
Eden tampak menarik nafasnya beberapa kali sebelum dia turun dari dalam mobilnya, ini terdengar gila sebab dia bukan type laki-laki romantis seperti kebanyakan laki-laki pada umumnya, karena itu dia dengan gamblang meminta bantuan Abigail dan deliya untuk membuat konsep kejutan untuk Asha.
"Apa ini akan berhasil?"
Dia bertanya pada Abigail kemarin disaat semua konsep mulai di tata oleh Abigail di atas selembar kertas.
"Ini akan berhasil"
Ucap Abigail dengan penuh keyakinan.
"Dia begitu mencintai kamu brother, jadi tidak mungkin dia menolak mu"
Abigail tampak terkekeh melihat ekspresi Eden yang tampak begitu ragu dengan keadaan.
Eden dengan cepat melesat turun dari mobil nya, masuk ke rumah dengan bangunan dominan berwarna cream itu dengan cepat.
Baru laki-laki itu akan memencet bell tiba-tiba pintu terbuka dengan cepat.
"Loh Kevin?"
Seorang wanita seumuran mama nya tampak senang melihat kedatangan Eden.
"Pa..ada Kevin loh"
Mama Asha bicara cepat sambil menoleh ke belakang, tampak papa Asha berjalan mendekati mereka, pasangan itu terlihat begitu rapi dan wangi.
"Mama mau pergi sama Papa?"
Eden bertanya sambil menyalami tangan kedua orang itu.
"Mau ngajak mama kembali ke masa muda"
Seloroh papa Asha.
"Malu loh ngomong sama anak-anak"
__ADS_1
Mama Asha bicara sambil tersipu malu.
Eden tampak tertawa senang melihat keharmonisan dua orang itu.
"Dia masih berdandan didalam, cukup galau memilih pakaian hampir selama satu jam"
Bisik mama Asha sambil terkekeh ke arah Eden, wanita itu menepuk pelan bahu Eden.
"Yakinkan dia dulu, baru datang seperti rencana kemarin dengan keluarga Al Jaber"
Papa Asha bicara sambil ikut menepuk bahu Eden.
Eden mengangguk cepat.
"Titip Asha, ingat jangan macam-macam"
Ancam mama nya cepat.
"Siap mama"
Eden bicara sambil memberikan hormat nya.
Dengan gerakan cepat Eden melesat masuk ke dalam, mencari sosok gadis itu di sepanjang ruangan.
Sejenak bola mata Eden terkesima, menatap sosok gadis itu yang telah berjalan menuruni anak tangga, bola mata Eden jelas enggan berkedip, terus menatap Asha penuh dengan perasaan cinta.
"Terlalu terbuka kah?"
Asha bertanya ke arah Eden sambil terus melangkah ke bawah.
"Tidak, kamu sangat cantik tanpa pakaian dinas"
Eden bicara sambil mengembangkan senyumannya.
__ADS_1
"Biasa nya aku selalu melihatmu menggunakan pakaian kerja, kali ini cukup membuat ku tidak berkedip, seperti sebuah sulap yang mengubah mu menjadi begitu luar biasa"
Ucap Eden lagi sambil mengulurkan tangan kanannya, menunggu Asha menyambut uluran tangan nya.
"Aku baru tahu ternyata kamu pandai menggombal"
Asha tertawa renyah, langsung menyambut uluran tangan Eden begitu dia sudah sampai di bawah.
"Baru kali ini, hanya dengan mu, sebelum nya aku tidak pandai bermain kata"
Eden meraih pinggang Asha hingga membuat gadis itu terkejut, tubuh mereka langsung saling menyatu antara satu dengan yang lainnya.
Eden merapat kening mereka dalam beberapa waktu.
"Aku sedang mencoba menggombal pada orang yang sudah berani mencuri hati ku"
Ucap Eden sambil menyentuh lembut wajah Asha.
Gadis itu mengembangkan senyumannya.
"Kali pertama mendengar mu menggombal, terdengar begitu manis"
Ucap Asha pelan sambil terkekeh geli.
Suara nafas mereka saling bersahutan, bahkan detak jantung masing-masing dari mereka terus berdegup tidak beraturan.
"Katakan pada ku, sebenarnya kita mau kemana?"
Tanya Asha sambil melepaskan tautan kening mereka, mencoba menatap bola mata Eden dan bertanya dengan rasa penasaran yang begitu besar.
Laki-laki itu menelpon nya, berkata agar dia berdandan secantik mungkin, Eden ingin membawanya ke satu tempat yang istimewa.
"Ini rahasia"
Bisik Eden pelan dibali telinga nya, lantas secara perlahan laki-laki itu mencium lembut pipinya.
__ADS_1
"Kamu akan melihat sendiri nanti kemana arah tujuan kita"
Kemudian Eden melepaskan pelukannya, menggenggam erat tangan Asha lantas mulai membawa gadis itu ketempat yang telah dia persiapkan untuk mereka.