
Menjelang Akad Nikah
Bern langsung dipindahkan ke kediaman utama hillatop uni emirat Arab setelah bertemu dengan para keluarga tadi, mereka mengikuti tradisi di sana, di mana pengantin laki-laki akan di kawal oleh para anggota hadrah marawis dari tempat yang jauh menuju ke rumah pengantin perempuan.
Bern tampak mengulum senyuman saat semua orang mengawal nya dari rumah keluarga hillatop,kadang kala Murat dan Eden bergantian menggoda nya hingga membuat Bern tampak malu Seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
"Itu sangat buruk sekali"
Bern berbisik pada laki-laki tampan di samping nya, Seine anak laki-laki uncle Ibra de lucas nya.
Seine tampak terkekeh melihat ekspresi wajah Bern.
"Itu hal yang biasa, aku juga di goda habis-habisan saat menikah dengan Amira dulu, tapi buruknya kami di jodohkan tanpa saling mencintai, meskipun merasa malu tapi saat itu aku enggan menampakkan Senyuman, andai waktu bisa aku ulang, aku ingin mengulang moment dan mengeluarkan ekspresi malu-malu seperti kamu"
Ucap laki-laki itu sambil mengenang masa lalu.
Bern memukul pelan lengan laki-laki itu.
"Yang penting sekarang kamu tergila-gila pada nya"
Seine terkekeh.
"Dia pandai mengambil hati ku dan begitu sabar serta berhati emas, persis Seperti nama nya Amira (Dalam bahasa Arab artinya Putri yang memilik hati emas)"
Bisik Seine pelan sambil mengulum senyum.
"lihat aku, berikan aku pelukan hangat dan ciuman"
Ucap Seine cepat.
"Ini hari terakhir kamu menjadi seorang bujangan"
Bern tertawa lantas langsung memeluk erat tubuh Seine, mereka saling beradu hidung menandakan betapa mereka saling menyayangi.
Suara musik Rabbana terdengar terus mengalun indah, menandakan kebahagiaan untuk sang calon mempelai laki-laki yang semakin mendekati rumah sang calon pengantin perempuan.
"Sudah siap π―%?"
Murat bertanya dari arah samping nya, menatap dalam wajah Bern lantas melebarkan kedua tangannya.
"Kamu akan melepaskan masa lajang"
__ADS_1
Seketika bola mata Murat berkaca-kaca, ingat bagaimana lama nya mereka berpisah, hanya bersama di saat masih kecil lalu terpisah begitu lama, lantas batu bertemu lagi setelah bocah Perfeksionist itu telah tumbuh begitu dewasa hampir seusia nya.
Bern seketika menangis, memeluk Murat dengan erat, dia berbisik pelan.
"Maafkan aku belum bisa menjadi adik yang baik seperti yang kamu harapkan, Brother"
Murat menepuk-nepuk punggung Bern.
"Tidak, bagi ku kamu adik yang begitu luar biasa"
Setelah itu Murat melepaskan pelukannya, dia mencium Bern berkali-kali dari wajah, kening dan hidung nya.
"Semoga tuhan memberkati mu"
"Dan kami juga harus memberikan aku pelukan"
Ucap Eden cepat sambil ikut membentangkan kedua tangan nya.
"Ah brother"
Ucap Bern sambil menepuk-nepuk punggung Eden di ikuti oleh Eden,lantas mereka saling beradu hidung.
"Semoga dilancarkan semuanya tanpa hambatan"
Laki-laki itu mengangguk dengan cepat.
"insyaAllah"
Ucap Bern kemudian.
*******
Bern tampak menghela nafasnya pelan saat mereka mulai memasuki rumah, tampak para tamu Mulai berdatangan dan seluruh keluarga besar telah hadir disana.
Tradisi disana untuk undangan tamu laki-laki jelas terpisah dengan undangan tamu perempuan jadi jangan harap mereka bisa melihat satu sosok perempuan pun disana.
__ADS_1
Beberapa orang tampak sibuk berfoto bersama secara bergantian, menikmati moment indah akad nikah Bern dengan penuh kebahagiaan.
Kebiasaan lainnya beberapa orang akan menari menggunakan pedang juga saling bercanda ria bersama.
Dan tradisi yang paling subhanallah luar biasa, para laki-laki saat bertemu akan saling menyatukan hidung menandakan betapa mereka saling mencintai dengan sesama umat nya (Yang pesek bersabarlah, outhor juga rada-rada pesek sebab nya πππππ€£π€£)
"Kita akan memulai akad nikah nya"
Terdengar suara seseorang menepuk pelan bahu Bern ketika laki-laki itu masih mengobrol bersama beberapa teman nya.
"He em"
Seketika ekspresi Bern berubah, dia menarik nafasnya berkali-kali, rasa gugup jelas meliputi perasaan nya, Beberapa hari ini mencoba menghapal kata-kata yang akan dia ucapkan saat akad nikah nanti, dia harap tidak ada yang salah dalam penyebutan dan tidak membuat lidah nya tiba-tiba terpeleset dengan sendirinya.
Daddy nya seketika menepuk-nepuk pundak Bern.
"Bismillahirrahmanirrahim, InsyaAllah semua akan di mudahkan Allah"
Ucap sang Daddy nya sambil melebarkan senyumannya.
******
Catatan \= (Data berbagai sumber, andai ada kesalahan mohon di maafkanπ)
Untuk tamu perempuan seandai nya outhor tidak bisa berikan gambaran nya di next episode maafkan lah, sebab susah sekali untuk cari contoh foto-foto para perempuan, sebab secara garis besar disana bukan seperti kita gampang jeprat-jepret foto untuk kaum hawa nya)
Keterangan \=
Di Arab Calon pengantin pria memiliki tradisi yang unik saat melangsungkan akad nikah,biasanya calon mempelai pria akan dikawal oleh para anggota hadrah marawis ketika menuju rumah atau tempat akad nikah dimana calon mempelai wanita berada. Hadrah marawis adalah kesenian timur tengah yang biasa dinyanyikan saat Maulid Nabi ataupun acara pernikahan.
Sambil memainkan rebana anggota hadrah marawis ini akan beramai-ramai mengiringi calon mempelai pria saat perjalanan menuju rumah mempelai wanita. Perjalanan menuju mempelai wanita akan dimulai dengan rute yang paling jauh hal ini dilakukan secara sengaja untuk meramaikan acara iring-iringan pengantin pria.
Acara akad nikah pengantin Arab dilangsungkan secara terpisah antara tamu wanita dan tamu pria. Sesampainya di lokasi akad nikah segera dilakukan pembacaan Maulid Nabi agar pernikahan selalu di berkahi. Setelah itu dilanjutkan dengan khutbah yang berisi tentang keutamaan-keutamaan dalam sebuah pernikahan.
__ADS_1
Setelah selesai acara khutbah dilanjutkan dengan acara inti yakni ijab qobul dilakukan oleh ayah dari calon mempelai wanita dan calon mempelai pria kemudian segera ditutup dengan pembacaan doa secara khusyuk untuk mendoakan pasangan suami istri agar menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.