
Pada akhirnya setelah semua acara selesai Belle Dengan cepat menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, mereka memilih kamar di atas dikediaman Villa Bahrat Al Jaber.
mereka jelas tidak mungkin memilih pulang sebab uncle Bahrat dan untie Selena berkata jika mereka baru boleh membubarkan diri di keesokan hari.
Setelah selesai acara membersihkan diri dan berganti pakaian, Belle langsung menenggelam diri nya ke atas kasur, dia terus menghentak kan kakinya karena lelah, Dengan posisi tidur tengkurap dia mulai menenggelamkan kepalanya ke atas sebuah bantal bulu angsa.
Bern secara perlahan ikut naik ke atas kasur, mendekati dirinya ke arah Belle, mencium lembut tengkuk sang istri.
"Lelah?"
Tanya Bern pelan sambil mengelus lembut rambut Belle.
"Hmmm"
Belle hanya ber hmm ria sambil memejamkan bola matanya.
Tiba-tiba berb bergerak ke bawah, lantas tahu-tahu laki-laki itu memijat secara perlahan kakinya.
"Bee?"
Belle bertanya pelan.
"Bukankah lelah? biar aku memijat nya sejenak"
Ucap Bern sambil tangannya terus memijit kaki Belle.
Seketika Belle mengembangkan senyumannya.
"Seharusnya aku tidak menggunakan Hells tinggi tadi"
Keluh Belle pelan.
"Tapi kamu cantik menggunakannya, jadi terlihat tidak kecil dan imut-imut"
Kekeh Bern pelan.
"He em, dibandingkan semua orang, tubuhku benar-benar Pendek"
Belle bicara sambil terus menikmati pijatan sang suami.
"Tidak pendek, tapi kamu kecil dan imut-imut sayang"
Bern mencoba membandingkan ukuran tubuh belle dengan dirinya.
__ADS_1
"Sebatas dada ku, bahkan terlalu kecil untuk ku"
Bern sejenak mengulum senyum, jadi ingat kata-kata nya tempo hari pada mommy nya.
Apalagi aku fikir dia masih terlalu kecil, mommy tahu bagaimana selera ku soal perempuan bukan?"
Bern bicara sambil menatap bola mata mommy nya.
"Hmmm mommy tahu, orang tua mana yang tidak tahu bagaimana karakter yang anak-anak mereka sukai"
Jawab mommy nya cepat sambil memencet hidung Bern dengan geram.
"Tapi putri Al Fattah akan masuk kategori idola mu dalam 5 tahun kedepan, Bern"
Bern terkekeh.
"Masih cukup lama mom, masih Butuh proses 5 tahun untuk menunggu"
Dan ternyata tidak butuh waktu 5 tahun menunggu, gadis kecil itu tiba-tiba membuat diri nya menjadi tergila-gila pada nya.
"My bee"
Tiba-tiba Belle membalikkan tubuhnya, bola matanya menatap ke arah Bern.
Belle berusaha untuk membenahi posisi tidur nya, dia mencoba bersandar ke arah sudut kasur, menaikkan beberapa bantal untuk menjadi tempat nya bersandar.
Bern ikut membenahi posisinya, maju beberapa gerakan lantas kembali memijat lembut kaki Belle.
"Bagaimana jika kita ke Mekkah?"
Tanya Belle tiba-tiba
Bern tampak menaikkan alisnya.
"Bukankah kemarin kamu bertanya tempat apa yang ingin aku kunjungi?"
Ucap Belle cepat untuk mengingat kan soal pertanyaan Bern kemarin.
"Ah iya"
"Mari pergi umroh bersama"
Seketika Bern mengembangkan senyumannya.
__ADS_1
"Baiklah, itu tempat paling tepat untuk kita datangi"
Belle mengangguk cepat.
"Ada doa khusus yang kamu ingin ucapkan disana?"
Tanya Bern kemudian.
Sejenak Belle mengulum senyuman.
"Ada, sesuatu"
Belle berkata sambil kembali memejamkan bola matanya.
"Katakan pada ku"
Bern bertanya sambil beranjak dari tempat nya, Mendekati Belle dengan rasa penasaran.
"Tidak"
"Sayang, apa itu? katakan pada ku"
"No... rahasia"
"Katakan pada ku"
Bern mulai mencoba menggelitik tubuh Belle
"Akhhh...No...bee tidak"
Belle tertawa terbahak-bahak saat Bern terus menggodanya.
"Katakan"
Seketika candaan-candaan manis serta tawa bahagia terus memenuhi kamar itu, beberapa kali Bern menggoda Belle dan membuat sang istri tertawa terbahak-bahak.
"Sayang... mau melakukan nya lagi?"
"Ishhhh"
"Sekali saja"
"Bee.."
__ADS_1