
Ciuman itu semakin terasa dalam, begitu lembut dan sangat berhati-hati sekali, bahkan ciuman itu mampu membuat Belle terus menggenggam erat lengan kokoh Bern karena sensasi aneh yang menjalar keseluruh tubuh nya.
Bern jelas mencoba berlaku selembut mungkin, menuntun dan membawa Belle agar menjadi nyaman dan Ikut hanyut dulu di dalam permainan, dia tahu ini untuk yang pertama kalinya bagi gadis kecil itu.
Tubuh Belle jelas terasa begitu imut-imut dan mungil, bahkan tidak lebih dari setengah tubuhnya, Bern sadar bergerak cepat pasti akan membuat Belle merasa tidak nyaman dan akan jelas tersakiti.
Laki-laki itu terus menautkan bibir mereka dengan gerakan lembut, menyesap nya dengan sempurna dan terus mencoba mengajarkan gadis yang belum tahu apa-apa itu untuk ikut bermain disana.
Tangan kanan Bern terus mencoba mengelus lembut telinga Belle hingga ke belakang lehernya, bergerak perlahan mengukur tiap inci leher, bahu hingga ke perut Belle.
Gadis itu tiba-tiba mengeluarkan suara indahnya saat tangan laki-laki itu mulai masuk ke dalam kamisol tidur nya dari arah perut lantas bergerak hingga ke arah dua benda berharga milik Belle.
"Akh.."
Suara Belle terdengar begitu manja, hingga pada akhirnya saat Belle mulai membuka mulutnya, Bibir dan lidah Bern dengan gerakan perlahan mulai bermain didalam sana, mengajak Belle secara perlahan untuk membelit lidah untuk waktu cukup lama.
Tubuh Belle terus menggeliat secara perlahan, saat tangan Bern dengan gerakan begitu lincah bermain di dua benda berharga Belle, dan ciuman itu terlepas kemudian berpindah ke ceruk leher Belle, sejenak kedua kaki Belle tampak bergerak sempurnah saling bergesekan antara satu dengan yang lainnya, bola mata gadis kecil itu tampak terus terpejam karena merasa sensasi aneh serta nik..mat secara bergantian yang bern ciptakan untuk dirinya.
Bahkan ketika terasa sebuah hisapan lembut menjelajahi leher nya, kedua tangan Belle secara refleks menyentuh kepala Bern, dan satu suara manja kembali keluar dari balik bibir Belle.
"Hmm Akhh"
Bern terus bergerak lincah, membuat tanda merah dengan lembut di leher Belle, sedangkan kedua belah tangannya jelas Seca perlahan mulai melepaskan kamisol milik Belle, bahkan kedua tangannya dengan lembut melepaskan penutup da..danya.
Tesss..
Suara kaitan belakang penutup da..da itu lepas dengan sempurna.
Saat jemari Bern mulai bermain di ariola dua benda berharga belle, Terdengar de..Sahan manja keluar dari bibir gadis itu.
Kemudian bibir Bern secara perlahan turun dan bermain di kedua benda berharga itu, menyapu lembut ariola nya dan bermain di atas benda kecil itu secara lembut.
"Bee"
Nafas Belle jelas menjadi tidak beraturan, sensasi aneh terasa menghantam dirinya, seolah-olah sebuah serangan listrik menjalar sempurnah dari ujung kaki menuju ke ubun-ubun nya.
Belle fikir perasaan apa itu?.
Bahkan saat Bern mulai menyesap ujung kecil berwarna pink salah satu dari dua benda berharga nya itu, seketika Belle menggila. Jemarinya menciba meremas rambut Bern dengan begitu kencang, satu suara manja kembali lolos dari bibirnya.
Belle jelas belum pernah merasakan sensasi aneh seperti itu dalam seumur hidup nya, bahkan semakin Belle mengeluarkan suara de.
Sahan manja nya semakin lincah bibir dan mulut Bern bermain disana.
Apalagi saat jemari Bern mulai turun ke perut dan pusarnya, membuat gerakan kaki Belle semakin bergesek dengan sempurna.
Bahkan Belle tidak sadar kapan Bern melepaskan pelindung tubuh bawahnya, tahu-tahu jemari Bern mulai bermain di pa.ha nya dan secara perlahan bergesek di bawah sana.
Belle Seketika tersentak, seperti sebuah gelombang elektromagnetik yang menghantam Dirinya secara bertubi-tubi, jutaan kupu-kupu terasa memenuhi isi perutnya.
"Akh.."
Belle jelas malu dengan suara aneh nya, tapi dia sama sekali tidak bisa menghentikan suara itu keluar dari balik bibirnya.
Bern benar-benar melakukan foreplay dengan begitu lembut dan penuh cinta, berusaha membuat Belle mendapatkan pelepasan nya lebih dulu, sejatinya dia benar-benar paham bagaimana cara membuat pasangannya agar merasa nyaman, lebih dulu tiba ke pelepasan nya tanpa harus benar-benar menyakiti pasangan nya.
Bahkan Bern secara perlahan turun ke bawah sana, mulai bergerak menggunakan li..dah nya untuk membuat rasa nyaman agar tidak menyakiti Belle Jika menggunakan jemari atau langsung dirinya.
Belle jelas menggila, lagi-lagi saat dibawah sana terasa di mainkan oleh sesuatu terasa jutaan kupu-kupu berada di perut nya, bahkan memicu adrenalin nya semakin menggila, Belle terus mengeluarkan suara-suara manja dan rengekan kecilnya, nafasnya jelas semakin tidak beraturan bahkan tangannya mencoba mencari pegangan di sekitar nya.
Semakin Belle mengeluarkan suara-suara manja nya, semakin cepat bibir dan li..dah Bern bergerak di bawah sana, bahkan Belle merasa nafas nya semakin menjadi tidak beraturan dan pekikan manja serta de..Sahan manja itu terus memenuhi seluruh isi kamar tersebut.
Tidak tahu kenapa tapi Belle merasa sesuatu seolah-olah akan tumpah, dia merasa ingin segeralah lari ke toilet untuk menumpahkan sesuatu dibawah sana.
"Nggg bee..aku.."
Belle bicara dengan keadaan kacau, tubuhnya berguncang hebat dan dia fikir sesuatu pasti benar-benar akan tumpah.
"Keluarkan lah"
Ucap Bern pelan lantas dia kembali bermain di bawah sana.
Dan benar saja sepersekian detik kemudian sesuatu yang hebat benar-benar tumpah dibawah sana dan membuat Belle merasakan perasaan lega yang begitu luar biasa.
Bern secara perlahan kembali naik ke atas, mengungkung tubuh Belle lantas laki-laki itu menautkan bibir mereka kembali dengan sempurna.
Dan gila nya Belle fikir kapan laki-laki melepaskan seluruh pakaiannya sendiri, dia sama sekali tidak menyadari nya karena menikmati permainan Bern sejak tadi.
Mereka lagi-lagi bertautan bibir, dan dengan gerakan lincah serta hangat Bern kembali bermain didalam rongga mulutnya, jemari laki-laki itu kembali bermain di Antara telinga hingga leher nya, dan tanpa Belle sadari sesuatu di bawah sana terasa mulai saling menggesek secara perlahan hingga membuat Belle beberapa kali mengeluarkan suara manja dan indahnya.
"Kamu siap?"
Tiba-tiba Bern berbisik lembut di balik telinganya, lantas menatap dalam bola mata Belle.
__ADS_1
Gadis itu sejenak berusaha menekan kesadaran nya, Belle berusaha mengangguk pelan.
"Ini akan menyakiti diri mu di awal, andaikan ini begitu sakit makan bicaralah, kita bisa berhenti dan menundanya"
Belle menatap dalam bola mata Bern, sejenak Belle mengangguk tanda mengerti.
Bern tampak tersenyum, dia tahu meski pun cukup foreplay, sudah membuat Belle masuk pada puncaknya dan gadis itu cukup mendapat kan pelumas nya, Bern yakin ini akan menyakitkan untuk Belle, selain ini yang pertama untuk Belle, Bern yakin Belle pasti cukup kesulitan mengimbangi diri nya, dari ukuran tubuh mereka pun Bern sudah bisa menebak nya dengan pasti, karena itu Bern berusaha bersikap selembut mungkin dalam melayani Belle.
Kemudian secara perlahan laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka, Bergerak sempurnah membuat Belle kembali terlena cukup lama, hingga akhirnya Bern mencoba untuk masuk dengan cara yang begitu lembut dan perlahan dibawah sana.
Saat Belle merasa sesuatu yang besar bergesek di bawah sana dia masih terbuai dan mengikuti permainan bibir Bern.
Tapi saat sesuatu itu terus berusaha menyeruak masuk sedikit lebih dalam, tiba-tiba bola mata Belle membulat dengan sempurna.
Apa itu?
"Akhhh"
Rasa nikmat tadi tiba-tiba mulai menghilang, sesuatu yang besar seolah-olah berusaha masuk dan membuat Belle menerima rasa sakit yang mendominasi.
"Bee?"
Belle menggenggam erat lengan Bern, bola matanya menatap dalam bola mata Bern.
"Sakitkah?"
Bern bertanya sambil dibawah sana terus berusaha untuk terus menyeruak masuk.
"Akhhh bee.."
Pekik Belle tertahan.
Bagi nya ini menjadi berbeda dengan yang tadi, rasa perih dan sakit tiba-tiba mendominasi.
"Sakitkah? Mau berhenti?"
Bern bertanya lembut ke arah nya?.
Sejenak Belle menelan Saliva nya, dia merasa sesuatu dibawah sana benar-benar terasa sakit dan perih, belum masuk sepenuhnya dia yakin tapi sakit nya benar-benar mendominasi.
Dia ingin berhenti, tapi Belle fikir bukan kah ini kewajiban seorang istri?
Seketika Belle mencoba menggeleng pelan, dia fikir mungkin Bern juga sama tersiksa nya dengan dirinya.
Ucap Belle dengan tatapan sayu.
Bern mengangguk pelan.
"Secara perlahan"
Ucap Belle lagi.
"ini akan sakit pertamanya, tapi lama-lama kamu pasti akan terbiasa"
Ucap Bern dengan nada yang begitu lembut.
"Andai kan ini menyakitkan, bicaralah, jangan diam, aku akan berhenti dengan sukarela"
Laki-laki itu bicara sambil mencium lembut kening Belle.
Belle hanya mengangguk pelan.
"Hmm"
Sepersekian detik kemudian Bern kembali menautkan bibir mereka, membuat Belle kembali nyaman lebih dulu hingga akhirnya Bern mulai kembali bersiap menyeruak masuk di bawah sana.
Dan dalam sekali hentakan sesuatu yang terasa begitu menyakitkan seoalah-olah merobek seluruh bagian tubuh Belle, tulang-tulang nya terasa luluh lantak, seketika Belle berteriak, Jemari nya menancap kasar punggung Bern dan dengan gerakan refleks Belle menggigit bahu Bern.
Seketika Air mata gadis kecil itu tumpah diiringi rasa sakit yang mendominasi.
"Sayang?"
Meskipun merasa bahagia saat Bern dengan jelas bisa merasakan jika ini benar-benar yang pertama untuk Belle, terasa sesuatu yang hangat mengalir dibawah sana, namun Seketika Bern merasa begitu bersalah saat melihat air mata gadis itu membasahi seluruh wajahnya.
"Belle, sakit sayang?"
Bern bertanya sambil mencoba menghapus air mata gadis itu, ah tidak Belle telah jadi perempuan yang seutuhnya saat ini.
Belle mengangguk pelan, bola matanya menatap dalam bola mata Bern.
"Ini menyakitkan"
Bern sama sekali tidak berani bergerak, rasa sakit jelas ikut mendominasi didalam dirinya.
__ADS_1
"Mau berhenti?'
Bern bertanya lagi.
Sejenak Belle tampak berfikir, satu pesan untie Ayana dan Aishe nya.
"Awalnya memang menyakitkan, tapi lama-lama semua akan baik-baik saja, bahkan di hari-hari berikutnya kamu akan menikmati nya"
Belle menggeleng pelan.
"Lakukanlah dengan pelan-pelan "
Oh sayang
batin Bern pelan.
Dia ingin berhenti, tapi realita nya dia juga membutuhkan nya, rupa-rupa nya melakukan sesi ber..cinta antara dengan orang yang begitu dia cintai dan dia hargai jauh rasanya jelas jauh berbeda saat dilakukan dengan orang yang hanya sekedar menjadi tempat pelam..Piasan.
Bern Fikir baru kali ini merasa seperti orang yang bersalah karena menyakiti orang yang begitu ingin dia lindungi.
"Aku akan bergerak dengan lembut"
"Hmm"
Belle mengangguk pelan.
Kemudian Bern mulai mencoba bergerak dengan lembut, dia fikir sebaiknya membuat dirinya cepat melakukan pelepasan agar tidak menyakiti Belle lebih jauh, setelah besok-besok saat Belle telah terbiasa baru dia akan melakukan sesi panjang dalam per..cin..taman mereka.
Secara perlahan Bern kembali menaut kan bibir mereka, jemarinya kembali bermain di balik telinga Belle, menuju ke ceruk leher Belle hingga turun ke dada nya, dia berusaha membuat sang istri mendapay kembali kenik..matan nya sambil Bern mulai bergerak lembut di bawah sana.
Belle jelas merasa tidak nyaman dengan keadaan, tapi Bern selalu mampu membuat diriya kembali terbuai, meskipun dibawah sana terasa perih, sakit dan tidak nyaman, tapi Bern jelas secara ahli membuat dirinya seolah terbang melayang melintasi waktu.
Beberapa kali Belle mengeluarkan suara-suara yang memenuhi seluruh isi kamar mereka, rasa sakit di iringi sensasi nik..mat yang bercampur aduk menjadi satu, persis seperti permen nano-nano yang mampu membuat Belle kehilangan konsentrasi nya.
Bahkan Bern benar-benar dengan cara yang lincah mampu membuat diri nya terus me..Leng..huh nikmat, beberapa kali laki-laki menyesap bibirnya hingga menuju ke arah kedua da..da nya, membuat Belle acapkali mencoba mencari pegangan karena rasa kacau yang menghantam tubuhnya.
"Akhhh"
Hingga akhirnya sesuatu dibawah sana lagi-lagi terasa akan tumpah.
"Bee..?"
Belle memcoba mencari pegangan.
Bern seolah-olah tahu Belle kembali masuk ke pun..caknya, secepat kilat Bern menyatukan kedua telapak tangan Belle dengan telapak tangan nya, Bern terus bergerak memompa di bawah sana dengan gerakan indah naik turun hingga pada akhirnya bisa Bern rasakan milik Belle kembali tumpah didalam sana, lantas di susul oleh le.. lepasan milik Bern.
Hangat.
itu yang Belle rasakan di dalam dirinya, sesaat setelah itu Bern menghentikan gerakan nya.
Laki-laki itu menatap dalam bola mata nya, lantas sepersekian detik kemudian Bern mencium kening, pipi, hidung, dagu bahkan juga bibirnya.
"I love you"
Bisik laki-laki itu lembut dengan tatapan penuh cinta.
Belle jelas bingung harus menjawab apa, secepat kilat belle langsung masuk ke dalam pelukan Bern dan menyembunyikan wajahnya di sana.
Bern tampak mengulum senyum,dia memeluk erat tubuh Belle lantas mencium puncak kepala Belle berkali-kali.
*******
Assalamualaikum warahmatullahi wa barokah tu
Jumat, Lubuklinggau 10 September 2021
05.43 am
Pagi
Maafkan lah Outhor hadiahkan sarapan pagi di kala subuh dengan sesuatu yang luar biasa 😂
niat nya untuk malam Jum'at tadi tapi rupanya tidak terkejar, jadi di suguhkan pagi ini.
Love you selangit cakrawala
salam sayang dan cinta
Eva Hye Seung
😘😘😘😘💋💋💋❤️❤️❤️💝💝💞💗💗
*****
__ADS_1
Catatan lain \= Maafkan aku KK vall, bersabarlah dalam mengisi dubbing nya 🤕🙏