Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Keluarga Besar "Big Family"


__ADS_3

Bern jelas cukup bingung dengan keadaan, sejenak daddy nya dan seluruh keluarga Al Jaber saling merangkul, beberapa waktu Daddy Bern berbisik pada bahrat entah membicarakan apa tapi yang jelas bahrat sejenak membeku kemudian malah tertawa senang sambil melirik ke arah Bern.


"Dia sudah berusia matang untuk melepas masa lajang, hanya saja belum tahu apa gadis kecil Al Fattah menyukai nya"


Bern jelas menaikkan ujung alisnya.


"Bern"


Mommy nya memanggil cepat, menggenggam telapak tangan Bern untuk waktu yang lama.


"Yes mom"


Buru-buru Bern membiarkan sang mommy duduk disalah satu kursi sofa dimana ada Selena yang bersiap menyambut mereka.


"Dia gadis yang cantik"


Mommy Bern bicara sambil menatap Selena.


"Apa dia adik mu di keluarga Al Jaber?"


Tanya mommy nya sambil mendekati Selena.


sejenak mereka saling memeluk.


"Iya, dia adik kecil di keluarga Al Jaber untie"


Murat bicara sambil menyambut uluran tangan wanita tua yang masih segar dan cantik itu.


"Dan kamu nak?"


Mommy Bern bertanya cepat.


"kakak tertua Bern"


Jawab Murat sambil melebarkan senyuman nya.


"Wajah kalian hampir mirip"


Mommy Bern tertawa kecil menatap Murat dan Bern bergantian.


"Cukup mirip jika berdiri bersamaan"


Bern ikut mengembangkan Senyuman nya.

__ADS_1


"Kamu sudah menikah nak?"


Mommy Bern terus bertanya pada Murat, duduk disamping Selena sambil memperhatikan dengan seksama wajah laki-laki itu.


Murat mengangguk pelan.


"Sudah untie"


"Itu bagus, laki-laki matang sudah harus menikah jika sudah waktunya"


Mommy Bern melirik ke arah Bern.


"Kamu juga harus menikah sekarang"


Mendengar perkataan mommy nya Bern hanya bisa menarik pelan nafasnya.


"Ngomong-ngomong dimana putri Al Fattah?"


Mommy Bern tampak bertanya dengan tidak sabaran.


Saat Murat ingin berkata jika istri nya dan nona gaohan Ayana tengah mengajak nya bicara soal beberapa hal, tiba-tiba pintu depan terbuka.


Sejenak bola mata semua orang menatap kedepan.


"Yang menggunakan pakaian warna hitam itu istri ku untie, dan didamping nya yang menggunakan pakaian berwarna peach putri Al Fattah"


Mommy Bern tampak menatap dengan seksama wajah semua orang yang masuk, kemudian dia mengulum senyuman nya.


"Dia mirip nenek muda Al Fattah"


Ucap mommy Bern cepat.


"Daddy mu memang punya mata yang jeli, bern"


"Ya?"


Bern bertanya ke arah mommy nya.


"Apa putri Al Fattah cantik menurut mu bern?"


mommy nya kembali bertanya.


Bern tampak menatap wajah Belle beberapa waktu, memandangi nya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Bern tidak terlalu memperhatikan nya selama ini, Karena bagi nya Belle masih begitu kecil dan belum dewasa.

__ADS_1


"Cantik"


Jawab Bern jujur.


Yeah memang cantik, jika dewasa pasti terlihat berkembang dengan baik dan sempurnah.


Gumam Bern dalam hati.


"Kamu cukup mengenal gadis Al Fattah sebelumnya? mereka bilang pada daddy mu, kalian bahkan berbagi kasur?"


Mommy nya menatap curiga ke arah Bern.


"Oh ayolah, aku tidak macam-macam dengan nya mom, dia hanya bergantung kepada ku karena tragedi malam kelam Beberapa waktu yang lalu"


Bern jelas berusaha untuk membela diri, dia fikir lagi-lagi malah seperti jadi tersangka.


Mommy nya tersenyum geli melihat ekspresi Bern.


"Mommy tahu, biasanya orang yang selalu bergantung Antara satu dengan yang lainnya dan selalu bersama lama-lama akan terbiasa, jika satu nya menghilang mereka akan merasa ada sesuatu yang kurang didalam diri mereka"


"maksud nya mom?"


Bern mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjawab, saat Belle menyambar tubuh tuan Al Fattah dan tuan Al Fattah memeluk Belle dengan hangat, Secepat kilat mommy Bern berdiri.


Gaohan tampak mengelus lembut wajah Belle, di iringi Secara bergantian keluarga besar hillatop dan Abimayu yang terus bergantian menyambut gadis itu dengan menaburkan jutaan doa penuh cinta untuk gadis kecil itu.


Bern dan mommy nya mulai ikut berkumpul disana, diiringi bahrat, Murat dan Selena.


Ditengah obrolan panjang yang terjadi, tiba-tiba Daddy Bern berkata.


"Aku fikir sebaiknya kita mendapatkan makan siang bersama, Setelah ini kita akan membicarakan pernikahan kalian"


Al Fattah tampak mengelus bahu Belle dengan hangat sambil tersenyum ke arah Bern.


Sejenak Bern membulatkan bole mata nya.


"What?"


Belle langsung menoleh ke arah Daddy nya.


"Ya?"

__ADS_1


__ADS_2