Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Masih dalam persiapan menuju Halal


__ADS_3

Malam sebelumnya


Di kediaman keluarga Al Fattah


"Di halal kan lebih dulu agar tidak menimbulkan fitnah, karena sering bersama bahkan tinggal bersama membuat kita sebagai orang tua takut menanggung dosa atas perbuatan anak-anak"


Ucap tuan Al Fattah pada tuan Bernard De Lucas Daddy Bern


"Soal resepsi nya akan kita atur setelah akad, mungkin sebaiknya mendiskusikan nya lebih dulu pada Bern, murat dan Eden, Bern dan Belle akan tiba besok, lusa pagi kalau tidak ada halangan InsyaAllah disusul keluarga Burja dan Murat Al Jaber serta istrinya, keadaan cukup terjepit sebab pernikahan adik bungsu Ali Jaber juga berlangsung Minggu ini"


Ucap Ibra De Lucas saudara Bernard De Lucas cepat.


"Aku ingin kita merayakan resepsi pernikahan mereka di uni emirat Arab, tapi belum tentu nyonya Burja setuju, dia punya hak atas suara pada cucu perempuan nya"


Nyonya rafeeqa bicara cepat, meletakkan minuman yang dibawa oleh pelayan ke arah semua orang.


"Aku fikir mereka pasti ingin resepsi pernikahan dilaksanakan di Indonesia, sejatinya keluarga mereka disana, apalagi keluarga Al Jaber jelas akan keberatan jika Bern melaksanakan resepsi pernikahan di sini"


"Ini cukup sulit sebab semua keluarga besar pasti punya pendapat yang berbeda"


Tuan Al Fattah tampak menarik nafasnya panjang.


"Yang paling penting halal kan Belle dan Bern lebih dulu agar tidak menyebabkan fitnah hingga berakhir zina, pastikan semua persiapan selesai saat mereka tiba, hubungi Ezar agar Anna menyiapkan gaun dan MUA untuk Belle, Pastikan rumah di dekorasi setelah Belle dan Bern tiba"


Tuan Al Fattah bicara sambil menatap ke arah Seorang laki-laki yang berdiri tepat di ujung pintu masuk.

__ADS_1


"Baik tuan"


Laki-laki itu sang asisten pribadi tuan Al Fattah mengangguk-anggukkan pelan kepalanya.


*********


kembali ke hari ini


Sejenak Belle membulatkan bola matanya saat sadar siapa yang masuk ke dalam kamarnya.


"akhhhhhh uncle Eden.... Oma..."


Belle secepat kilat memeluk Eden dan nyonya Burja secara bergantian, perasaan bahagia bercampur sedih saling menghantam menjadi 1.


Kemudian bola mata belle kembali membulat saat melihat uncle Murat dan untie Aishe juga ada di sana.


Seketika tangis nya pecah.


"No...sayang make up nya bisa berantakan"


Ucap Aishe cepat Sambil memeluk erat tubuh Belle lantas dengan cepat Aishe menghapus perlahan air mata Belle dengan sebuah tisu, hanya sedikit menempelkan nya di wajah Belle agar tidak merusak make up nya.


"aku Fikir tidak akan ada yang datang"


Isak belle kemudian.

__ADS_1


"Ini suprise, Bern berkata biar jadi kejutan untuk Belle karena itu kami berangkat dengan pesawat jet yang terpisah"


Bern yang berdiri di ujung pintu tampak mengulum senyumnya saat melihat ekspresi Belle.



"Bee...."


Lagi-lagi bola mata Belle berkaca-kaca.


secepat kilat Bern berjalan ke arah Belle lantas memeluk gadis kecil itu.


"Terima kasih"


Ucap Belle sambil memeluk erat pinggang Bern dengan perasaan haru.


"Ehemmmm ehemmm Bern"


Tiba-tiba mommy rafeeqa menyeruak di antara mereka.


"Bersabarlah, ini Tidak lebih dari 24 jam lagi"


Goda mommy rafeeqa sambil menggoyangkan jari telunjuknya.


Seketika semua orang tampak tertawa terbahak-bahak mendengar gurauan mommy rafeeqa.

__ADS_1


"Oh sayang jangan menangis lagi, riasannya bisa rusak sebelum acara berlangsung"


Dan bayangkan betapa bahagianya Belle saat ini, semua orang yang dia cintai berkumpul di dekatnya untuk ikut merayakan hari penting dan paling bersejarah dalam seumur hidup nya.


__ADS_2