
Semua teman-teman meminta Belle untuk bernyanyi di stage kafe,karena Belle memang pandai mengeluarkan suara emasnya, maka secepat kilat Belle naik dan membawa kan sebuah lagu kesukaan nya.
Tapi saat di akhir lagu tiba-tiba semua lampu di matikan dan berganti dengan nuansa lampu biru yang gelap, tiba-tiba semua orang tampak berpisah dari satu sisi menuju ke sisi lainnya.
Belle agak bingung, dia fikir ingin segera turun ke bawah, tapi rupanya tiba-tiba Juan naik ke atas stage dengan membawa boneka harimau kesukaan Belle dengan diselipkan bunga di sana dan membawa sebuah kotak di tangan nya.
"Ada yang bisa menjelaskan ada apa?"
Belle tampak bingung, bola matanya menelisik teman-teman nya satu persatu, mencoba bertanya ada apa ini sebenarnya, tapi sepertinya tidak ada satu pun orang Nyang ingin menjelaskan keadaan ini pada nya.
Juan tiba-tiba sudah berdiri tepat di hadapan nya, dengan gugup laki-laki itu menarik sebuah mic dan mulai menyanyikan sebuah lagu CALUM SCOTT, YOU ARE THE REASON.
Belle sejenak berfikir.
Apa Juan menembak? maksudnya mencoba menyatakan cinta pada ku?
Tanya Belle dalam hati.
Sejenak tangan Juan menyerahkan boneka harimau itu ke tangan Belle, laki-laki itu terus bernyanyi sambil bola matanya terus menatap dalam wajah Belle.
Surak Surai teman-teman nya jelas membuat Belle bingung, bahkan hingga lagu berakhir Belle tetap seperti orang yang tidak tahu harus melakukan apa.
Juan bahkan tiba-tiba benar-benar menyatakan cinta nya dengan kata-kata indah.
"Maukah kamu menjadi pacar ku?"
kata-kata terakhir Juan jelas membuat Belle membelalakkan bola mata nya.
Sejenak bola mata Belle menatap laki-laki itu, dia tampak kehilangan kata-kata, tidak tahu harus berkata apa.
__ADS_1
"Terima...."
"Terima..."
"Terima..."
Belle menelan salivanya, sedangkan Juan terus tersenyum ke arah nya menunggu jawaban Belle dengan perasaan berdebar-debar.
"Aku .."
Bola mata Belle langsung mengitari seluruh ruangan, berusaha mencari sosok yang belakangan ada di dalam hidupnya.
Sejenak bola matanya beradu dengan bola mata Bern, laki-laki itu berdiri dengan wajah yang begitu penuh kemarahan.
"Om"
Belle bicara tertahan, mencoba kembali menatap Juan lantas menoleh kembali ke arah Bern, tapi laki-laki itu tiba-tiba Membuang pandangan nya, lantas dengan gerakan cepat berbalik dan meninggalkan dirinya di sana.
"Aku..."
********
Bern secepat kilat menyusul masuk ke dalam,mencoba mencari sosok Belle tapi belum terla, jauh berjalan seseorang menghentikan langkahnya.
"Bern?"
Laki-laki itu secepat kilat menoleh.
"Winda?"
Bern jelas menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan disini?"
Alih-alih menjawab, Winda hanya melebarkan Senyuman nya.
"Mencari sesuatu yang tidak ada"
Ucap gadis itu sambil tertawa renyah.
"Apa yang kamu lakukan disini? apa kamu pergi dengan gadis kecil itu? aku fikir gadis kecil mu ada di ujung sana"
Winda berkata sambil tangannya mengarah ke arah sisi selatan.
"Aku harus menyusul nya kesana"
"Oke"
Winda bicara sambil mengedipkan bola matanya.
Pada akhirnya mereka langsung memisahkan diri, lantas Bern dengan langkah cepat menuju ke arah yang dimaksud Winda.
Saat bola mata nya memasuki sebuah ruangan bernuansa biru remang-remang, Bern mencoba mencari sosok Belle, Namun Seketika Bern membeku saat melihat gadis itu tengah berada di atas stage bersama bocah bernama juan itu.
Bocah laki-laki itu membawakan lagu penuh cinta bahkan dengan gaya PD menembak Belle, membuat Bern Begitu dongkol melihat nya, bahkan rahang Bern mulai mengeras dan Seketika bola mata Bern benar-benar memerah karena marah.
Sejenak bola mata nya bertemu dengan bola mata Belle, terlihat kebingungan dan rasa panik disana.
Secepat kilat Bern membuang pandangannya nya lantas langsung melesat bergerak pergi menjauh dari sana.
Bern dengan gerakan cepat mengeluarkan handphone nya, mencoba menghubungi seseorang.
Cukup lama hingga tersambung dengan seseorang.
__ADS_1
"Halo Daddy..."