, tidak usah lagi menoleh ke belakang dan tidak lagi mengungkit hal-hal yang sudah berlalu"
Ucap Asha dengan suara seraknya.
"Semua orang punya masa lalu, aku pun begitu, kamu pun begitu, dengan berdamai pada masa lalu dan melupakan semuanya, kita sama-sama akan hidup dalam ketenangan dan keharmonisan"
__ADS_1
Ucap Asha lagi.
Eden mengangguk cepat, lantas meminta Asha untuk berdiri untuk berdansa bersama saat suara music mulai berayun lembut dan syahdu. Dia tahu Abigail dan deliyah dari seberang sana membantu mengubah lagu nya agar terkesan jauh lebih romantis dan mesra.
Sejenak mereka merapatkan diri, mulai bergerak lembut dan berdansa bersama.
"Aku akan menemui papa dan mama mu di akhir Minggu ini, membicarakan soal tanggal pernikahan nya"
Ucap Eden sambil melatakkan dagunya di bahu Asha.
Seketika senyuman mengambang di wajah gadis itu, dengan cepat Asha menghentikan gerakannya lantas dia memeluk erat tubuh Eden.
"I love you"
bisik Eden lembut sambil mencium hangat puncak kepala Asha.
Gadis itu mendongak, menatap dalam bola mata Eden, rasanya jutaan kupu-kupu terbang melayang di atas kepala hingga ke kaki nya.
I love you?
kata itu begitu lama sekali ingin dia dengar dari bibir laki-laki itu dan malam ini seolah-olah dia tengah bermimpi.
"I love you too"
Ucap Asha masih dengan bola mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Sepersekian detik kemudian Eden Menyentuh kedua belah pipi nya, lantas dengan gerakan cepat laki-laki itu menautkan bibir mereka dan bergerak penuh dengan kehangatan.