
Sejak Belle lebih betah tinggal di apartemen bern, beberapa kali Eden pulang ke apartemen mereka lagi-lagi semua kosong melompat, pada akhirnya Asha yang sering mondar-mandir mengisi kekosongan apartemen dikala dia tidak mendapatkan jam dinasnya.
Seperti malam ini gadis itu lagi-lagi mampir saat tahu Eden pulang ke apartemen Belle, realita nya Belle dan Bern berangkat ke acara makan malam bersama dengan teman-teman sekolah Belle.
"Bern ikut?"
Asha bertanya sambil menaikkan alisnya.
Dia fikir tentu saja aneh jika Bern akan ikut bergabung dengan anak SMA.
"Dia bilang mengantarnya saja, laki-laki itu menunggu di meja yang berbeda"
Jawab eden cepat sambil membantu Asha mengupas kentang, gadis itu berencana membuat sup untuk makan malam mereka.
"Hmm aku fikir Bern belakangan mulai risih dengan teman-teman laki-laki Belle"
Eden terus bicara sambil tangannya tetap bergerak lincah.
Asha tampak terkekeh.
"Aku baru tahu dia type pencemburu"
Eden mengulum senyum.
"Tapi aku cukup lega ada Bern disampingnya, itu akan memudahkan kita untuk pergi meninggalkan Belle"
__ADS_1
Eden bicara cepat lantas menghentikan gerakan tangannya.
Asha ikut menghentikan gerakan tangannya, dengan perlahan dia menoleh ke arah Eden.
"Aku rasa kita perlu membicarakan nya lebih dulu pada Belle, sayang"
Ucap Asha sambil menelusuri bola mata Eden.
"Aku takut dia belum siap berpisah dari mu, juga dari untie"
Ucap Asha lembut.
"Itali bukan tempat yang dekat, untuk saling berkunjung cukup memakan waktu lama sayang"
Asha menatap dalam bola mata Eden, mencoba mengelus lembut wajah itu.
"Dia mungkin butuh waktu untuk berkata tidak apa-apa, tapi minimal dia merasa begitu di hargai juga di anggap berharga karena orang pertama yang kamu beritahu dan mintai pendapat adalah dia"
Asha berusaha untuk memberikan pengertian pada Eden.
"Lalu orang kedua yang perlu kamu berikan penjelasan adalah Ailee sayang"
Sejenak Eden menelan salivanya.
"Dia baru saja akan merasakan kasih sayang dari seorang daddy, lalu bagaimana mungkin kamu tega meninggalkan dirinya bukan? kamu tahu bagaimana kekecewaan nya nanti?"
__ADS_1
"Lalu untie..."
Asha menggantung kalimat nya.
"Beliau baru saja bangun dari tidur panjang nya, tidakkah kita lihat betapa bahagianya untie saat melihat Belle dan Ailee?"
Asha memcoba menarik pelan nafasnya.
"Sebenarnya yang paling bahagia aku sayang, kamu akan membawa ku pergi, melupakan masa lalu, hidup bersama kamu, membuka lembaran baru, tapi aku jelas harus berusaha menekan seluruh sifat egois ku, akan ada banyak sekali orang yang terluka jika aku terus melangkah kedepan tanpa mempertimbangkan perasaan orang-orang disekitar kita?"
Eden tampak diam, sejenak bola mata nya berkaca-kaca.
"Tapi aku merasa tidak bisa lagi tinggal disini, aku telah melukai banyak orang, terutama Al Jaber dan faith Yildiz"
Asha menggeleng cepat.
"Kamu salah, mereka sama sekali tidak berfikir jika kamu melukai mereka, realita nya Karl dan aries memanfaatkan kalian sayang"
"jika mereka ingin kamu pergi jauh, Murat dan bahrat tidak mungkin terus menghubungi kamu dan bertanya kapan kamu bisa masuk ke perusahaan kembali"
"Kapan kamu siap kembali ke perusahaan Eden? kami benar-benar kelabakan tanpa kamu disini, kami membutuhkan mu Secepat nya"
"Tidak kah kamu menyadari jika mereka masih menganggap mu bagian dari keluarga? mereka masih memanggil mu Eden padahal jelas Bern adalah sosok Eden yang asli, Kami membutuhkan mu Secepat nya, tidak kah kamu sadar jika mereka begitu mengharapkan mu kembali kekeluarga Al Jaber?"
Asha bicara sambil terus menyentuh wajah Eden, dia mengelus lembut wajah itu berkali-kali lantas memeluknya secara perlahan.
__ADS_1
"Ada banyak sekali perasaan yang akan kamu sakiti jika kita mengambil keputusan nya dengan tergesa-gesa,fikirkan lah kembali, mari mendiskusikan nya pada semua orang termasuk pada saudara-saudara mu di Al Jaber"
Sejenak Eden menelan salivanya, dia menghela pelan nafasnya.