
Masih di masa kemarin
Bowling center
Ssrttttt
Takkk
Takkk
Setelah melempar kan bola bowling milik nya, ramira langsung menoleh ke arah Eden.
"Sebenarnya siapa yang kamu cintai? Selena atau valentine?"
Tiba-tiba Ramira bertanya ke arah Eden, menoleh ke arah laki-laki itu dengan tatapan yang begitu serius.
Laki-laki itu tampak fokus mencoba melemparkan bolanya.
"Bukankah sudah kesepakatan nya sejak awal, memiliki semua yang Murat dan bahrat miliki?"
Tanpa menoleh, Eden langsung menjawab dengan tatapan datar, bola mata nya terus fokus ke depan dan dalam hitungan detik dia melempar bola nya.
Ssrttttt
Takkk
Takkk
Semua bola tumbang seketika.
Ramira membulatkan bola matanya.
"Kau mempermainkan perasaan Selena?"
__ADS_1
Eden tidak menjawab, kembali meraih bola yang ada di samping kanan nya.
"Tidak begitu, aku hanya suka ada di sekitar nya tidak lebih, usia kami masih muda, cinta di masa sekolah tidak termasuk hubungan yang serius bukan?"
Ramira Tampak mendengus.
"Berpacaran dengan manusia sedingin dirimu sangat mengerikan sekali"
Rutuk Ramira.
"Maka jangan coba-coba jatuh cinta pada ku"
Eden menaikkan sudut bibirnya, menoleh ke arah ramira sejenak lalu kembali fokus memainkan permainan bola bowling nya.
"Lalu valentine?"
Ramira bertanya sedikit menyelidik.
Sejenak Eden diam, dia menghentikan gerakan tangannya.
Setelah berkata begitu ramira mendengus, lantas mengambil bola miliknya kemudian mulai memasang badan untuk bermain.
"Hati-hati dengan aries, belakangan aku fikir dia semakin gencar mendekati gadis itu, kau tahu bukan Trac record nya soal perempuan? meskipun aku tidak suka pada Selena, bukan berarti aku tidak menyukai valentine"
Setelah berkata begitu, ramira mulai menembakkan bolanya.
Eden menarik nafasnya panjang, sejenak dia memejamkan bola matanya lantas beberapa waktu kemudian dia mulai menembakkan bola miliknya.
********
Saat melihat Eden berjalan di ujung sana secepat kilat valentine berusaha untuk menghindar, dia memutar arah agar tidak bertemu dengan laki-laki itu bagaimana pun caranya, dia takut semakin sering bertemu semakin hati nya terluka.
Valentine melangkah dengan cepat, takut jika-jika Eden melihat keberadaan dirinya, tapi saat dia berjalan dengan tergesa-gesa tiba-tiba menabrak tubuh seseorang.
"Akhhhh"
__ADS_1
Valentine meringis.
Bola mata nya menatap laki-laki yang ada dihadapannya.
Laki-laki itu tampak tersenyum lantas mengulur kan tangan nya ke arah Valentine.
"Kamu tidak apa-apa, sayang?"
Valentine menatap lama uluran tangan laki-laki itu, tidak menjawab tidak pula menerima uluran tangan nya, dia mencoba berdiri namun tiba-tiba seseorang meraih tubuh nya.
Valentine mendongak dengan cepat.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Eden bertanya sambil merapikan semua barang-barang milik valentine, laki-laki dihadapan mereka tampak diam, melepaskan uluran tangannya lantas memasukkan nya ke kantong celana sekolah nya.
"Dimana ruangan kepala sekolah?"
Tanya laki-laki itu kemudian.
Bola mata Eden menatap name tag laki-laki tersebut.
Aland Faith Yildiz.
Seketika Eden menaikkan ujung bibirnya.
Rupanya itu kau.
Ucap nya dalam hati.
"Di sudut kanan paling ujung"
Jawab valentine cepat sambil Jemari nya menunjukkan ke arah sisi mana laki-laki itu harus berjalan.
"Jangan suka bicara dengan orang asing"
__ADS_1
Eden bicara lantas menggenggam erat tangan valentine, membawa gadis itu untuk segera menjauhi sang penerus Faith Yildiz.