Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Best husband


__ADS_3

"Sayang apa kita sudah boleh membelikan semua perlengkapan nya sekarang? aku fikir cukup merasa gatal dengan pemandangan"


Murat mulai bertanya pada Aishe dengan bola mata nya terus menatap ke arah beberapa peralatan baby yang ada di hadapannya.






Aishe tampak terkekeh melihat betapa antusiasnya sang suami menyambut kelahiran anak mereka.


Aishe jelas bersikap lebih tenang dalam menyambut kelahiran, menyiapkan hal-hal di anggap penting lebih dulu, sedangkan sang suami jelas begitu antusias dan bersemangat, bahkan tiap kali melihat barang-barang unik Murat pasti selalu ingin membelinya.


Karena kesepakatan awal nya mereka tidak mau tahu jenis kelamin sang baby, jadi tiap kali Murat membelikan sesuatu biasa nya dengan warna-warna natural atau soft seperti warna cream atau putih.


"Sayang?"


Murat kembali bertanya pada Aishe.


"Baiklah, kita bisa mencari nya sesuai dengan apa yang Daddy kita mau"


Ucap Aishe sambil mengelus lembut perut nya sendiri kemudian menatap dalam wajah Murat.


Seketika wajah Murat berubah menjadi begitu cerah,dia dengan cepat menggenggam erat tangan Aishe dan mulai menjelajahi setiap sudut toko tersebut.


"Apa kah ini bagus?"


Murat bertanya sambil menaikkan 2 model sepatu baby ke hadapan Aishe.


"Hmmmm"

__ADS_1


Aishe Tampak berfikir sejenak.


"Aku fikir yang ini"


Murat mengangguk cepat, lalu tiba-tiba dia menaikkan ujung alisnya.


"Bukankah lebih baik kita mengambil ke dua-duanya?"


Tanya nya lagi tiba-tiba.


Seketika Aishe terkekeh.


"Sayang kamu boleh membelinya tapi jangan berlebihan, sebab bayi nya akan tumbuh dengan cepat, selain itu berlebih-lebihan juga tidak disukai tuhan"


Seketika Murat mengulum Senyuman nya.


"Baiklah"


Laki-laki itu kembali memilih beberapa barang yang dia sukai, memutar Kesana-kemari mencari apa yang di anggap nya penting dan cocok seperti apa yang dikatakan sang istri.


"Aku fikir cukup ini saja"


Murat bicara sambil mendorong troli belanjaan yang sudah penuh dengan barang-barang pilihan nya.


Aishe Tampak mengangguk, mengikuti langkah Murat menuju ke meja kasir.


*******


"Lelah?"


Murat bertanya sesaat setelah mereka selesai melakukan pembayaran, membiarkan Aishe duduk di salah satu kursi yang memang biasa nya tersedia di pusat pembelanjaan.


Sedangkan Sang asisten pribadi diminta untuk membawa barang-barang mereka ke mobil lebih dulu.

__ADS_1


Laki-laki itu membiarkan sang istri duduk di atas kursi sedangkan dirinya duduk di bawah sambil menahan tubuhnya dengan kedua kakinya.


Murat mencoba melepaskan kedua belah sepatu flat shoes milik aishe, memeriksa keadaan kakinya yang ternyata cukup memerah.


"Ini memerah"


Ucap Murat menatap khawatir ke arah wajah Aishe, dia membiarkan kaki aishe naik ke atas pahanya lantas secara perlahan Murat mulai memijat-mijat telapak kaki Aishe.


Dia sama sekali tidak peduli dengan tatapan orang yang hilir mudik, tampak melirik atau bahkan berbisik karena melihat tindakan nya pada sang istri.


"Kita bisa terus berjalan ke area parkiran, kemudian langsung pulang"


Ucap Murat sambil mengelus lembut wajah Aishe.


Begitu sang istri mengangguk dan mulai berdiri, tiba-tiba dengan langkah cepat Murat meraih tubuh Aishe dan langsung menggendongnya didepan ala bridal style hingga membuat sang istri terkejut.


"Sayang?"


Aishe langsung mengalungkan tangannya ke leher murat.


"Bukankah lelah? aku fikir kaki mu tidak baik-baik saja sayang, aku bisa menggendong kalian hingga ke bawah"


Murat bicara sambil berjalan lurus kedepan.


"Kami begitu berat, orang-orang melihat kita"


Ucap Aishe sambil melirik ke sekitaran mereka.


Murat tampak mengulum senyuman, tidak peduli sama sekali dengan pandangan orang-orang, bagi nya yang penting Aishe tidak merasa lelah dan kaki nya baik-baik saja.


"Ssttttt kalau yang ini aku harus sedikit membantah"


Jawab Murat sambil terus melangkah.

__ADS_1


Seketika Aishe mengulum senyumannya, menatap sejenak wajah Murat lantas masuk kedalam pelukan laki-laki itu dengan jutaan perasaan syukur.


__ADS_2