
Dimalam yang sama
ketika Selena dan Bahrat berkunjung ke apartemen Belle dan Bern
Ailee dan Aland berkunjung ke mansion Aishe dan Murat.
"Mengurangi makan daging-dagingan?"
Aland bertanya ke arah Murat sambil tangannya sibuk meletakkan nasi di piring milik Ailee yang ada di tangan nya.
Aishe tampak mengangguk.
"Belakangan sering mual makan daging-dagingan"
Jawab Murat cepat, sambil mengelus lembut punggung Aishe.
"Mungkin karena masih efek trimester pertama"
Aishe bicara lagi.
"Teman Kak Asha, dokter Vita bilang untuk kehamilan trimester pertama ada yang seperti itu hingga usia kandungan nya 6 bulan"
Ucap Aishe sambil berusaha mengambil air minum di samping nya, tapi dengan cekatan Murat meraih teko air tersebut, menuangkan nya ke gelas Aishe.
"Satu-satunya makanan paling lezat saat ini untuk aishe adalah cabai"
Murat tampak bicara sambil sedikit memprotes
"Aku sampai bergidik ngeri melihat nya, padahal dokter sudah berkata agar menjauhi cabai"
Lanjut laki-laki itu lagi sambil mengelus lembut rambut Aishe.
Aland menggeleng kan cepat kepalanya, sedangkan Ailee tampak terkekeh.
"Dia merasa seperti anak gadis yang tanpa ada tanggungan atau beban lain di dalam dirinya"
Aland bicara sambil meletakkan sayuran ke piring Ailee.
"Itu cukup buruk untie,kata dokter terlalu banyak makan cabai kurang baik"
__ADS_1
Ailee bicara cepat sambil meminum air putih miliknya.
Aishe mengangguk-anggukkan kepalanya.
Murat tampak menyiapkan sup segar untuk Aishe lantas mencoba menyingkirkan cabai yang ada dihadapan Aishe.
"Sayang?"
Rengek Aishe tiba-tiba.
Murat menggeleng pelan.
"Ini bukan untuk kita, tapi untuk yang didalam sini hmm"
Ucap Murat sambil menyentuh lembut Perut Aishe.
Seketika Aland terkekeh.
"Aku fikir dia begitu tersiksa saat hamil karena harus membatasi makan makanan pedas"
Ucap Aland pada Ailee.
"Itu karena untie type pemedas Daddy"
ucap Ailee cepat.
Aishe menarik panjang nafasnya
"Sangat menyiksa sekali jika makan tanpa cabai"
Ucap Aishe sambil menatap dalam bola Murat, berharap sang suami mengizinkan dia makan cabai yang ada di hadapan Murat.
Laki-laki itu menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Mau yang mana?"
Aland tampak bertanya pada Ailee, mencoba meraih sayuran mana yang di sukai Ailee.
"Berikan aku ikan panggang nya"
__ADS_1
Ucap Ailee cepat.
"Baik,ini untuk nyonya Aland Yildiz"
Goda Aland sambil mengambil ikan panggang yang ada di sisi kiri nya lantas meletakkan nya secara perlahan di piring Ailee.
"Mau di pisahkan dari tulang nya?"
Tanya Aland Cepat.
Ailee tampak menggeleng.
"Daddy makan saja, aku bisa melakukan nya sendiri"
Aland tampak tersenyum, dia mulai menyantap menu makanan milik nya.
Pada Akhirnya sesi makan malam terlewatkan dengan sangat harmonis, mereka berpindah ke ruang tamu sambil melanjutkan obrolan, Murat dan Aland seperti nya tengah serius membahas soal perusahaan, sedangkan Aishe dan Ailee yang awalnya bercerita soal banyak hal tampak bersandar di masing-masing dada bidang sang suami dengan bola mata mereka yang mulai menjadi sayu karena rasa kantuk.
"Seperti nya kalian butuh bicara pada Eden secepatnya nya, jika tidak semua nya akan semakin kacau balau"
Ucap Aland saat mendengar betapa sulitnya keluarga Al Jaber mengatur perusahaan saat ini karena kekurangan pemimpin.
"Dia mulai terasa canggung dengan kami setelah tahu soal kenyataan jika dia menyakiti orang-orang yang salah, merasa bersalah penuh atas seluruh penderitaan kita"
Murat berkata sambil membenahi posisi Aishe, membiarkan sang istri tidur di atas paha nya, begitu juga Aland yang menoleh ke arah Ailee dan sadar sang istri mulai ikut terlelap, dengan cekatan dia juga langsung membenahi posisi tidur Ailee secara perlahan.
"Padahal kami sama sekali tidak mengingat nya, bagi ku, uncle bahrat dan Abigail Eden masih lah keluarga yang dulu untuk kami, bahkan Bern sama sekali tidak keberatan saat kami mendiskusikan pembagian saham untuk Eden, laki-laki itu bahkan berkata dia terpaksa mengabaikan perusahaan di Al Jaber, sebab dia harus kembali ke keluarga De Lucas dan mengurus perusahaan Daddy angkat nya"
Cerita Murat kemudian.
Aland tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Aku fikir kita bisa mengunjungi nya besok di apartemen mereka"
Ucap Aland sambil mengelus lembut rambut Ailee.
"Aku fikir juga begitu, tidak mesti melibatkan uncle bahrat untuk membujuk Eden, sebab uncle bahrat dan Selena tengah sibuk dengan pernikahan nya"
Murat berkata sambil mengelus lembut wajah Aishe.
__ADS_1