Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Masih hati yang terus bersembunyi


__ADS_3

Selena tampak sibuk mencoba untuk naik ke atas motor sport milik Murat yang terparkir di halaman depan Mansion,dengan perasaan penuh rasa penasaran dia mencoba untuk naik dan mencoba membawanya berkeliling halaman mansion, tapi rupanya secepat kilat bahrat menarik kerah baju belakang nya.


"Ahhhhhh "


Selena tampak terkejut, menoleh dengan cepat.


"Ini berbahaya"


Ucap Bahrat muda lantas naik dengan cepat ke atas motor tersebut, membiarkan Selena tetap duduk di depannya.


"Aku hanya penasaran"


Ucap Selena sambil memunyungkan bibirnya.


"Berhenti melakukan itu, bibir mu jadi tampak seperti ikan mujair"


Ucap Bahrat sambil merapatkan tangan nya ke bibir Selena.


"Hmmmm.. awsssssss ssjjj"


Selena berusaha untuk bicara tapi bahrat terus menahan bibirnya.


"Stttt jika tidak aku akan mencium bibir mu sekarang juga"


Ucap Bahrat, lantas dengan cepat memajukan tubuhnya, mulai meletakkan kedua tangannya ke kedua stang motor nya.


"Siap mencoba nya?"


Tanya bahrat sambil menatap wajah Selena dari sisi kanan gadis muda itu.


"Tidak bisa kah tangan ku juga mencoba nya?"


Tanya Selena cepat, menoleh cepat ke arah bahrat, seketika wajah mereka saling bertemu, bola mata mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


Bahrat memainkan alisnya.


"Naikkan tangan mu"


Seketika wajah Selena menampilkan ekspresi bahagia, dengan cepat ikut naik ke stang motor nya.


Bahrat tampak mengulum senyuman, sepersekian detik kemudian mereka langsung melesat dari halaman depan mansion utama Al Jaber.


Dari lantai atas, bola anta Eden terus menatap dua sosok di bawah itu, seketika rahang Eden mengeras, dia menatap tidak suka ke akrab'an dua sosok itu sejak tadi.


*******


Eden secepat kilat menarik tubuh Selena ke arah dinding, menghentakkan nya dengan sedikit kasar, bola mata nya jelas menampilkan ekspresi marah luar biasa.


"Itu tadi apa?"


Selena yang seketika terkejut tubuh nya si tarik oleh seseorang, sejenak langsung membeku.


"Eden?"


"Dia uncle mu"


Ucap Selena cepat.


"Dia seorang laki-laki, punya hawa dan *****"


"Itu tidak seperti apa yang kamu fikirkan"


Selena berusaha untuk menetralisir kemarahan Eden, dia tahu mungkin dia salah terlalu dekat dengan bahrat, tapi bahrat jelas Begitu terbuka dan baik, sangat ramah juga supel, berbanding cukup terbalik dengan Eden yang cukup kaku dan begitu sulit di tebak.


"Apa kamu jatuh cinta pada nya?"


Eden bertanya cepat ke arah Selena.

__ADS_1


Alih-alih menjawab Selena malah terkekeh.


"Apa aku terlihat suka padanya? kau begitu cemburuan"


"Ini bukan soal cemburu atau tidak, jika kamu memang menyukai nya mari akhiri semua soal kita, aku tidak suka ada 2 laki-laki didalam satu hati"


Setelah berkata begitu Eden dengan cepat mulai menjauhi Selena.


Seketika bola mata Selena membulat.


"Kamu marah?"


Selena menarik cepat lengan Eden, mencoba menahan langkah laki-laki itu.


"Tidak, aku tidak terbiasa marah pada mu"


Ucap Eden, lantas berusaha kembali melangkah menjauh.


"Sayang"


Selena kembali menahan tangan Eden.


*******


Valentine tampak melangkah terburu-buru menuju ke lantai atas, seharusnya dia sudah tiba di tempat les piano, namun seperti biasa, gadis ceroboh itu meninggal kan buku miliknya.


Saat dia melangkah ke atas, sejenak bola matanya terpaku menatap kakak perempuan nya Selena dan Eden, secara perlahan gadis itu berjalan mendekat, berfikir apa yang dua orang itu lakukan.


Valentine bersandar di samping dinding bagian kanan dimana Selena dan Eden berdiri, dia bisa mendengar dengan jelas obrolan ke dua orang tersebut. Seketika valentine membeku, dia menelan salivanya untuk beberapa waktu.


"Sayang"


1 Kalimat yang meluncur di balik bibir sang kakak jelas menghantam perasaan nya, seketika air matanya tumpah.

__ADS_1


tidak perlu dijelaskan, dia cukup tahu bagaimana hubungan kedua orang itu berjalan saat ini, mereka menyembunyikan hubungan mereka di antara semua orang agar tidak ada seorang pun yang tahu.


__ADS_2