Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Dalam persiapan menuju Halal


__ADS_3

Kembali ke uni emirat Arab


Hari ini


Saat pagi-pagi sekali Belle masih dalam kondisi mengantuk, sang mommy rafeeqa dengan lembut membangunkan nya.


"Sayang"


Wanita itu menepuk lembut wajah Belle, gadis itu tertidur tepat di samping Untie Amira nya.


Obrolan panjang semalam bersama untie dan mommy nya membuat Belle tertidur jauh lebih telat dari biasanya.


"Nggg?"


Belle berusaha untuk membuka perlahan bola mata.


"Waktu nya mandi, sarapan bersama lalu kita akan berdandan"


Ucap mommy rafeeqa nya pelan.


Belle tampak mengerutkan dahinya.


"Berdandan?"


Tanya Belle pelan.


"Hari ini akad nikah kalian"


"Ah?"


Seketika Belle membulat bola mata nya.


Secepat itu?


Tanya Belle dalam hati.


mommy rafeeqa nya tampak mengerutkan dahinya.


"Bern tidak bilang sebelumnya?"


Belle menggeleng pelan, dia berusaha untuk duduk sejenak di atas kasur.


"Dia bilang akan mempercepat pernikahan nya, tapi tidak bilang tanggal pastinya"


Ucap Belle pelan masih berusaha membiasakan matanya.


Dari arah luar samar-samar terdengar lantunan ayat suci yang mengalun syahdu dan merdu sampai hingga ke balik telinga Belle.


"Keluarga besar mulai berdatangan, bersihkan diri lalu kita mengambil sarapan"


Ucap mommy rafeeqa nya sambil mengelus lembut kepala Belle.

__ADS_1


Gadis kecil itu mengangguk cepat, dia berdiri secara perlahan sambil meraih handuk miliknya lantas masuk ke kamar mandi.


**********


Sejenak belle terpaku, dia mengedip-ngedipkan bola matanya dengan tatapan tidak percaya, dia fikir kapan orang-orang menghias seluruh rumah hingga jadi seindah ini.



Itu artinya dia dan Bern benar-benar akan melangsungkan akad nikah hari ini, bahkan para keluarga langsung bergantian memeluk dan mencium Belle ketika gadis itu turun ke bawah setelah menyelesaikan sarapannya.


"Apa Anna sudah datang?"


Mommy rafeeqa bertanya pada salah satu pelayan nya.


"Tuan Ezar bilang mereka didalam perjalanan, nyonya"


"Para asisten nya sudah datang nyonya"


Seorang pelayan menyahut dari arah depan, tampak beberapa orang masuk membawa beberapa kontainer box ukuran besar, mengangkat nya menuju ke sebuah kamar di bagian belakang.


"Morning bee"


Tiba-tiba Bern muncul dari belakang, mencium lembut puncak kepala Belle.


Sejenak Belle terpaku, menatap laki-laki itu dengan tatapan tang begitu dalam.


"Bern, belum halal jangan terlalu menempel"


Protes mommy rafeeqa.


"Siap mom"


"Ckckckckck laki-laki kalau jatuh cinta selalu tidak sabaran"


Ledek mommy rafeeqa lantas membawa Belle menuju ke arah kamar belakang.


Belle mengulum senyuman saat mendengar mommy rafeeqa berkata soal laki-laki yang jatuh cinta.


"Sekarang waktunya menghias diri"


Bisik mommy rafeeqa.


"Kakak"


Tiba-tiba seorang laki-laki dewasa muncul dari arah balik pintu kamar, garis wajahnya tampan dengan pakaian yang sangat rapi.


"Seine?"


Mommy rafeeqa tampak menaikkan alisnya.


"Dimana istri ku?"

__ADS_1


laki-laki itu bertanya cepat.


"Bukankah Amira di depan? aku fikir dia ada bersama Lana Lan dan Ayana"


Laki-laki itu mengangguk pelan.


"Seine, biarkan Belle memberikan salam"


Ucap mommy rafeeqa cepat.


Laki-laki itu tampak tersenyum, Belle dengan cepat menyalami tangan laki-laki itu.


"Ini uncle Seine dari keluarga kakek Ibra de lucas suami dari untie Amira mu"


Ucap mommy rafeeqa cepat.


Sejenak Belle terkejut, dia fikir untie Amira nya belum menikah, rupanya sang untie sudah menikah juga.


"Dia sangat dekat dengan Bern"


Lanjut mommy rafeeqa lagi.


"Semoga Allah memberkahi mu sayang"


Ucap Seine sambil mengelus lembut kepala Belle, kemudian laki-laki itu beranjak pergi dari hadapan mereka.


"Bawaan uncle mu selalu khawatir dengan untie Amira mu"


Bisik mommy rafeeqa pelan.


"Untie mu sedang hamil muda"


Ah... begitu rupanya.


Belle mengangguk-anggukkan kepalanya.


Beberapa waktu kemudian orang-orang mulai sibuk mempermak dirinya, dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.



Seketika mommy rafeeqa mengembangkan senyuman nya, dengan cepat dia menyentuh wajah Belle.


"Subhanallah"


Ucap wanita itu pelan.


"


مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ


Arab: Masya Allah la quwwata illa billah.

__ADS_1


Artinya: "Sesuatu dikehendaki Allah. Tiada kekuatan selain kekuatan Allah." (HR Ibnu Sunni).


Mommy rafeeqa berkata lagi, melafazkan Sebuah ungkapan tabjub akan ciptaan Allah karena kagum nya dia dengan kecantikan gadis dihadapan nya itu.


__ADS_2