Putri Perawan Milik Daddy Season 2

Putri Perawan Milik Daddy Season 2
Bertahanlah


__ADS_3

Saat Ailee terjatuh dan pingsan seketika Aland meraih tubuh itu dengan jutaan kepanikan, dia jelas sudah tidak tahu lagi harus menolong siapa lebih dulu, sang istri atau ayah mertua.


Otak Aland jelas buntu seketika,tapi dalam hitungan detik Aland langsung meraih tubuh Ailee dan membawanya kedalam mobil dengan keadaan kacau balau.


Setelah meletakkan tubuh Ailee, Aland meremas kasar rambutnya.


"Akhhhh"


Dia marah pada dirinya sendiri, kenapa dia tidak menyadari jika Eden terluka tadi.


"Kapan dia mendapatkan luka di perut nya?"


Aland bicara dengan sejuta penyesalan.


Dari Arah belakang tiba-tiba bahrat Menyentuh bahunya.


"Biar aku dan Winda yang mengurus Ailee, selena dan aishe menunggu di rumah sakit dan akan mengurus Ailee, pergilah bersama Eden, jika tidak Ailee pasti akan menyalahkan diri nya sendiri karena tidak berada di dekat Eden"


Ucap Bahrat cepat.


"Kita belum tahu apa yang akan terjadi kedepan nya pada Eden"


Aland menatap nanar wajah bahrat, seketika bahrat memeluk erat tubuh Aland.

__ADS_1


"Ada kami sebagai keluarga mu, kita akan saling menguatkan"


Ucap laki-laki itu cepat, melepaskan pelukannya lantas langsung masuk ke dalam mobil.


Aland secepat kilat berlarian mendekati mobil yang di Naiki Eden, menatap wajah Bern yang sejak tadi mencoba menggenggam erat bahu Belle. Gadis kecil itu tampak begitu shok, seperti seseorang yang kehilangan arah nya.


Apakah semua nya harus sebercanda ini?


Itu yang Aland fikir kan.


Lantas dia langsung melesat masuk ke dalam mobil itu.


Sedangkan disana polisi mulai berhamburan datang, menangkap para kawanan mafia O'Hara, mendapatkan para gadis remaja yang akan mereka jual keluar negeri, seperti perjanjian awal yang di sepakati Winda pada bern, pihak berwajib tidak punya hak untuk menangkap seluruh anggota red mafia, karena mereka hanya membantu pemerintah menangkap gembong narkoba.


Karl di tangkap atas tuduhan banyak kasus penipuan, manipulasi data dan korupsi di perusahaan Al Jaber sendiri, sedangkan aries jelas menghembuskan nafas nya ditempat setelah tertembak oleh Belle.


Saat Belle menangis sejadi-jadinya di atas mobil, Aland jelas kehilangan kata-kata nya, jangankan untuk menguatkan gadis kecil itu, bahkan untuk menguatkan dirinya sendiri saja dia bahkan tidak punya cara sama sekali.


Satu ingatan saat Ailee bicara pada nya sebelum mereka pergi.


"Aku hanya belum tahu bagaimana memposisi kan diri"


Ucap Ailee pelan sambil mencoba berbaring di atas kasurnya.

__ADS_1


"Agak lucu ketika ada banyak kesamaan di antara kami"


lanjut Ailee lagi.


Aland berusaha memeluk erat tubuh Ailee dari belakang.


"Misalnya?"


Tanya Aland pelan, dia hanya sedang berusaha membujuk Ailee,tidak berniat sama sekali untuk berdebat atau memaksakan keadaan. Dia tahu Ailee masih di Landa kebingungan.


"Buku yang kami baca sama, kami pecinta misteri dan teka-teki, makanan kesukaan kami sama bahkan ada beberapa kebiasaan yang cukup sama"


Ucap Ailee pelan, gadis itu seolah-olah sedang mencoba untuk mengingat-ingat.


"Bicaralah dengan dia saat hati mu sudah lebih tenang, Daddy mu hanya belum menyadari keberadaan mu, tapi terlihat jelas dia berharap kamu mau mengakui dirinya sebagai daddy nya"


"Mungkin setelah kalian pulang nanti"


Ucap ailee pelan sambil mulai memejamkan bola matanya.


Aland menghela nafasnya kasar, menoleh ke arah Eden dalam waktu cukup lama.


Bertahan lah, sebab ada banyak orang yang mengharapkan kebahagiaan untuk mu saat ini, termasuk diri ku

__ADS_1


Ucap Aland dalam hati.


__ADS_2