Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Tangis bahagia


__ADS_3

Sejenak semua orang tampak berkumpul dengan khidmat, tidak ada yang mengeluarkan sedikit pun suara, Belle langsung ditempatkan di tengah-tengah para keluarga perempuan yang berkumpul.



Di ruangan besar itu semua tampak berkonsentrasi mendengar kan apa yang terjadi di ruangan sebelah.


Lantunan ayat suci Al Qur'an yang terdengar cukup kencang tadi mulai samar-samar terdengar menghilang kini berganti dengan suara seorang laki-laki yang menyatakan jika akad nikahnya akan di mulai.


Belle menatap harap-harap cemas, bola mata nya terus menelusuri semua orang, Aishe yang melihat kegelisahan Belle langsung menggenggam erat tangan gadis kecil itu.


"Jangan khawatir, semua pasti berjalan lancar"


Bisik Aishe sambil menepuk-nepuk punggung Belle.


Beberapa waktu kemudian dengan tergopoh-gopoh nyonya Burja datang bersama untie Ayana.


"Oh aku fikir akan terlambat"


ucap wanita paruh baya lebih itu lantas berjalan mendekati Belle, mommy rafeeqa dengan cepat meminta nyonya Burja duduk di samping Belle dan dia bergeser ke arah kanan.


"Untie bisa kemari"


Ucap Aishe cepat berusaha untuk mengalah.


"Tunggu, aku akan minta pelayan menambah kan kursi nya didepan"


Ucap mommy rafeeqa cepat.


Dia ingin semua orang bisa berkumpul membuat Belle tidak menjadi cukup deg deg'an


Beberapa pelayan menambah kan kursi didepan Belle, dengan gerakan cepat Mommy rafeeqa dan untie Ayana nya mendekati belle.


Sedangkan anggota keluarga lain mulai memenuhi kursi sofa dan lantai bawah.


jantung Belle jelas berdetak begitu kencang, perasaan kali ini jauh lebih rumit dan tegang ketimbang saat ujian sekolah atau menghadapi guru BK, juga jauh lebih rumit ketika Belle menembaki aries tempo hari.


Perasaan saat ini hampir sama seperti perasaan nya saat melihat Kakak Eden nya celaka, sama seperti saat dia tahu Eden ternyata merupakan uncle nya bukan kakak nya , sama seperti Waktu uncle Eden nya koma Belle terus menunggu di depan pintu ruangan operasi dan dengan harap-harap cemas menanti pintu ruang operasi itu terbuka dan berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada uncle nya.

__ADS_1


Hampir sama tapi beda nya kali ini suasana nya jelas terlihat aneh, Belle cemas dan gelisah jika-jika Bern salah mengucapkan ijab Kabul nya.


"InsyaAllah semua akan berjalan lancar atas izin Allah"


Bisik mommy rafeeqa nya sambil mengelus lembut wajah Belle.


Sejenak terdengar keheningan yang melanda di ruangan sebelah, kemudian sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara lantang Daddy Al Fattah nya.


"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Afta Al fattah (Arabelle Al Fattah binti Afta Al fattah) alal mahri (USD 30) hallan"


Artinya: "Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (Arabelle Al Fattah binti Afta Al Fattah) dengan mahar (428,368,500,000.0) dibayar tunai"


Sejenak suara Daddy nya menghilang, tiba-tiba berganti menjadi suara Bariton milik Bern.


Belle jelas tidak menarik nafasnya saat mendengar Bern yang mulai berbicara.


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq"


Artinya: "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah"


Cukup hening beberapa waktu.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Seketika sebuah senyuman bahagia mengembang dari wajah mommy rafeeqa nya.


"Alhamdulillah sah sayang, kalian Remi menjadi suami istri"


Tidak tahu kenapa jantung Belle Seketika bergemuruh, bola matanya berkaca-kaca lantas tubuhnya tampak bergerak.


Saat mommy Rafeeqa nya memeluk erat tubuh Belle, Seketika air mata Belle tumpah, gadis itu tidak lagi bisa menahan tangisannya, rasanya sesuatu yang aneh baru saja terjadi dan tidak tahu kenapa tiba-tiba dia kehilangan kata-kata.


"Jama’allahu syamlakumaa, waas’ada jadda kumaa, wabaarik ‘alaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thayyiban

__ADS_1


Artinya: “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”


"InsyaAllah, amin"


Belle menangis sesenggukan di dalam dada mama Rafeeqa, pelukan hangat itu terasa memecah semua kesedihan belle, tidak tahu kenapa ingatan nya ke masa laku tiba-tiba muncul, dia yang biasa hidup mandiri, dia yang biasa di paksa sendiri, dia yang biasa tidak punya siapa-siapa kini tiba-tiba ditemani banyak orang dan diberikan jutaan cinta bahkan kini ada tangan Kokoh yang tadi dengan lantang dan tegas mengucap kan ijab kabul janji pernikahan seolah-olah berkata jika dirinya adalah milik laki-laki itu, yang insyaAllah mulai saat ini akan menggenggam erat tangannya kemanapun laki-laki itu berada.


Mommy Rafeeqa melepaskan pelukannya, air mata wanita itu jelas tumpah ruah, dia menghapus cepat air matanya.


Grandma Belle sang nyonya Burja langsung menangis juga, bergantian memeluk Belle dengan penuh cinta.


"Semoga tuhan memberkati kalian sayang"


Belle mengangguk cepat, terus menangis di pelukan sang grandma.


Pekukan berpindah kepada Aishe, Aishe juga dengan cepat memeluk Belle dan menangis bersama gadis itu, menyentuh wajah Belle sambil berkata.


"Semoga Tuhan memberkati kamu dan pasangan! Dengan pernikahan ini, semoga Tuhan selalu memberimu semua berkah hidup dan kegembiraan. Tuhan memberikan berkatnya untuk kalian berdua pada hari ini dengan cinta dan kegembiraan bersama seumur hidup"


"Amin ya Allah"


Ucap Belle sambil menatap bola mata Aishe, lagi-lagi air matanya tumpak tapi dengan cepat Aishe menghapus air matanya.


"Jangan menangis sayang, ini hari bahagia"


Untie Ayana nya dengan cepat memeluk Belle.


"Jama’allahu syamlakumaa, waas’ada jadda kumaa, wabaarik ‘alaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thayyiban


Artinya: “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”


"InsyaAllah, Amin ya rabbal Al-Amin"


"Sekarang tersenyum lah, ini hari bahagia kalian hmmm"


Ucap Untie Ayana nya sambil terus menghapus air mata Belle.


Belle mengangguk cepat.

__ADS_1


Pada akhirnya semua orang secara bergantian memeluk dan mengucapkan kata selamat untuk Belle, tampak tangisan berganti kebahagiaan memenuhi ruangan itu, beberapa orang mulai mencoba membuat suasana mnjadi menghangat dan penuh canda tawa, ada yang bernyanyi sambil menari bersama mencoba membawa Belle agar larut dengan jutaan kebahagiaan.


__ADS_2