
Malam saat Eden berada di ruangan operasi
Selena beberapa kali menghembuskan napas nya, Terus menatap ruangan kaca yang ad dihadapannya itu. Rasa sesal mendalam yang menembus relung hati nya, di fikir andai saja kemarin mereka tidak lengah menjaga Ailee dan Belle, mungkin hal seperti malam ini tidak akan terjadi.
Beberapa kali selena menyalahkan dirinya sendiri atas kecerobohan nya.
Bola mata nya jelas tidak lepas dari ruang operasi, bahkan Selena terus mengubah gerakan nya dalam menunggu keadaan. Dia jelas berharap jika Eden baik-baik saja.
Meski bagaimana pun, Eden pernah begitu baik pada nya, pernah juga mencintai dirinya, bahkan Selena pun pernah begitu menyukai Eden saat mereka masih remaja, hingga semua tiba-tiba berubah dimulai sejak setelah kejadian valentine di malam itu.
Dan rupanya semua hanyalah manipulasi permainan yang di ciptakan oleh aries.
Selena bahkan begitu membenci Eden sejak saat itu, bahkan dia terus berusaha menghindar dari laki-laki itu, mulai menyakiti perasaan Eden bahkan berkali-kali membuat Eden terluka.
"Maafkan"
Ucap Selena lirih.
"Semua Pasti baik-baik saja"
Tiba-tiba bahrat sudah berada tepat di samping nya, mengulas senyum manis yang memabuk kan hati Selena.
__ADS_1
"Hmm"
Selena hanya mengangguk pelan.
"Bersandar lah, aku tahu kamu lelah"
Ucap bahrat cepat sambil menepuk bahu kirinya, memandangi wajah selena yang terus menatap khawatir ke arah ruang operasi.
Selena mengulas senyum, secara perlahan menyandarkan kepalanya di bahu bahrat.
Bahrat tampak ikut tersenyum,cukup merasa bahagia Selena tidak begitu kaku lagi dalam menghadapi dirinya.
Ucap Bahrat sambil bola matanya menatap lurus kedepan.
"Dia pasti ingin melihat Belle Tumbuh dengan baik, mendapatkan jodoh yang baik, dia pasti ingin melihat cucu nya lahir dengan sehat dan selamat dari rahim Ailee, bahkan dia pasti ingin memperbaiki masa lalu untuk menarik hati Ailee hingga mendapatkan pengakuan dari putri nya itu"
lanjut bahrat.
"Ada banyak hal yang belum dia tuntaskan, jadi aku yakin dia pasti mampu melewati aemua nya"
Ucap Bahrat sambil menoleh ke arah selena.
__ADS_1
Gadis itu hanya mengangguk pelan, berusaha untuk menahan air matanya.
Dengan gerakan lembut tangan kiri bahrat mulai bergerak mengusap lembut kepala Selena.
"Tidurlah sejenak di bahu ku, aku akan membangun kan mu saat operasi nya selesai"
Bisik bahrat pelan.
Selena tampak diam, namun secara perlahan Selena menutup lembut bola matanya.
Bahrat menghembuskan pelan nafasnya, berusaha menahan deru nafas berat nya saat ini takut jika selena urung terlelap dengan tidur nya, secara perlahan barat mengelus lembut bahu kiri Selena dan membiarkan gadis itu Terus terlelap di samping nya.
Sebenarnya dia dan yang lainnya juga merasa lelah saat ini, tapi dia jelas harus menghilang kan seluruh kelelahan mereka karena keadaan.
Eden berada di ruangan operasi, ailee jelas sejak awal ditempatkan di ruang rawat inap, aishe dan belle tiba-tiba tumbang begitu saja.
Bahrat Fikri benar semua orang saat ini merasa lelah, bahkan dibalik lelah seluruh Wajah diliputi ketegangan luar biasa.
Tapi ada hal yang membuat bahrat bisa bernafas dengan lega, Aries jelas meninggal ditempat, sedangkan Karl di bawa oleh polisi dan menjadi tersangka dalam banyak kasus.
Saat ini di keesokan hari, yang harus mendapatkan penjelasan secara perlahan adalah untie Malika, entah bagaimana ekspresi nya nanti saat tahu soal realita aries dan Karl.
__ADS_1