
Villa Utama Bahrat Al Jaber
Sentul Bogor
Suasana di depan kediaman Bahrat Al Jaber Tampak mulai penuh sejak pagi, ucapan karangan bunga selamat tampak tersusun rapi di depan memenuhi sepanjang halaman.
Seluruh meja katering telah tertata dengan rapi, segala macam menu sudah di siapkan sejak pagi.
Pada akhirnya pengucapan janji suci berjalan dengan khidmat.
"Maka atas nama Gereja Allah, saya meneguhkan pernikahan kalian di atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus,"
Setelah dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah, Bahrat dan Selena pun saling bertukar cincin, Secara perlahan Bahrat mencium mesra kening Selena yang kini telah berstatus sebagai istrinya.
Senyum bahagia terlihat dari bibir Pasangan pengantin itu, Para undangan pun memberikan tepukan tangan yang mengisyaratkan sebagai tanda kebahagiaan pernikahan mereka.
Dan Keduanya pun mengucapkan janji setia untuk sehidup semati.
"Aku, Bahrat Al Jaber, membawa Anda, Selena Idham, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita,"
Kata Bahrat dengan bola mata berbinar-binar.
"Saya, Selena Idham, membawa Anda, Bahrat Al Jaber, menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita, "
Jawab Selena penuh haru.
__ADS_1
Seketika air mata gadis itu tumpah.
Meskipun masa ini membuat diri nya Begitu bahagia, tapi Realita nya terselip kesedihan di hatinya.
Kata kata ANDAI KAN SAJA yang terus terpatri di hati nya andaikan saja masih ada mommy dan Daddy nya, andaikan saja masih ada Valentine jelas ke bahagiaan akan bertambah lengkap, tapi Realita nya orang-orang yang begitu dia cintai telah pergi meninggalkan dirinya.
Seolah mengerti dan paham dengan kesedihan Selena, bahrat dengan cepat memeluk tubuh sang istri, berbisik pelan dibalik telinga gadis itu sambil menepuk pelan punggung nya.
"Semua orang disini adalah keluarga, tidak ada orang asing sama sekali, semua mencintai kamu tanpa terkecuali"
Seketika tangis Selena pecah, Seolah Semua orang tahu kegelisahan hati Selena, dengan gerakan cepat semua orang mendekati Selena lantas memeluk gadis itu dengan sejuta perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
"Untie jangan menangis, bukan kah ini hari bahagia? itu akan memperburuk riasan nya"
Goda Aishe cepat.
"Berikan aku sebuah pelukan"
Ucap Murat sambil membentangkan kedua tangannya.
Secepat kilat Selena masuk ke dalam pelukan Murat.
"Tidak ingin memeluk ku?"
Tanya Eden sambil ikut membentangkan kedua tangannya.
"Come
Ucap Eden lagi.
Lalu Selena secepat kilat memeluk laki-laki yang pernah mengisi hari-hari nya di masa lalu.
Kemudian semua orang tampak bergantian memeluk Selena, Aland, Ailee, Abigail, deliyah, Asha, Belle dan Bern bahkan tidak ketinggalan Edo dan vio.
Namun beberapa waktu kemudian tiba-tiba gerakan Selena terhenti, senyuman nya tiba-tiba menjadi sedikit kaku saat dia menyadari Farhan dan Ramira tahu-tahu sudah berdiri di hadapan nya.
"Tidak ingin memberikan ku pelukan juga?"
Tanya Farhan sambil mengembangkan senyuman nya.
Sejenak Selena menatap ke arah Bahrat, menunggu izin dari sang suami untuk menghargai perasaan laki-laki itu.
Seketika Bahrat tersenyum lantas mengangguk pelan.
Secara perlahan Selena memeluk erat tubuh Farhan, realita nya perasaan nya sekarang dan kemarin saat memeluk laki-laki itu jelas berbeda, tidak ada lagi perasaan Kemarin yang tersisa di hati nya.
__ADS_1
"Aku dan ramira akan menikah"
Farhan bicara cepat sambil beralih memeluk bahrat sambil mengucapkan selamat.
"Ya?"
Seketika semua orang tampak membeku sejenak.
Tapi sesaat semua orang berfikir, bukankah semua orang punya masa lalu? ada yang baik ada yang buruk, semua orang punya aib bukan? tapi Allah selalu menyembunyikan aib tersebut asalkan yang memiliki aib mau mengubah diri mereka menjadi lebih baik.
Lalu kenapa mereka harus menertawakan nya, toh pada akhirnya semua orang butuh perubahan untuk menjadi lebih baik.
"Aku menunggu undangan kalian"
Ucap Bahrat sambil menepuk-nepuk punggung Farhan.
********
"Kepada tamu undangan kami ucapkan terima kasih, di bagian sisi kiri dan kanan ruangan terdapat meja prasmanan yang telah di lengkapi berbagai macam menu yang menggugah selera"
Seorang pembawa acara mulai memberi arahan.
"Semua makanan insyaAllah HALAL dan bisa di konsumsi oleh semua tamu undangan"
"Di sudut kanan untuk undangan perempuan dan di sudut kiri untuk undangan laki-laki, semua tamu bisa mendapatkan makanannya dengan teratur"
"Untuk yang menunggu giliran bisa mencoba menyumbangkan sebuah lagu di panggung kami, atau bahkan boleh berfoto bersama sang kedua mempelai kita"
Sang pembawa acara tampak terus menyampaikan kata-kata nya.
Di sisi lain tampak banyak orang mulai mengantri untuk mendapatkan sesi foto bersama kedua mempelai.
Disisi lainnya lagi beberapa tamu undangan sibuk menyerahkan kertas kecil untuk meminta menyumbang sebuah tembang emas kepada Sang kedua mempelai
*******
__ADS_1
Catatan \= Untuk janji suci pernikahan didapat dari berbagai informasi, andai ada kata yang salah mohon di maafkan
🙏🙏🙏🙏🙏