Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Hallo Karl


__ADS_3

Mereka menuruni anak tangga dengan gerakan cepat, sedangkan di bagian belakang Ryo bergerak membuka kunci akses masuk ke gedung.


Bern menyandarkan tubuhnya di pintu masuk, memastikan kondisi aman terkendali, lantas tangan nya mulai memberi kode agar satu persatu para anggota red mafia dengan berpakaian gelap serta memegang senjata di tangan mereka masing-masing masuk secara perlahan, mereka mulai masuk dan saling memisahkan diri ke arah sisi kiri dan kanan.


Hera dan Abigail berhenti di pintu masuk bawah, menyandarkan tubuh mereka ke pintu masuk, Tapan seorang penjaga akan keluar dari sana, Hera dengan gerakan cepat memasang aksi diri nya sedangkan Abigail terus bersandar di sisi kanan.


Saat pintu terbuka...


"Excusme tuan, aku sedikit tersesat”


Ucap Hera sambil mengambang senyuman terindah nya lantas mencoba menyentuh dada laki-laki itu.


"Aku bisa mengantarkan mu ke tempat yang tepat"


Laki-laki itu bicara sambil menarik tubuh Hera ke dalam , dengan gerakan cepat mengajak Hera untuk saling menautkan bibir dan membelit lidah.


Hera mengikuti alur, sepersekian detik kemudian sebuah pisau keluar dari tangan Hera dan...


to


__ADS_1


Craassshhhhh


Hera menghunus laki-laki itu tepat di punggung belakang nya hingga tumbang, Hera mengedip kan sebelah matanya pada Abigail dan meminta nya agar segera masuk.


"Oh shi..t"


Abigail mengumpat pelan, masuk kedalam dengan gerakan cepat.


Gadis ini bisa membuat ku jadi gila.


umpat Abigail dalam hati, menarik cepat tubuh laki-laki yang sudah tewas itu ke sisi belakang meja agar tidak terlihat oleh seseorang.


Mereka terus melaju ke belakang menuju ke satu ruangan, Hera mencoba menggesek dinding yang ada di hadapannya beberapa waktu.


Ucap Hera kemudian.


"Dalam pelacakan sistem"


Eve menjawab cepat


**********

__ADS_1


Disisi lain Anggota Bern telah masuk ke dalam dengan cara memisahkan diri,Aland dan eden masuk dengan cepat menyusul langkah Bern, mereka menuju ke markas rahasia mafia O'Hara.


Mereka melewati ruangan yang seperti lorong dimana di sisi kiri dan kanan nya dipenuhi pintu-pintu kamar, beberapa orang berusaha bergerak lantas menempelkan diri di pintu kamar saat seorang pria datang dari arah berlawanan, Pria itu menatap Bern yang melangkah berjalan mendekati dirinya, dia menatap Bern sambil mengerutkan dahinya.


"Maaf tuan?"


Dalam gerakan cepat tiba-tiba dari arah belakang nya Aland bergerak sambil meraih leher pria itu dan..


Kraakkkk


Sekali putar kepala pria itu langsung patah terkulai.


Mereka kembali melangkah kedepan, mendekati satu pintu yang merupakan target mereka.


***********


Karl tampak duduk dengan begitu santai dikelilingi oleh beberapa perempuan cantik, sesekali dia mencium bibir salah satu perempuan-perempuan itu, me..lu..mat bibir nya dengan gerakan sen..su.al, kemudian Karl melepaskan pangutan bibirnya, secepat kilat dia meraih gelas winski nya, menyesap nya secara sempurna lantas Karl meraih Rokok dan pamatik yang ada di atas meja, menyulut rokoknya dengan sempurna lantas menghisap dan membuang asap nya ke atas.


Salah satu perempuan disisi kiri karlk kembali Mencoba menautkan Bibir nya dengan gerakan nakal, hingga membuat pria itu membuang rokoknya ke dalam asbak kaca, meraih kepala perempuan itu lantas dengan ganas me..lu..mat bibir perempuan itu.


Tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan gerakan cepat, Karl menoleh dengan cepat, bola matanya jelas terbelalak tidak percaya.

__ADS_1


"Hallo Karl"


Bern bicara sambil mengacungkan senjatanya tepat ke arah depan, seolah-olah siap menghantam kepala pria itu saat ini juga dengan pistol nya.


__ADS_2