
Masih di masa lalu.
Suara music di club malam Jakarta itu terus terdengar memekakkan telinga, asap rokok,aroma minuman, hiruk pikuk, tawa cekikikan bertebaran di mana-mana.
Di tiap sudut pasti ada saja pasangan yang saling memadu kisah, meliuk-liuk kan tubuh mereka sambil saling berpelukan antara satu dengan yang lainnya, bahkan ada yang saling menyesap bibir atau mungkin saling menyentuh area-area penting tanpa rasa malu sedikit pun.
Farhan tampak sibuk menuangkan minuman di atas meja bartender salah satu klub malam Jakarta tersebut, dia membisu enggan mengucapkan kata apapun, sedangkan Selena tampak terus menatap wajah nya dengan perasaan kesal dan dongkol.
"Kau tidur lagi dengan seorang perempuan?"
Selena bicara cepat ke arah Farhan, amarah nya jelas menggebu-gebu, rasa kecewa dan sedih bercampur aduk menjadi satu.
Dia mencintai laki-laki ini begitu tulus dan dalam, beberapa tahun saling kenal dan bersama rupanya sama sekali tidak bisa mengubah cap Casanova nya.
Alih-alih menjawab pertanyaan Selena, Farhan tampak menatap Selena sejenak, lantas dia memberikan gelas minuman untuk gadis itu.
"Apa dengan cara kita tidur bersama, kamu baru akan berubah?"
Nada pertanyaan Selena Terdengar begitu di tekan.
"Kamu masih ingin menikmati masa muda, bersenang-senang untuk banyak hal dan tidak benar-benar membawa hubungan kita menjadi jauh lebih serius bukan?"
Ucap Selena dengan jutaan kekecewaan.
"Karena itu tidak pernah ada ucapan cinta atau bahkan lamaran yang terjadi selama 2 tahun kita bersama"
Lanjut Selena lagi.
Farhan tampak menarik pelan nafasnya.
"Mari membuat kesepakatan"
Ucap Farhan pelan, dia meraih gelas lain yang berisi minuman lantas menyesap nya dengan cepat.
"Ya?"
"Kita akan memulai semua nya dari awal, mari kembali bersama setelah Keluarga Faith Yildiz dan Al Jaber bersama"
Ucap Farhan lagi.
Selena jelas mengerutkan keningnya.
"Bukankah selama ini keluhan terbesar mu selama kita bersama adalah kehidupan Al Jaber? putri Abigail yang di bawa Aland dan saudara mu valentine?"
Tanya Farhan tiba-tiba.
Meskipun Selena tidak tahu kenapa Farhan tiba-tiba membicarakan soal ini, tapi Selena mencoba mendengarkan.
"Kau tahu bukan Aland punya seorang adik perempuan"
tanya Farhan tiba-tiba.
"Ya"
__ADS_1
Ya dia tahu 2 bersaudara itu Aland dan aishe,Mereka terpisah sejak Aishe masih kecil, sejak Keluarga Faith Yildiz hancur di masa lalu hingga mau tidak mau Aland menitipkan Aishe pada keluarga lainnya di Prancis.
Selena tampak diam.
"Kau ingin dendam generasi ke generasi menghilang? jebak Murat agar menikahi aishe, gadis itu pasti bisa membuat nya jatuh cinta bahkan tergila-gila, kau tahu bukan bagaimana karakter aishe selama ini?"
Farhan bicara cepat penuh keyakinan.
Selena masih diam, tidak bergeming, tidak menyela atau bahkan menolak.
"tidak ada laki-laki yang tidak jatuh cinta pada nya"
Mereka mendengar gosip, Aishe begitu banyak di cintai oleh semua orang, supel, lincah dan pintar, tidak ada orang yang tidak menyukai gadis itu.
Jika Murat bisa tunduk dibawah kaki nya, aku pastikan Al Jaber dan faith Yildiz akan kembali seperti dulu lagi.
"Setelah itu mari kembali bersama, menyiapkan pernikahan untuk meniti masa depan bersama"
Ucap Farhan lagi sambil menyakinkan Selena.
Selena tampak diam, dia menatap bola mata Farhan begitu dalam.
"Kenapa kamu begitu ingin membantu ku dalam mendamaikan 2 kubu?"
Tanya Selena tiba-tiba.
"Karena kamu orang yang aku cintai dan Aland adalah sahabat ku"
Dan Pada akhirnya Sebaris kata itu menjadi pertimbangan Selena untuk menjebak Murat agar mendapatkan Aishe sebagai alasan untuk ajang pembalasan terhadap Aland.
*******
Beberapa waktu kemudian Farhan melesat keluar dari dalam mobilnya, menuju ke dalam sebuah apartemen hunian mewah, naik ke lantai atas untuk menemui seseorang.
Sejenak dia berdiri didepan sebuah pintu apartemen,menekan nomor intercom kamar satu persatu.
Tiitttt
Tiitttt
Tiitttt
Tiitttt
Tiitttt
Tiitttt
Kletekkkk
Setelah itu pintu terbuka dengan sempurna, dia masuk secara perlahan kedalam sambil menutup perlahan pintu nya, melepas kan sepatu milik nya lantas mengganti nya dengan sandal santai.
Secara perlahan laki-laki itu masuk kedalam kamar, menyalakan lampu kemudian berjalan menuju ke arah kasur.
__ADS_1
Farhan menaikkan Ujung bibirnya saat menatap perempuan yang ada di hadapannya itu tampak terlelap dalam tidur nya, dengan gerakan lembut dia menyentuh perlahan wajah perempuan itu, mencium lembut bibir nya lantas kembali menggesek lembut Jemari nya di wajah itu.
"Ngggg"
Perempuan itu menggeliat, mencoba membuka perlahan bola matanya.
"Mari mendapatkan makan malam, sayang"
Ucap Farhan dengan suara sedikit berbisik.
"Kamu sudah pulang?"
Tanya perempuan itu pelan, kemudian mencoba memejamkan kembali bola matanya.
"Ramira, come bangun sayang"
Ucap Farhan lagi lantas dengan gerakan lembut mencoba mengangkat tubuh perempuan itu.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?"
Ramira langsung membulat kan bola matanya, cukup terkejut dengan gerakan Farhan yang menggendong nya tiba-tiba.
Farhan tampak terkekeh.
"Aku suka ekspresi terkejut seperti ini"
"Ishhh"
Ramira memunyungkan bibirnya.
Tiba-tiba keheningan melanda mereka.
"Mulai lah berhenti menemui Eden"
Ucap Farhan tiba-tiba.
Ramira tampak diam sejenak, membiarkan Farhan membawa tubuh nya hingga ke dapur.
"Sedikit lagi, tinggal sedikit lagi hingga semua nya tahu di mana titik terang nya "
Ucap Ramira pelan sambil berusaha menelusuri wajah Farhan.
********
Catatan \=
Pengingat
Putri Perawan milik daddy season 1
episode 42
Rencana awal secara bersamaan
__ADS_1
Janji seseorang untuk Selena,Mari kembali bersama setelah Keluarga Faith Yildiz dan Al Jaber bersama kembali.