
Sejak tadi Belle sibuk tiduran di atas kasur dalam posisi tengkurap sambil mencatat resep makanan di sebuah buku cetak miliknya, dia fikir harus mengacak menu makanan dalam tiap harinya agar Bern tidak gampang bosan.
Meskipun Bern sama sekali tidak pernah protes dengan apa yang dia makan, tapi Belle hanya berusaha untuk membuat Bern betah untuk selalu makan di rumah.
Dari belakang Bern tampak mengulum senyumannya ketika melihat betapa fokus nya Belle ketika melakukan sesuatu, lantas laki-laki itu berjalan menuju ke arah kasur, secara perlahan Bern mulai naik ke atas kasur, mendekati sang istri kemudian dengan gerakan lembut mulai ikut tiduran disana, beberapa kali Bern mencium punggung Belle dari belakang sambil membenahi rambutnya yang menutupi punggung indah itu.
"Sedang apa?"
Tanya Bern sambil berbisik lembut.
"hmmm mencatat beberapa resep terbaru"
Jawab Belle sambil menoleh ke arah belakang.
Sejenak bola mata mereka bertemu, lantas secara perlahan bern Menyentuh telinga Belle, beberapa waktu kemudian Bern menautkan bibir mereka sejenak, memberikan ciuman yang dalam kemudian melepaskan nya.
"Tidak menyimpan nya di handphone?"
Tanya Bern lantas ikut mensejajarkan dirinya tepat di samping Belle.
"Akan lebih mudah jika di simpan di handphone bukan?"
tanya Bern lagi.
Belle tampak menggelengkan kepala nya.
"Hmmm menurut ku lebih nyaman mencatat nya di sebuah buku"
Ucap Belle lantas tangan nya kembali bergerak lincah, Belle kembali menyalin resep nya.
"Hmmm"
Bern mulai menyandarkan kepala nya di bahu Belle.
__ADS_1
"Kenapa bee?"
Belle bertanya cepat, mencoba menyingkirkan catatannya lantas mencoba membalikkan tubuhnya.
"Hanya sedikit lelah"
Belle secara perlahan beringsut dari posisi nya, mencoba duduk dan meminta Bern menaikkan kepalanya ke atas pahanya.
"Kemarilah"
Ucap belle pelan.
Bern sejenak membuka bola matanya.
"Kenapa?"
"Akan aku berikan sedikit pijatan"
Bern tampak melebarkan Senyumannya, seketika dia mencoba menaikkan kepalanya ke atas paha Belle.
"Cukup nyaman kah?"
Tanya belle pelan.
"Sangat nyaman"
Goda Bern.
Belle terkekeh.
"Hmmm 1x pijatan bayarannya cukup mahal"
Kali ini Belle mencoba menggoda Bern.
__ADS_1
"Hmmm bukan masalah"
Bern bicara sambil menarik lembut tangan Belle.
"Sayang"
Bern bicara sambil menatap dalam bola mata belle.
Seketika Belle balik menatap bola mata Bern untuk beberapa waktu.
"Ada apa?"
"Seperti nya kita perlu membahas soal masa depan kamu"
Ucap Bern tiba-tiba.
Belle tampak menaikkan alisnya.
"Maksud bee?"
"Apakah kamu tidak mau melanjutkan pendidikan? untuk menggapai cita-cita kamu yang tertunda? aku tidak ingin karena pernikahan kita, semua cita-cita yang ada kemarin harus pupus di tengah jalan"
Tanya Bern sambil menyentuh wajah Belle, posisi mereka terlihat cukup unik, Bern tiduran di atas pahan belle sambil mendongak ke atas memperhatikan Belle yang tangan nya terus memijat kepalanya.
"Aku belum memikirkan nya"
Jawab Belle pelan.
"Kamu harus memikirkan nya,mencoba menimbang dan memutuskan nya dengan baik, ada banyak orang-orang yang sudah berkeluarga melanjutkan pendidikan nya kembali, aku tidak akan menghalangi cita-cita dan harapan kamu dalam menggapai cita-cita kamu, sayang"
"Tapi ..."
"Jangan langsung memutuskan nya sekarang, fikirkan dulu dengan matang, di manapunun kita pindah setelah ini, aku memberikan kamu kebebasan untuk mengembangkan diri"
__ADS_1
Sejenak Belle diam, menatap bola mata Bern untuk waktu yang cukup lama.