Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Menunggu dirinya


__ADS_3

Selena secara perlahan masuk ke dalam kamar mereka, menutup pintu nya dengan gerakan lembut. Dia fikir setelah perjalanan panjang sejak pagi hingga malam hari, semua orang pada akhirnya mulai membubarkan diri.


Benar kata orang-orang, hari pernikahan itu merupakan hari paling melelahkan dalam seumur hidup, jika kondisi fisik tidak kuat, sang pengantin pasti bisa tumbang.


Belum lagi mereka harus bersabar menyalami satu per satu keluarga dan teman-teman yang datang, meskipun hari H sudah lewat, di keesokan hari nya bahkan bisa jadi masih ada banyak tamu yang berdatangan.


Belum lagi godaan-godaan dari banyak orang yang membuat Selena dan Bahrat hanya bisa mengulum senyuman, saat para tetua mendoa kan mereka agar segera mendapatkan keturunan setelah melewati malam pertama semalam.


Padahal realita nya bahkan mereka saja belum mendapatkan malam pertama mereka, bagaimana orang-orang berfikir mereka telah melewati malam pertama mereka semalam.


Karena Bahrat belum juga terlihat batang hidungnya, sebab sejak tadi laki-laki itu terus mengobrol dengan berberapa keluarga tertua, bahkan mereka mengajak bahrat menghabiskan waktu bermain catur sejak sore tadi hingga malam hari, Maka Selena dengan gerakan cepat mulai masuk ke kamar mandi, dia fikir membersihkan diri adalah pilihan paling bijak saat ini, sembari menunggu sang suami kembali ke kamar mereka.


Beberapa kali Selena melirik kearah jam dinding, dia fikir Bahrat belum juga masuk ke kamar mereka, bahkan hingga lewat tengah malam bahrat belum juga kembali ke kamar jadi pada akhirnya Selena memutuskan untuk beranjak tidur lebih dulu.


********


Sejenak Selena tersentak dari tidurnya saat dia merasa jika seseorang mencium lembut keningnya, Selena dengan cepat membuka bola matanya.


Dihadapannya Bahrat tampak tersenyum menatapi wajah nya.


"Tidurlah lagi, aku hanya memberikan kamu ciuman ucapan selamat malam"


Ucap laki-laki pelan sambil menyentuh lembut wajah nya, lantas secara perlahan laki-laki mulai berbaring disamping nya.


Sejenak Selena menoleh ke arah jam di dinding.


Pukul 2.40 dini hari.

__ADS_1


"Kenapa baru kembali di jam segini?"


Tanya Selena kemudian.


"Mereka mengajakku bermain catur hingga pagi"


Ucap Bahrat sambil terkekeh.


"Aku harus menang 3 kali berturut-turut baru semua orang mau melepaskan ku"


Tambah nya lagi sambil menoleh ke arah Selena.


"Dan karena aku bukan orang yang pandai bermain catur, memenangkan permainan hingga 3 kali berturut-turut jelas terasa begitu sulit"


Cerita bahrat.


"Seperti nya kami harus berguru dengan Bern, laki-laki itu cukup ahli dalam bermain catur dan kartu"


Mendengar ucapan Selena bahrat ikut terkekeh.


"Aku tidak meragukan kemampuan dia"


Setelah itu mereka tampak terdiam sejenak.


"Tidak ingin tidur lagi?"


Tanya bahrat kemudian.

__ADS_1


Selena menggeleng kan pelan kepalanya.


"Sudah cukup istirahat?"


Selena mengangguk cepat.


"Sudah makan malam malam?"


Selena kembali mengangguk.


Bahrat tampak tersenyum, lantas menggesek pelan kening Selena.


"Mau mencoba nya?"


Tanya laki-laki itu kemudian.


Sejenak Selena diam, lantas mengangguk perlahan.


Bahrat menjentikkan jari telunjuknya lembut ke kening Selena.


"Menunggu ku sejak tadi?"


Seketika wajah Selena memerah.


"Jangan menggodaku"


Bahrat tampak mengulum senyum, Menyentuh lembut wajah Selena lantas dengan gerakan lembut laki-laki itu mulai mendekati wajah mereka, suara nafas mereka terdengar lembut saling bersahutan, sepersekian detik kemudian secara perlahan bahrat menautkan Bibit mereka dengan gerakan lembut dan dalam.

__ADS_1


__ADS_2