
Aishe dan Selena telah menunggu sejak tadi di rumah sakit.............Jakarta sejak lebih dari 1 jam yang lalu, jelas nya dengan penuh kecemasan aishe terus menggenggam erat telapak tangan nya sejak tadi.
Panggilan yang mereka terima dari uncle bahrat jelas membuat panik mereka, uncle bahrat berkata sesuatu yang buruk telah terjadi selama memberantas uncle Karl dan aries.
Seperti firasat Belle sejak sebelum keberangkatan mereka yang mengatakan firasat nya seolah-olah berkata sesuatu yang buruk akan terjadi, dan hari ini Eden benar-benar mendapatkan suatu perkara hingga mesti bertarung dengan nyawa nya.
Bola mata aishe terus menatap ke arah depan, menunggu semua orang kembali pulang meskipun dengan membawakan luka.
Selena memeluk erat tubuh Aishe dari samping kanannya, Beberapa kali selena mencoba mengusap-usap bahu kanan aishe dengan tangan kanan nya.
"Mereka pasti baik-baik saja"
Ucap Selena pelan.
"Kita terlalu banyak di Landa kekhawatiran untie"
Ucap Aishe serak.
"Ingat istilah habis gelap terbitlah terang, sayang?"
Tanya Selena pelan sambil terus mengusap-usap bahu Aishe.
Aishe menoleh ke arah untie Selena, dia hanya mampu mengangguk kan kepalanya perlahan.
"Itu adalah surat ibu Kartini yang di Bukukan dan di diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya Dari Kegelapan Menuju Cahaya, bisa di artikan dengan keadaan saat ini dari kesulitan menuju ke mudahan"
Ucap untie Selena cepat.
__ADS_1
"Percayalah, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk kita semua, bahkan untuk eden (Kevin Burja) juga"
Aishe dan Selena saling menarik nafas pelan mereka secara bergantian, sejenak berada pada fase keheningan.
Lalu tiba-tiba sepersekian detik kemudian terlihat beberapa dokter mulai berlarian ke arah depan dengan membawa branker stretcher dorong dari arah dalam hingga ke luar, sejenak pandangan mereka terpaki.Saat mendapati sosok tubuh Ailee dan Aland yang dibawa menggunakan branker dorong.
Ailee hanya di bawa ke kamar rawat VVIP, sedangkan Eden jelas dibawa menuju ke ruang operasi dan Aishe fikir ini bukanlah hal yang baik.
Beberapa waktu Kemudian tiba-tiba Murat muncul dengan gerakan cepat ke arah aishe, memeluk erat tubuh sang istri sambil beberapa kali mencium kening Aishe.
"Apa semua baik-baik saja?"
Tanya Murat pelan.
Dia fikir mungkin tidak sebaik apa yang mereka harapkan, sudah bisa menebak semua akan kacau balau dan hancur. Bagi mereka semua bukan permasalahan serius, bukan kah yang datang dari nya hanya sekedar titipan semata.
"Maafkan aku"
"Itu bukan salah mu"
Aishe semakin mempererat pelukannya.
"Maafkan Aku karena terpaksa menjual Bern pada keluarga nya"
ucap Aishe lagi.
Murat sejenak menaikkan alisnya mendengar ucapan Aishe.
__ADS_1
"Aku tidak paham maksud mu sayang?"
Tanya Murat bingung.
Aishe pada akhirnya secara perlahan menjelaskan semuanya pada sang suami.
"Aku sudah tidak punya pilihan lain"
ucap Aishe sambil mendongakkan kepalanya, dia menggigit pelan bibir bawahnya.
Murat pada akhirnya kehilangan kata-kata nya, dia fikir cukup tidak percaya jika Bern akan menyerahkan sendiri keadaan dirinya demi Al Jaber.
"Semua akan baik-baik saja"
Ucap Murat pelan.
Pada akhirnya semua di Landa kekhawatiran di dalam menunggu keadaan, tahap operasi Eden berjalan begitu panjang dan lama bahkan Ailee belum juga sadarkan diri.
Lalu saat tiba-tiba dokter Asha keluar dari dalam keadaan linglung, Seketika Belle menatap gadis itu penuh dengan tanda tanya besar.
"Kak Asha?"
Yang di tanya tidak menyahut sama sekali, pandangan nya tampak kosong seolah-olah tidak melihat siapapun di sekitar nya, Asha hanya berusaha untuk berjalan terus ke samping kanan nya sambil berusaha untuk berpegang pada tembok rumah sakit.
Dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba Belle tumbang dan jatuh pingsan lalu di ikuti Aishe yang tiba-tiba juga tidak sadarkan diri.
"Belle"
__ADS_1
"Aishe...?"
Teriakan panik menghiasi seisi ruangan rumah sakit, bahkan Selena fikir kenapa keadaan malah menjadi Sekacau ini.