Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Diam dalam keheningan


__ADS_3

"Kita mendapatkan nya"


Ucap Bahrat cepat, semua orang membuang rokok mereka masing-masing ke jalanan.


"Mari menikmati suasana malam mencekam"


Ucap Eden lantas mulai bersiap membidik sasaran, Murat juga mulai mengarahkan machine gun milik nya ke mobil disamping mereka.


kemudian bahrat Secepat kilat mencoba menyamakan kecepatan dengan mobil yang di isi oleh Karl, tapi lagi-lagi sebuah mobil menghalangi mereka, dan mencoba memepet mereka dengan cara yang begitu kasar.


Bahrat dengan gerakan cepat mencoba menghindar sedangkan eden dalam sekali sentakan langsung menembakkan machine gun miliknya secara berurutan.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


Saat mendapat kan tembakan, mobil disamping mereka mencoba balik menembak.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


Draaaatattttt.


"Oh shi..t"


Umpat Eden kesal.


"Mundur ke belakang dengan kecepatan penuh"


Ucap Eden tiba-tiba.


"What?"


Bahrat tampak menaikkan alisnya.


"Penuh, sekarang juga"


Ucap Eden cepat lantas berusaha mengambil sesuatu di belakang tempat duduknya.


"Hanya satu mobil yang tersisa, kita tidak harus bertele-tele kali ini"


Ucap Aland cepat.


Bahrat mengintip dari kaca spion, memastikan keadaan dibelakang cukup aman,dengan kekuatan penuh mengerem mobil nya.

__ADS_1


Ciiitttttttt


lantas dengan gerakan cepat memasukkan gigi nya kemudian mundur dengan kekuatan penuh.


Brrmmmmmmmmm


srrtttttttttt


Mobil di samping mereka cukup terkejut dengan keadaan.


Sepersekian detik kemudian Eden mengeluarkan pistol granat rocket dari belakang kursinya, dengan gerakan cepat dia mulai menghitung titik lantas tanpa basa-basi menembak ke arah depan dengan sekali tarikan.



Srrtttttttttt.


Casshhhhhh.


Srriingggggg.


Duaarrrrrrrrrrrtt.


Ledakan dahyat menghantam mobil dihadapan mereka.



"Wawww..."


"Aku tidak percaya kau sekejam itu kawan"


"Ini membuat ku gila"


"Yeah akan lebih gila jika kita mesti beradu tembak lagi, lagi dan lagi"


Ucap Eden cepat.


Bahrat menambah kembali kecepatan nya.


"Posisi terakhir?"


Murat mencoba bicara dari balik earphone nya.


"Cukup jauh, dia fikir kalian terjebak di belakang, dia bertemu dengan O'Hara saat ini, cukup berbahaya sebelum Bern dan kawan-kawan tiba untuk membantu kalian"


Terdengar suara balasan di seberang sana.


"Di ujung jalan seseorang menunggu untuk menukarkan kendaraan kalian, polisi datang mendekat"


Ucap laki-laki itu lagi.


"Oh shi..t"

__ADS_1


"Bergerak lebih cepat'


laki-laki itu bicara cepat.


"Seberapa jauh?"


"50 meter"


Dengan kekuatan penuh bahrat melaju kedepan, memperhatikan pinggir jalanan mobil yang akan mereka tukarkan. Tampak sebuah mobil telah menunggu di sisi kiri jalan.


Bahrat langsung menghentikan mobil mereka, sepersekian detik kemudian mereka langsung menukar posisi.


"Kali ini tidak ada lagi halangan untuk membiasakan manusia satu itu"


Ucap bahrat kemudian mulai melajukan mobil yang baru mereka Naiki.


"Habisi hingga titik terakhir"


Murat bicara sambil bola matanya menatap lurus kedepan.


"Radius 80 meter, mereka berbelok pada lahan luas dengan titik tengah rumah tua kosong"


laki-laki di balik earphone nya berkata cepat.


"Kemana dia akan pergi?"


Murat mengerut kan dahinya.


"Apa ini seperti sebuah jebakan?"


Bahrat tampak ikut mengerutkan dahinya.


"Firasat ku berkata jika ini kurang baik"


Ucap Eden pelan.


"Siapkan senjata kalian, kita masuk dari arah luar"


Mereka mulai mendekati titik posisi, memarkirkan mobil mereka sejauh mungkin.


"Bern menuju ke arah kalian"


laki-laki dari balik earphone berkata cepat.


Mereka bertiga mulai turun perlahan dari mobil itu, suasana gelap gulita tanpa penerangan dan juga tidak ada satu sosok manusia pun yang lewat disana, dengan gerakan hati-hati mereka mulai bergerak kedalam.


Eden tampak menyentuh bagian perutnya, menatap perlahan ke bawah lantas mencoba melihat telapak tangan nya.


"Shii..t"


Ucap Eden pelan sambil memejamkan pelan bola matanya.

__ADS_1


darah segar mulai keluar dari balik perut nya.


Tembakan terakhir kawanan tadi didalam mobil rupanya menembus lapisan mobil dan mengenai tepat ke arah perut kirinya.


__ADS_2