
"Oh God"
ucap Bahrat pelan
Mereka melihat ada banyak sekali gadis-gadis muda yang dikumpulkan di tempat ini, para gadis tampak panik tapi Murat mencoba menahan telapak tangan nya, meminta agar mereka menjadi sedikit lebih tenang.
"Apa yang mereka lakukan?"
Eden jelas mengerutkan keningnya.
"Apa kalian akan di pindahkan dan akan dijual?"
Bahrat bertanya pelan.
Para gadis itu mengangguk pelan.
"Gila"
Umpat Murat dan Eden bersamaan.
"Mereka melakukan human trafficking pada anak di bawah umur"
Ucap Eden sambil memejamkan bola matanya sejenak.
Selain menahan sakit di perut, dia juga merasa tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat saat ini.
"Bern dimana kalian?"
Bahrat bertanya cepat.
Sejenak terdengar obrolan dari balik telinga mereka.
__ADS_1
"Sejak awal kita masuk, kita sama sekali tidak melihat aries"
Terdengar suara Aland dari seberang sana
"Ini sedikit aneh"
Jawa Bern pelan
Yah mereka pun baru menyadari nya, jika laki-laki itu sama sekali belum terlihat sejak awal.
"Cukup jauh, mungkin dalam 10 menit baru tiba disana"
Bern tiba-tiba menjawab cepat.
"Kami akan mengeluarkan para gadis dari sini"
Ucap Murat cepat.
"Berhati-hatilah hingga kami tiba"
Hanya terdengar deheman dari Eden.
Pada akhirnya mereka secara perlahan mencoba mengeluarkan para gadis secara bertahap.
'Ini tidak akan bertahan lama, para penjaga pasti akan tahu secepat nya, bawa mereka keluar Murat, sisa nya biar aku dan Bahrat mengurus nya"
Ucap Eden sambil menatap dalam bola mata Murat.
"Aku akan mengatur nya"
Murat mengangguk cepat lantas membawa para gadis keluar menuju ke arah pintu belakang,
__ADS_1
Eden dan Bahrat mulai bergerak mengintip ke arah depan, berjaga-jaga jika ada yang datang tiba-tiba. Dan sesuai dengan ketakutan mereka, seseorang benar-benar datang mendekat. Mereka mencoba menyembunyikan diri hingga orang itu berada tepat di samping mereka, berdiri sambil mengerutkan dahinya.
Bisa di lihat bagaimana ekspresi laki-laki itu, dia jelas terkejut karena tidak mendapati para gadis di dalam ruangan itu.
Eden secepat kilat menyambar tubuh orang itu, menyerang nya dan menghantam tubuh laki-laki itu dengan sikunya, tapi sayang laki-laki itu tidak tumbang sama sekali, bergerak cepat menyerang balik Eden.
Buggggggg
"Shi..t"
Eden memaki saat laki-laki itu berhasil melukai bibirnya karena pukulan yang di hantam tiba-tiba.
Dengan penuh kekesalan Eden memutar tubuhnya lantas meraih kepala laki-laki itu, menghantamnya ke lantai lantas dengan gerakan cepat siku eden menghantam belakang leher laki-laki itu hingga tewas seketika.
Dan seketika terdengar suara tembakan ke arah mereka, rupanya seorang laki-laki datang dari arah depan saat mendengar keributan.
Dan seketika baku hantam mulai terjadi saat beberapa laki-laki kekar mulai masuk menyerbu kedalam. Eden dan Bahrat saling berusaha melindungi diri, melakukan baku hantam tanpa henti hingga seluruh anak buah Karl dan O'Hara mulai keluar satu persatu.
Di belakang Murat masih dalam posisi mengeluarkan sisa beberapa gadis lagi keluar, dia memberikan instruksi agar para gadis menjadi lebih aman menjauh dan mencari tempat Berlindung hingga pihak berwajib datang sesuai dengan permintaan Murat agar Winda menghubungi polisi agar mendapatkan para gadis muda itu disini.
Di ujung sana, Bern dengan kecepatan penuh melajukan mobilnya yang jika di ukur dengan jarak tempuh tidak begitu lama lagi akan masuk dan bergabung bersama ke tiga orang itu.
Disisi lain Abigail, hera dan eve telah berhasil memutar balik meledakkan dinding belakang bangunan, keluar dengan membawa semua yang, emas dan berlian dijemput oleh Vina dengan mobil Van nya.
Hingga tiba-tiba Karl tampak berlarian menuju ke arah keluar sisi samping kiri bangunan, mencoba melarikan diri bersama uang Didalam koper yang dia bawa sejak tadi.
"Sasaran bergerak kesamping"
ucap Bahrat cepat.
Saat Karl berusaha untuk kabur melewati sisi samping bangunan, tiba-tiba sebuah mobil mengejutkan gerakan nya,dia berhenti secara tiba-tiba.
__ADS_1
Kiittttt
Mobil itu tampak mencoba menghentikan langkahnya Karl dan kawanan nya.