
Masih di masa kemarin.
Brakkkkk
Eden dengan gerakan kasar menghantam tubuh aries ke belakang, dia jelas tidak suka saat aries berpura-pura baik pada valentine dengan maksud tertentu. Bahkan hari ini saat Valentine tertidur laki-laki itu mencoba menyusup masuk ke kamar gadis itu tanpa izin.
"Aku memang begitu menghargai Karl, tapi aku tidak suka kamu mendekati valentine dengan alasan apapun"
Eden tampak marah, menatap tidak suka ke arah aries.
Laki-laki itu meringis merasa kesakitan saat tubuhnya dihantam dengan keras ke belakang.
"Cihhh"
Aries berdecih kesal, cukup muak melihat wajah Eden. Jika bukan karena Daddy nya memanfaatkan situasi dan keadaan Eden, bisa dipastikan aries akan menghajar Eden saat ini juga.
"Mau tahu?"
Aries menarik kasar kerah baju Eden.
"Aku masih menahan diri karena Daddy, tapi ingat aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkan diri mu diam-diam"
Eden menyeringai tajam, menyingkirkan tangan aries dengan kasar.
"Kau boleh mencoba nya, ketika itu terjadi, mari mendapatkan kehancuran secara bersamaan"
ucap Eden sambil melotot tajam ke arah aries.
Seketika aries menggenggam erat tangan nya, dengan perasaan dongkol dia meninggal tempat itu.
Dia fikir Eden selalu mengawasi gerak-gerik nya belakangan, cukup sulit mendekati valentine dan memanfaatkan gadis itu.
Aries jelas suka bersenang-senang, mendekati mangsanya, merayu dan mengajak mereka ber..cinta sesuai kemauan nya,tapi valentine jelas sulit sekali untuk didapatkan, sebab Eden terus berada di lingkaran nya.
Awalnya target aries adalah Selena, tapi bahrat jelas terus menjaga gadis itu sejak dulu, kemudian dia fikir valentine adalah pilihan yang cukup baik, 2 bersaudara itu sama-sama memiliki tingkat kecantikan yang serupa, tapi lagi-lagi dia harus menelan pil pahit sebab valentine juga di jaga dengan baik oleh Eden.
Shi..t
Umpat Aries kesal.
********
"Semua sudah siap?"
Bahrat muda bertanya pada semua orang saat mereka masuk ke studio foto dan sepakat untuk mengambil foto bersama.
"Kenapa bola mata mu selalu tertuju pada Eden? apa kamu menyukai nya?"
Tiba-tiba Murat muda bertanya kearah valentine sambil sedikit menggoda.
Seketika wajah Valentine memerah.
"Kamu suka pada Eden? siapa julukan nya ? Desember?"
Tanya murat lagi sambil mengulum Senyuman.
Valentine tampak Menyentuh pelan tengkuk lehernya, merasa sedikit malu dengan ucapan murat.
"Mau aku katakan pada Abigail untuk membuat kalian dekat? dia ini Mister comblang yang baik"
Goda murat lagi.
"Kak"
Cepat-cepat valentine menarik baju Murat, dia jelas menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
"Bukankah kamu belum mencobanya?"
__ADS_1
"Kakak berhenti menggoda ku"
Ucap valentine sambil merengut.
Murat tampak terkekeh.
"Ckckckck kamu dan uncle Bahrat sama saja"
Ucap murat lantas mengelus lembut kepala valentine.
"Sudah siap? kenapa Selena dan Abigail belum tiba?"
Bahrat bertanya kepada semua orang.
"Dia sedikit terlambat, kita bisa mengambil 1 foto terlebih dahulu"
murat memberikan saran pada Bahrat.
"Baiklah, sayang kemari lah"
Bahrat bicara ke arah Valentine, meminta gadis kecil itu mendekati mereka.
"Sekarang coba kita ambil foto nya, bersiap"
Sang juru foto bicara sambil berusaha mengarah kan gaya kepada mereka semua.
"1"
"2"
"3"
plasshhh
Sang juru foto diam Sejenak,mencoba melihat hasilnya, Seketika dia menggeleng perlahan.
"Ya?"
Eden menaikkan ujung alisnya.
"Bahrat peluk valentine dari belakang atau bahkan bisa mencium pipinya, bukankah kalian keluarga besar yang akrab? tampilkan ke akrab'an kalian disini"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Come Eden, lebih dekat lagi"
Sepersekian detik kemudian Eden dengan cepat merapatkan tubuhnya, seketika wajah Valentine memerah.
"Kamu deman?"
Eden bertanya saat melihat wajah valentine yang kelihatan merah.
Buru-buru valentine menggelengkan kepalanya.
Murat ingin terkekeh tapi valentine langsung mencubit cepat pinggangnya.
"Mau aku katakan?"
Bisik Murat sambil menggodanya.
"Kakak"
"Ada apa?"
Bahrat dan Eden saling bertanya.
"Lupakan saja, bukan apa-apa"
__ADS_1
Jawab valentine cepat.
"Siap?"
Sang juru foto bertanya cepat.
"Siap"
Bahrat berkata sambil memeluk erat valentine dari belakang.
"Tersenyum ceria"
ucap sang juru foto.
Eden memeluk erat tubuh valentine dari arah kiri, bahrat memeluk erat valentine dari belakang sedangkan Murat memeluk erat valentine dari sisi kanan.
"1"
"2"
"3"
Seketika Bahrat mencium lembut pipi kanan valentine, senyum ceria terpampang di wajah semua orang.
plasshhh
lampu layar kamera menyilaukan semua orang.
*****
...My brother and my best Lovely ❤️...
...***Jaber family Valentine ❤️ Decembe***...
"Apa yang kamu tulis?"
Eden tahu-tahu sudah berada di belakang valentine, saking terkejutnya valentine dengan cepat menyembunyikan foto itu di belakangnya dengan jantung yang berdetak begitu kencang.
"Hanya foto kita sekeluarga"
Ucap valentine sambil memperlihatkan foto mereka Kemarin lantas langsung memasukkan nya ke dalam tas valentine.
"Oh"
Eden hanya berkata oh lantas langsung pergi meninggalkan gadis itu begitu saja.
Valentine mengulum senyumannya, menatap punggung laki-laki itu yang kian menjauh.
Desember?
Bukankah dia begitu dekat dengan valentine?
Hanya berjarak 1 bulan Januari tidak lebih.
*******
Catatan \=
kilas balik kenangan foto yang pernah di temukan Ailee
di episode 42 season 1
putri perawan milik daddy
Judul bab
Rencana awal secara bersamaan
__ADS_1