
Murat tampak menatap wajah Aishe begitu dalam, mengelus lembut wajah pucat itu sambil beberapa waktu.
Dia fikir belum waktunya mengumumkan berita bahagia mereka di balik keadaan sulit ini, bahkan kondisi Eden jelas belum tahu akan jadi seperti apa.
Meskipun bukan saudara kandung nya, tapi Murat tetap merasa Eden adalah adik nya, meskipun mereka sering berselisih paham sejak dulu, tapi bagi Murat Eden tetap lah bagian dari keluarga mereka.
Jadi mau bagaimana pun juga, saat tahu kondisi Eden, keluarga Al Jaber jelas merasa bersalah dan ikut menjadi kalut.
Bahkan sejak semalam para laki-laki keluarga Al Jaber belum ada yang memejamkan mata mereka satu pun.
Belum lagi kericuhan baru yang terjadi, keluarga besar hillatop dan Abimayu tiba-tiba memenuhi seluruh rumah sakit ini,tidak heran juga karena rumah sakit ini jelas-jelas memiliki penanaman saham terbesar dari keluarga besar hillatop dan Abimayu, jadi wajar saja saat tahu ada salah satu keluarga mereka yang di rawat dirumah sakit ini, keluarga besar terkenal dengan kesolitan dan kekompakan nya itu berbondong-bondong datang untuk membesuk.
Tapi yang jadi permasalahan serius saat ini adalah, Bern melakukan kesalahan cukup serius, laki-laki itu tidur memeluk gadis kecil putra Al Fattah, kemenakannya keluarga hillatop yang juga berhubungan dengan keluarga Abimanyu, jadi Murat harus berkata apa untuk memberikan pembelaan pada semua orang.
Untung nya Edo bisa memberikan alasan paling logis yang bisa diterima oleh semua orang.
Bern adalah pahlawan kesiangan milik Belle.
Oh God.
Murat harus terkekeh atau marah pada laki-laki yang berjuluk adik bagi nya itu?.
Istri gaohan hillatop Nona Ayana ternyata perempuan yang begitu ramah, begitu bertemu dengan Aishe menurut Murat isi fikiran kedua perempuan itu nyaris sama, obrolan yang sangat saling menyambung antara satu dengan yang lainnya bahkan mereka benar-benar punya banyak hal yang di sukai cukup sama.
Pada akhirnya Murat dan bahrat duduk berkumpul bersama keluarga besar itu secara sukarela, mengobrol soal banyak hal dan juga beberapa persoalan kerja sama bisnis yang ternyata bisa menguntungkan kedua belah pihak.
Dibalik ambruknya saham Al Jaber, rupanya kebijakan Aishe untuk menghubungi keluarga Belle benar-benar sangat menguntungkan keadaan. Bahkan saat tuan Al Fattah tiba mereka malah asik mengobrol soal pembangunan proyek baru yang mungkin bisa menguntungkan banyak pihak.
__ADS_1
"Aku fikir keluarga MC Lucas telah tiba"
Tiba-tiba terdengar suara dari arah depan, Hanif saudara laki-laki Ayana berkata cepat Dan betul saja tidak berapa lama seorang laki-laki berusia sekitar 65-68 tahunan tampak berjalan perlahan menuju ke arah mereka bersama seorang perempuan yang beberapa tahun lebih muda, wajah nya masih tampak segar dan cantik,penampilan sang pria Begitu berwibawa dan sang perempuan tampak tidak begitu berlebihan ,Dan meskipun cukup berumur tubuh sang pria itu jelas masih terlihat begitu bugar, Murat fikir inilah Daddy nya Bern, yang merawat adik nya selama ini.
"Aku fikir kau tidak akan datang kemari dengan cepat"
Tuan Al Fattah bicara cepat lantas langsung menyambut laki-laki itu dengan pelukan.
Laki-laki itu tertawa senang, balik memeluk tuan Al Fattah sambil menepuk-nepuk punggung tuan Al Fattah.
"Aku pulang karena merindukan putra ku yang nakal itu"
Jawab laki-laki itu lantas melepaskan pelukannya, kemudian menatap wanita disampingnya itu dengan pandangan penuh cinta.
"Istri ku sudah sangat merindukan dia"
"Dimana Bern?"
Tanya nya kemudian.
"Dad?"
Bern tiba-tiba muncul di balik pintu masuk, dengan nafas tidak beraturan persis seperti orang habis berlarian.
"Oh mom"
Bern secepat kilat meraih tubuh wanita yang ada dihadapannya itu, memeluknya dengan penuh kerinduan.
__ADS_1
Wanita itu memeluk Bern dengan begitu erat, setelah melepaskan pelukannya lantas dengan secepat kilat mencium wajah Bern kiri, kanan dan juga pipi nya.
"Mommy sangat merindukan mu"
Ucap mommy penuh kebahagiaan.
"Di mana putri kecil mu, Al Fattah?"
Tiba-tiba Daddy Bern bertanya pada tuan Al Fattah.
"Aku fikir ini waktunya kita membicarakan kesepakatan nya"
Bern jelas menaikkan alisnya.
"Ya?"
Tanya Bern dengan perasaan bingung.
"Ayana sedang mencoba bicara dengan nya"
Jawab tuan Al Fattah cepat.
"Tidak menjadi sulit, sebab mereka sudah terlihat sangat dekat dan akrab"
Ucap tuan Al Fattah lagi sambil tersenyum ke arah Bern.
"Kamu tidak bisa menolaknya lagi, sebab kamu sudah menerima kesepakatan nya kemarin"
__ADS_1
Daddy nya bicara lantas mencoba mencari ruang kosong untuk duduk bersama sang Istri