
Sejenak bola mata Abigail menatap ke arah depan, menunggu kedatangan deliyah keluar dari pintu utama rumah sakit......... Jakarta di mana gadis itu bekerja.
Beberapa waktu ini cukup menjadi perjuangan panjang Abigail untuk semakin menyakinkan gadis itu, tidak gampang memang bagi dirinya sebab karakter gadis itu terlihat begitu serius menurut Abigail cukup berbeda dengan karakter Abigail yang jelas sering berlaku konyol dan kocak.
Belum lagi persaingan ketat yang harus Abigail hadapi beberapa waktu ini, sejumlah laki-laki agresif yang mengekori Deliyah terus bertebaran di mana-mana.
Oh God.
Eluh Abigail pelan.
Dia fikir kenapa untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa terasa begitu berat sekali.
Senyuman Abigail tampak mengembang sempurna saat orang yang dia tunggu-tunggu akhirnya keluar juga, secara perlahan Abigail membuka pintu mobilnya, namun rupanya tiba-tiba seorang laki-laki mendekati deliyah.
Rasanya api cemburu jelas membakar diri Abigail, tapi apa hendak dikata, deliyah belum juga sepenuhnya menjadi milik nya.
Abigail hanya mampu menunggu didalam mobil hingga gadis itu datang menghampiri dirinya, buru-buru Abigail keluar dari mobilnya, memutar ke samping lantas membuka pintu mobil tersebut untuk deliyah.
"Lama menunggu?"
Tanya deliyah sambil mencoba memposisikan dirinya senyaman Mungkin saat mereka sama-sama sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Hmmm belum terlalu, hanya masih dalam hitungan menit"
Abigail melirik ke arah jam di pergelangan tangan nya.
"Belum genap 60 menit"
Saat Abigail berkata begitu, deliyah tampak Terkekeh.
"Bahasa nya cukup halus, belum genap 60 menit, kenyataan nya cukup lama, kalau bahasa nya di ubah sedikit saja maka akan menjadi Hampir 1 jam"
Abigail tampak ikut terkekeh
"Baiklah, sebagai permintaan maaf aku akan mentraktir kamu di makan malam sekali ini"
Deliyah bicara sambil mengulum senyuman.
"Sayang, itu sangat tidak bertanggung jawab"
protes Abigail cepat.
Seketika Deliyah menatap dalam bola mata Abigail.
__ADS_1
"Kita semua tahu aturan main berkencan, laki-laki wajib mentraktir perempuan, itu aturan kencan yang sudah menduniawi, tapi tahukah kamu sayang? kadang kala Bila pasangan sering mentraktir makan atau kopi yang kamu minum sangat jelas itu tanda nya pasangan kamu juga tertarik dengan kamu"
"Tapi harus di garis bawahi, laki-laki tidak meminta lebih dulu, perempuan yang memiliki inisiatif sendiri"
Saat deliyah berkata seperti itu, tiba-tiba Abigail mengembangkan senyumannya.
"Aku ingin kita menjadi pasangan yang saling mengerti dan cukup adil, tidak memaksakan kehendak antara satu dengan yang lainnya dan mampu saling berbagi dalam keadaan susah maupun senang"
Ucap deliyah lagi lantas gadis itu menatap ke arah depan.
"Dan sayang, jangan cemburu pada mata yang memandang, sebab mata acapkali salah melihat soal sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, aku bukan type gadis yang suka berpaling jadi ketika ada laki-laki yang mendekati aku jangan menjadi cemas, sejati nya aku type orang yang cukup konsisten dalam menentukan pilihan"
Saat deliyah berkata begitu, lagi-lagi gadis itu menatap dalam bola mata Abigail, dia tahu laki-laki itu acapkali khawatir soal perasaan nya yang sebenarnya, dia tahu Abigail bukan type laki-laki yang suka protes ketika seseorang mendekati pasangan nya, tapi terlihat jelas kegusaran laki-laki itu tiap kali ada laki-laki yang gencar mendekati deliyah.
Dia ingin Abigail tidak terbawa keadaan, selalu percaya jika tidak semua pasangan itu tidak setia.
Sejenak Abigail mengulum senyuman nya, lantas dengan cepat tangan kiri nya menggenggam erat telapak tangan deliyah, dia fikir gadis itu selalu bisa tahu apa yang dia fikirkan, selalu tahu kekhawatiran dirinya.
"Terima kasih banyak sayang"
Ucap laki-laki itu cepat sambil terus menggenggam erat tangan gadis itu.
__ADS_1