
Malam sebelum keberangkatan ke uni emirat Arab
Kediaman Faith Yildiz
Ketika semua orang berkumpul
Aishe, Murat,Eden, Asha, Abigail, deliyah,Aland dan ailee.
"Aku fikir kita tidak mungkin pergi semua ke uni emirat Arab"
Ucap Murat cepat.
"Ini akan mengecewakan uncle bahrat dan Selena, mereka jelas butuh bantuan juga mengingat waktu pernikahan juga semakin mepat"
Tambah Murat lagi.
"Aku dan deliyah memutuskan untuk tinggal, kami harus mengurus semua pembagian undangan, kita tidak mungkin menyerahkan semua pada asisten atau bahkan pekerja"
Abigail bicara dengan gercap, menatap ke arah deliyah meminta persetujuan gadis itu.
"Aku setuju"
Ucap deliyah lagi.
"Agar 2 keluarga terbagi rata, kita jelas harus membagi peran"
"Aku jelas tidak bisa pergi, selain perusahaan tidak mungkin ditinggalkan, aku fikir Ailee bisa sedikit membantu untuk urusan yang kecil-kecil di persiapan pernikahan bahrat dan Selena"
Aland ikut bicara sambil menatap dalam wajah Ailee.
"Tidak apa-apa sayang? kita bisa mengambil liburan setelah anak-anak lahir hmm?"
Ailee mengangguk cepat.
"Aku fikir itu bukan ide yang buruk"
__ADS_1
Sahut Ailee sambil mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Kalau dipaksa berangkat pun pasti akan cukup kesulitan, aku tidak sekuat untie Aishe saat hamil, kondisi tubuh ku jelas sering naik turun Daddy"
Ailee bicara ke arah Eden, dia tahu daddy nya seolah-olah berat dia tidak ikut bersama mereka.
Eden tampak diam sejenak.
"Yakin?"
Tanya Eden pelan.
Ailee mengangguk penuh keyakinan.
"Oke artinya Abigail, deliyah, Aland dan Ailee tidak ikut ke uni emirat Arab, mereka sedikit banyak harus stand bye membantu Selena dan uncle bahrat"
"Dan Nyonya Burja jelas harus ikut, sebab peran nya cukup penting di pernikahan Belle"
Murat terus bicara ke arah semua orang.
"Oke"
"Siap"
"Aku percayakan urusan perusahaan dan uncle bahrat pada mu brother"
Ucap murat cepat sambil menatap wajah Abigail.
"Dengan senang hati"
Laki-laki itu bicara sambil meletakkan tangannya ke depan keningnya lantas bergerak persis seperti seorang petugas abdi negara.
Semua orang tampak tersenyum senang, dan pada akhirnya tercapai kesepakatan antara mereka semua untuk membagi peran dalam pernikahan 2 pasangan keluarga mereka. Mengingat Bern dan Belle maupun Bahrat dan Selena jelas bagian dari keluarga mereka semua jadi mereka tidak mungkin mengabaikan salah satunya.
*******
__ADS_1
"Kenapa?"
Murat bertanya ke arah Aishe saat mereka telah kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Sang istri Terlihat kurang nyaman sejak di rumah Aland tadi.
"Belakangan rasanya cukup tidak nyaman dengan beberapa pakaian, terasa begitu sesak dan cukup membuat tubuh sulit bernafas"
Ucap Aishe cepat.
"Mungkin sudah saatnya mulai mengganti semua pakaian dengan pakaian ibu hamil"
Murat bicara sambil mengelus lembut punggung Aishe.
"Hmmm rasanya cukup aneh saat aku menggunakan nya nanti"
Aishe tampak tertawa kecil.
"Bahkan perut ku belum terlalu membesar"
Aishe Tampak mengeluh.
"Tidak juga, pasti terlihat begitu manis sayang*
Murat bicara sambil menyatukan hidung mereka.
Ailee mengangguk pelan, dia mencoba menyentuh perlahan wajah Murat.
"Ini sudah mulai tumbuh lebat"
Ucap Aishe pelan sambil menatap jambang milik Murat yang mulai tumbuh memenuhi wajahnya.
"Tidak suka sayang? besok aku akan mencukur nya"
Laki-laki itu bicara sambil mengelus lembut wajah Aishe.
__ADS_1