
Hera berjalan masuk ke dalam sebuah kamar bersama laki-laki itu, dengan gaya manja dan ringisan halus karena merasa sakit dengan lukanya.
Tapi realita nya antara bibir dan hati nya jelas jauh berbeda, Hera berusaha untuk mencari card / kartu kunci di tangan laki-laki itu untuk membuka pintu masuk bagian belakang markas the mafia O'Hara, disana laki-laki yang di cari keluarga Al Jaber dan faith Yildiz berada, dan misi ini jelas akan menghasilkan istilah setali 3 uang.
Mendapatkan Karl dan aries, mendapat kan berlian Afrika dengan nilai fantastis, dan melenyapkan sang ketua mafia O'Hara yang cukup meresahkan para gadis remaja untuk dijual atau bahkan di jadikan budak naf.su anggota mereka, maka Hera dan anggota lain nya tidak heran jika aries bisa bersikap se frontal itu terhadap banyak gadis-gadis muda, karena laki-laki itu jelas berkumpul dengan manusia-manusia tidak ber'otak fikir Hera.
"Baby coba aku lihat luka mu"
Laki-laki berjuluk icarus itu berkata sambil meraih tangan Hera.
"Siapa nama mu baby?"
laki-laki itu bertanya sambil mencoba mengobati luka Hera Dengan alkohol dan obat luka yang Hera juga tidak tahu di mana laki-laki itu mendapatkan nya.
"Aidis"
Jawab Hera sambil tersenyum manja ke arah laki-laki itu, dengan gerakan lembut Hera Menyentuh paha laki-laki itu, seketika hera menaikkan alisnya.
I get it.
Batin nya.
Tapi jelas saja respon berbeda diberikan laki-laki itu, sesuatu dibawah sana jelas terbangun secara tiba-tiba.
"Oh God"
__ADS_1
Laki-laki itu tampak memijat pelan pelipisnya.
Lalu tiba-tiba laki-laki itu mencoba menyentuh wajah Hera, dengan gerakan cepat menautkan bibir mereka, kemudian dengan gerakan cepat pula mencoba me..lu..mat bibir Hera dengan begitu penuh gairah.
Hera jelas telah terlatih untuk menjebak lawan jenisnya sejak dulu di DEMON GIRLS, dia mencoba mengikuti alur laki-laki tersebut, membalas ciuman laki-laki itu sambil saling ber..belit lidah, dengan gerakan lincah tangan laki-laki itu membuka kancing gaun belakang nya secara perlahan kemudian tangan laki-laki itu mencoba untuk turun ke dada Hera, tapi gadis itu mencoba menahannya.
"Aku akan bermain di atas"
Bisik Hera pada laki-laki itu.
Jelas saja laki-laki itu tersenyum senang, dengan gerakan cepat mengganti posisi nya sesuai permintaan perempuan itu.
Saat laki-laki itu mengeluarkan e.ra..ngan manja nya, Tangan kiri Hera tetap bergerak lincah di bawah sana sedang kan Tangan kanan Hera dengan perlahan meraih senjata apinya yang berada di paha atas bagian belakang.
Hera naik perlahan ke atas tubuh laki-laki itu, sambil menggesek milik nya ke milik laki-laki itu, kedua tangannya dengan sigap mengarah kan pistol nya pada sang laki-laki sambil berkata.
"Good night baby boy"
Saat laki-laki itu membukakan matanya.
Plassshhh
Tembakan halus dengan peredam suara tepat mengenai kening laki-laki itu, darah segar tampak mengalir dari keningnya.
__ADS_1
Hera dengan gerakan cepat meraih card id/kunci yang ada di kantong kanan celana laki-laki itu, lalu dengan gerakan cepat Hera bersalto dan turun dari sana.
"Target 1 selesai, bergerak kebelakang, sekarang"
Setelah berkata begitu Hera dengan gerakan cepat meletakkan kembali pistol ke belakang paha nya, lantas menutup tubuh laki-laki itu dengan selimut tebal.
Hera bergerak kedepan, membenahi kancing gaun nya.
Setelah itu Hera melesat mendekati pintu kamar dan membuka ya, dia melepaskan pin rambutnya lantas memasang kan pin itu ke lubang kunci, dan dengan gerakan cepat Hera menutup pintu kamar itu dengan gerakan sempurnah.
Ryo berjalan ke arah nya tanpa melihat ke arah Hera, tangan Hera dengan gerakan cepat memberikan card kunci yang dia peroleh ke tangan Ryo.
"Zero one masuk dalam 60 detik, sayang aku membutuhkan mu sekarang"
Ucap Hera pelan.
"Dibelakang mu sayang"
Tiba-tiba Abigail muncul tepat di samping Hera.
"Mari menarik Benang merah"
Bisik Hera lantas bergerak cepat menuruni anak tangga diikuti oleh Abigail di belakang nya.
__ADS_1